
Ting
Pintu lift terbuka dengan segara Nicko memangku Renatta ala bridal style untuk segera menuju ke kamar.
" Nick turunin aku malu."
" Tenang aja gak ada yang liat kita kok."
Mereka berdua masuk ke dalam kamar, kamar itu di hiasi dengan bunga mawar serta lilin lilin kecil di sekitar nya yang menambah kesan indah bagi pengantin itu.
Renatta di dudukan di ranjang.
" Aku mandi dulu yah nanti habis itu kamu." kata Nicko.
" Iya."
Nicko masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Renatta ia merebahkan tubuhnya sambil menunggu Nicko selesai mandi, namun rasa lelah nya sudah tak bisa di tahan lagi akhirnya Renatta tertidur.
Selang beberapa menit Nicko keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana bokser serta baju kaos, rambutnya yang basah masih terlihat.
Nicko berjalan mendekati Renatta.
" Sayang Ren bangun mandi dulu."
" Hmm." ucap Renatta.
" Bangun dulu apa kamu mau tidur dengan baju ini ?"
Dengan terpaksa Renatta membuka matanya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi, saat di dalam kamar mandi Renatta kesusahan membuka resleting gaunnya dan Renatta pun berteriak meminta bantuan suaminya.
" Nick apa kamu masih di situ ?" ucap Renatta dari dalam kamar mandi.
" Iya, ada apa ?"
" Boleh aku minta tolong."
Nicko segera masuk ke dalam kamar mandi ia takut istrinya itu kenapa napa.
" Ada apa Ren ? kok kamu masih pakai gaun ?" ucap Nicko agak sedikit panik.
" Tolong bukain resleting nya sudah banget." kata Renatta.
Dengan perlahan Nicko membukakan resleting gaun itu dan nampak lah kulit punggung Renatta yang putih dan mulus Nicko yang melihat itu hanya membulatkan matanya, sungguh ia tergoda dengan tubuh mulus sang istri, Nicko mencium punggung itu.
" Geli Nick." kata Renatta
" Maaf sayang habis nya aku gemes liat punggung kamu, ya udd kamu mandi dulu yah nanti habis itu kita makan."
Nicko keluar dari kamar mandi ia nampak terbayang bayang dengan punggung mulus sang istri.
Tak selang berapa menit Renatta pun keluar dari kamar mandi dan dengan menggunakan kinomo nya serta rambut yang masih basah.
" Ren kan bajuku masih di dalam mobil papa " kata Renatta.
__ADS_1
" Tenang aja ini tadi mama udd nganterin kamu ganti sana."
Renatta mengambil pakaiannya dan ia masuk lagi ke kamar mandi.
Hari semakin malam kini Renatta dan Nicko turun ke bawah untuk makan malam bersama, di sana sudah ada mama papa serta mertuanya yang menunggu sedangan keluarga besarnya sudah pulang ke Bandung lagi.
" Ayo sayang kita makan dulu dari tadi kamu belum makan kan ?" ajak sang mertua.
" Iya ma." Jawab Renatta.
Mereka akhirnya makan malam bersama, setalah makan malam Renatta dan Nicko kembali ke kamar hotel.
Di dalam kamar mereka menonton tv di atas kasur tangan Nicko memeluk Renatta dari samping.
" Ren ?"
" Iya ada apa ?"
" Kamu jangan panggil aku nama lagi yah, kamu boleh panggil aku mas, sayang, asal jangan om." ucap Nicko sambil tertawa.
" Iya aku akan panggil mas aja."
Renatta menyandarkan kepalanya di bahu Nicko.
" Ren kalau kamu belum siap aku gak akan maksa, aku nunggu sampai kamu siap." ucap Nicko.
Renatta tau kalau malam ini adalah malam pertama baginya dan harus menyerah mahkotanya kepada sang suami, Renatta ingat dengan kata kata kedua orang tuanya yang tidak boleh menolak atau membantah suami.
" Aku siap kok Nick." ucapnya
Kini mereka berdua sama sama sudah tidak memakai sehelai benang pun.
" Kamu yakin siap ?" ucap Nicko memastikan.
Renatta hanya mengangguk.
" Kamu tahannya ia akan sedikit sakit."
Nicko langsung melancarkan aksinya malam itu adalah malam penyatuan cinta mereka dengan di saksikan oleh cahaya rembulan yang indah.
" Makasih yah." ucap Nicko.
" Iya." jawab Renatta.
" Ya udd kita tidur yah ini udd malam."
Akhirnya mereka tertidur dengan keadaan yang masih polos hanya di tutupi oleh selimbut tebal dan Nicko memeluk Renatta dari belakang.
Pagi harinya pukul 7 Renatta baru terbangun sedangkan Nicko sudah bangun dari tadi dan sudah mandi.
" Kamu udd bangun ?" tanya Nicko.
" Iya, kenapa kamu gak bangunin aku." kata Renatta.
__ADS_1
" Kamu tadi tidurnya lelap banget aku jadi gak tega." ucap Nicko sambil menghampiri Renatta mencium bibirnya sekilas.
Cup.
" Kiss morning sayang." kata Nicko Renatta hanya tersipu malu.
" Ya udd kamu mandi dulu nanti habis itu kita sarapan lalu pulang."
Renatta bangun dari tidurnya dengan si balut selimut Renatta berjalan.
" Auh." kata Renatta
" Kenapa ?" tanya Nicko pamit.
" Sakit dan perih." ucap Renatta sambil menunjuk ke arah bawah.
Tanpa aba aba Nicko mengendong Renatta menuju kamar mandi dan di masukkan ke dalam bathtub yang sudah berisi air serta sabun.
" Maaf yah gara gara semalam kamu jadi sakit gini."
" Iya gak papa."
Beberapa menit kemudian Renatta telah selesai dengan mandinya dan mereka langsung menuju ke bawah untuk sarapan bersama.
" Udd bangun kalian ?" tanya mama Renatta.
" Iya ma."
" Ya udd kalian sarapan dulu."
Renatta dan Nicko langsung sarapan sedangan orang tuanya melihat mereka dan melihat ada tanda merah di leher Renatta, mama Nicko yakin jika anaknya sudah melakukan malam pertama dengan menantu kesayangan nya itu.
" Eh iya Ren Nick papa punya hadiah buat kalian." kata papa Renatta.
" Apa pa ?" tanya Renatta.
Papa Renatta langsung menaruh kertas di atas meja dan Renatta segera membuka nya.
" Tiket ke Paris ?"
" Iya itu buat hadiah dari mama dan papa atas pernikahan kalian."
" Dan kalian bisa menggunakan jet pribadi papa." tambah papa Nicko.
" Terimakasih pa, aku senang banget." jawab Renatta.
Paris adalah Negera yang Renatta impikan untuk bisa ke sana bersama dengan orang yang dia sayang.
Siang harinya mereka keluar dari hotel itu dan segera menuju ke rumah Renatta karena Renatta dan Nicko masih tinggal bersama, rencananya Nicko akan membawa ke rumahnya setelah kepulangan dari Paris.
Mobil papa Renatta sudah sampai di kediaman dan di sambut oleh bibi dan mang Ujang.
" Selamat yah neng dan den Nicko semoga rumah tangganya sakinah mawadah warahmah." kata bibi dan mang Ujang.
__ADS_1
" Terimakasih kasih bi, mang."
Mereka semua masuk ke dalam rumah itu Renatta dan Nicko langsung menuju kamar Renatta untuk melanjutkan istirahat karena mereka kurang tidur.