Dari Sahabat Jadi Suami

Dari Sahabat Jadi Suami
Bab 32


__ADS_3

Malam harinya Renatta memeriksa kembali laporan magangnya karena besok sudah mau di kumpulkan.


Kreet


Pintu terbuka, datanglah mamanya dengan membawakan susu hangat.


" Kamu belum selesai sayang ?"


" Udd ma cuman lagi meriksa aja siapa tau ada yang salah."


" Ini di minum dulu susunya mumpung masih hangat."


" Terimakasih ma."


" Ya udd kalau gitu mama ke kamar dulu yah."


Mama Renatta segera keluar dari kamar Renatta, jam sudah pukul sepuluh malam Renatta sudah selesai memeriksa laporan magangnya dan ia segera tidur.


Keesokan harinya Renatta sudah siap untuk pergi ke kampus karena ia harus segera mengumpulkan laporan itu tepat pukul sepuluh.


" Pagi Pa Ma."


" Pagi sayang ayo makan."


Renatta langsung gabung dengan kedua orangtuanya.


" Gimana laporannya Ren ?" tanya sang papa


" Udd selesai tinggal di kumpulkan pa."


Selesai sarapan Renatta segera bergegas untuk pergi ke kampusnya.


" Ma Pa Rena berangkat dulu yah."


" Iya hati hati."


Renatta langsung masuk ke dalam mobilnya, mobil kuning itu sudah menembus jalanan ibukota di pagi hari yang cerah.


Tak butuh waktu Renatta sudah sampai di kampusnya.


" Pagi Ren ?" sapa kedua temannya


" Pagi, kalian baru sampai ?"


" Iya kita baru aja nyampe, yuk masuk." kata Santi


Mereka bertiga berjalan ke kelasnya dan tak lama dosen mata kuliah datang ke kelasnya.


Kurang lebih tiga jam pelajaran berlangsung.


" Kita ke ruangan pak Johan dulu yuk ngumpulin ini sebelum terlambat." kata Renatta


" Ayo."


Mereka segera berjalan ke ruangan pak Johan.


Tok tok tok


" Pagi pak kami mau ngumpulin laporan."


" Ouh Ren simpan di sana."


" Kalau gitu kami pamit keluar pak."

__ADS_1


" Silahkan."


Ketiga nya langsung menuju ke kantin, saat sedang asik asik makan tiba tiba datang Diva.


Brak


" Udd berapa kali gue ingatin ke Lo yah jangan dekat dekat dengan Dimas."


" Aku gak ngedeketi kak Dimas kok." Jawab Renatta


" Terus ini apa hah ?" Diva menunjukkan saat Dimas memegang tangan Renatta waktu kemarin malam di pasar malam.


" Itu kak Dimas sendiri yang ngedeketi aku bukan aku."


" Dasar kamu tuh wanita perebut."


Plakk


Diva menampar pipi Renatta dengan sangat kerasnya.


" Itu balasannya buat Lo yang gak pernah dengarkan kata kata gue."


Diva pergi begitu saja dengan perasaan yang tak bersalah.


" Kamu gak papa Ren ?" kata kedua temannya


" Enggak kok."


Datanglah Nicko dkk, mereka terkejut saat melihat pipi Renatta memerah dan ada bekas tangan.


" Kamu kenapa Ren ?" tanya Nicko panik


" Renatta di tampar oleh nenek lampir itu." kata Santi


" Kurang ajar." gunam Nicko


Nicko membawa Renatta ke UKS untuk mengobati memar di wajah Renatta.


Setelah sampai di UKS Nicko memoleskan salep ke pipi Renatta.


" Auh."


" Pelan pelan Nicko."


" Maaf sakit yah."


" Cuman perih aja."


" Kenapa bisa gini sih ?"


" Kak Diva liat aku kemarin ngobrol dengan kak Dimas waktu aku keluar dari toilet di pasar malam."


" Cuman gara gara itu."


Renatta mengangguk.


Setelah di rasa mendingan Renatta diantar pulang oleh Nicko.


" Aku antar yah."


" Tapi mobilku gimana ?"


" Aku nyuruh Yoga buat nganterin ke rumah kamu mana kuncinya."

__ADS_1


Renatta menyodorkan kunci mobil itu kepada Yoga, dan Renatta segera masuk ke dalam mobil Nicko.


Selang beberapa saat mereka sudah sampai di rumah Renatta.


" Ya ampun sayang kenapa pipi kamu merah nak ?"


" Enggak kok ma tadi cuman ke jeduk pintu aja." jawab Renatta mengelas


" Makanya kamu harus hati hati."


Di lain tempat Diva sedang tertawa terbahak bahak karena sudah menampar Renatta.


" Makanya jangan kamu ambil Dimas dariku."


Dimas datang tiba tiba.


" Apa yang kamu lakukan ke Renatta hah ?"


" Aku gak ngelakuin apa apa kok." kelak nya


" Bohong aku dengar kamu menampar Renatta, memangnya kenapa ?"


" Aku gak suka kalau kamu dekat dekat sama dia, aku cemburu Dim."


" Tapi gak gini juga caranya Diva, kamu benar benar kelewatan batas."


" Aku ngelakuin ini karena aku cinta sama kamu."


" Apa kamu bilang cinta ? kamu dan orang tuamu hanya menginginkan harta ku saja kan ?"


Deg


Diva terkejut saat Dimas mengetahui rencana ia dan papanya.


Keluarga Diva hanya menginginkan harta kekayaan keluarga Dimas karena perusahaan papa diva sedang berada di ambang ke hancuran.


" Kenapa kamu diam hah ?"


" Benarkan apa yang tadi aku katakan ?"


" Jawab DIVA."


" Cukup Dim aku gak seperti yang kamu pikir aku benar-benar cinta dan sayang sama kamu." ucapnya sambil menangis


" Hentikan tangisan kamu itu, gak ada gunanya kamu menangis."


Dimas pergi meninggalkan Diva sendirian.


" Arrghh semua ini gara gara cewek sialan itu."


Di rumah Renatta, Nicko dan yoga sudah pulang, Nicko mengantarkan dulu yoga ke rumahnya karena tadi yoga membawa mobil Renata.


" Tante aku dan yoga pamit dulu yah."


" Iya hati hati yah, makasih udd ngantar Rena."


" Iya Tante."


Kedua sejoli itu pergi meninggalkan rumah Renatta.


" Ren mending kamu mandi dulu sana nanti di oles salep lagi yah biar cepet sembuh."


" Iya ma, kalau gitu Rena ke atas dulu."

__ADS_1


Renatta segara ke kamarnya untuk mandi.


__ADS_2