Dendam Aqila

Dendam Aqila
bab 26


__ADS_3

"Kau tak ingin menunjukkan bagaimana isi unit apartemen ku Mas?" Ucap Aqilla yang menatap punggung Diro yang hendak masuk ke dalam unit apartemennya.


"Tidak, tubuhku sangat lelah. Aku butuh istirahat. Lagi pula sekarang sudah larut malam Qilla, besok aku harus kembali menjaga Tita di rumah sakit." Tolak Dito tanpa memandang wajah Aqilla.


"Kau memang benar-benar menghindari ku Mas," gumam Aqilla di hatinya ketika ia mendengar penolakan halus Dito padanya.


Bukan Aqilla namanya jika ia tak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Tanpa perduli dengan statusnya yang sudah menjadi istri Bram. Aqilla menerobos masuk ke unit aparteman Dito, ketika Dito ingin menutup pintu apartemennya.


"Apa yang kau lakukan Qilla?" Tanya Dito saat Qilla berhasil masuk ke unit apartemen Dito. Meninggalkan dua koper besar di antara dua pintu unit apartemen mereka.


"Aku merindukan mu Mas, tak bisakah malam ini kita lalui bersama?" Jawab Aqilla yang sudah meraba bagian dada Dito.


"Kau sudah menjadi istri Bram, Qilla." Ucap Dito yang mengingatkan status dirinya saat ini.


"Aku tahu, bisakah kita lupakan status itu untuk sementara waktu." Jawab Aqilla yang seakan tak perduli dengan statusnya saat ini.


"Aku selalu ingin melupakan status mu dan mengurung mu di dalam kungkungan ku setiap malam Qilla." Balas Dito dengan tatapan penuh gairah, ketika Aqilla mulai melepas blazer berbahan jins yang ia gunakan. Hingga bagian dadanya yang menyembul benar-benar terekspos oleh mata Dito.

__ADS_1


"Lupakanlah status ku malam ini Mas, kurunglah aku selama yang kau bisa. Karena aku sangat merindukan belaian mu malam ini." Sahut Aqilla dengan suara yang sedikit serak dan terdengar begitu seksi di telinga Dito.


"Kau menodai pernikahan mu Qilla." Ucap Dito yang masih mengingatkan Aqilla.


"Dia pun pasti melakukan hal yang sama dengan wanita lain diluaran sana Mas, sedang aku tak sama sekali melakukannya. Aku hanya ingin melakukannya bersama dengan mu." Jawab Aqilla yang sudah mulai mengikis jarak bibirnya dengan bibir Dito.


"Jangan menyesal jika aku tak akan berhnti menikmati tubuh indah mu Qilla." Balas Dito yang hembusan nafasnya menambah Aqilla semakin bergairah.


"Aku tak akan menyesal. Aku akan menyesal jika kerinduanku pada mu tak tersampaikan. Aku tak mau menjadi orang yang munafik, aku mau dirimu juga mau dirinya. Seperti kalian yang tak mau melepaskan istri kalian demi aku." Sahut Aqilla yang membuat Dito menarik pinggang ramping Aqilla.


"Tentukan hati mu ingin bersama siapa Qilla, jika Tita sembuh nanti dan kau memilih diri ku, aku berjanji akan meninggalkan Cella demi diri mu." Balas Dito yang kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Aqillanyang sudah lama tak ia jamah.


"Puaskan aku Mas," pinta Aqilla yang berada dalam gendongan Dito.


"Pasti, kita akan melewatkan malam panjang kita bersama malam ini." Jawab Dito dengan senyum yang begitu menggoda.


Kedua anak manusia ini pun kembali melakukan penyatuan ilegal mereka setelah tiga tahun berpisah. Mereka saling menikmati sensasi sentuhan demi sentuhan yang lama tidak ia rasakan. Entah sudah berapa ronde yang mereka lewati, tanpa merasa lelah mereka terus melakukan penyatuan tanpa henti-hentinya. Seakan membalas dendam pada waktu yang telah memisahkan mereka.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda, tak berbeda dengan Aqilla, Bram juga tengah menikmati malam panasnya dengan wanita bayaran yang ia dapati dari club malam. Entah sudah berapa ratus wanita yang telah menemani malam sepinya semenjak Aqilla pergi meninggalkan dirinya, karena keegoisan sang Daddy.


Ia lebih baik menyentuh wanita malam daripada menyentuh istrinya sendiri yang selalu menunggu kepulangannya di rumah utama setiap harinya.


"Ughhh baby, teruslah bergerak! Milik mu membuat ku menggila. Siapa namamu baby?" Tanya Bram saat ia menikmati wanita bayarannya malam ini.


"Na-ughhh.... Na-ughh.... Nani Om ahhh..." jawab wanita itu yang kesulitan menjawab pertanyaan Bram karena dia sedang merasakan sakit namun nikmat dibagian intinya saat milik Bram yang berukuran besar itu menyentuh bagian intinya hingga ke ujung.


"Nama yang bagus, mau kah kamu menjadi patner ranjang ku Baby?" Tawar Bram yang merasa ketagihan dengan milik Nani.


"Ahh... Ma-mau Om asal bayarannya cocok." Jawab Nani yang menyetujui tawaran Bram.


"Bagus, kau akan aku berikan apartemen, mobil dan uang bulanan. Apa kau suka hemm?" Tawar Bram lagi yang membuat Nani tersenyum senang dan merasa terbang ke angkasa mendapatkan jeckpot kali ini.


"Mau Om..." jawab Nani yang tak bisa melepaskan senyumnya.


"Bagus, kau benar-benar wanita pintar, kau harus berhenti menjadi wanita malam dan hanya boleh melayani aku saja baby, bagaimana?" Tanya Bram lagi yang dijawab anggukam kepala dari Nani.

__ADS_1


Bram tersenyum senang dan terus meminta Nani terus bergoyang diatas miliknya.


__ADS_2