Dendam Aqila

Dendam Aqila
Bab 41


__ADS_3

Aqilla melangkahkan kakinya keluar meninggalkan Nyonya Wina. Ia melihat jelas saudara tirinya berdiri tak jauh dari Nyonya Wina tengah memperhatikan dirinya. Seolah tak perduli Aqila terus berjalan dengan pandangan lurus ke depan.


Di depan pintu ruang tunggu yang Aqila lewati. Aqilla melihat Bram yang duduk di lantai dengan kaki yang ditekuk dengan kedua tangannya memeluk kakinya tersebut. Ia lihat dengan jelas buku-buku tangan Bram mengeluarkan darah, penampilannya juga jauh dari kata rapi. Manik mata keduanya pun bertemu. Pandangan mata Bram seolah minta dikasihani dan dimengerti oleh Aqilla.


Bukannya iba dan menghampiri Bram. Aqilla malah pergi mengambil langkah seribunya. Bram yang melihat Aqilla pergi kembali tersenyum getir dengan tetesan air mata kesedihannya. Sekarang pria bertubuh kekar ini nampak lemah dan lebih sering menangis.


Aqilla yang pergi melangkahkan kakinya kembali keruang rawat Tita. Ia berharap Dito ada di sana. Namun sayang tidak ada Dito di sana, hanya ada Tita yang tertidur di temani oleh Bi Lastri.


Aqilla kembali melanjutkan langkahnya, ia juga berlari kecil mencari keberadaan Dito di ruang IGD, namun nihil. Dito tak ada di sana. Ia sudah mencoba menghubunginya Dito namun ponsel Dito tidak aktif. Aqilla kembali berlari, kali ini ia berlari ke parkiran mobilnya.


Dalam pikiran Aqilla kini terlintas bagaimana kondisi Dito. Ia begitu mengkhawatirkan pria yang selalu menjadi dewa penyelamatnya, oria yang selama ini selalu memberikan perlindungan padanya. Di dalam mobilnya, Aqilla kembali mengambil ponselnya dan seger menghubungi Dito kembali. Namun nomor ponsel Dito masih tak bisa dihubungi. Makin cemaslah perasaan Aqilla saat ini.


Aqilla menjalankan mobilnya menuju apartemennya. Ia berharap Dito ada di sana. Namun sama, ia tak mendapati Dito di sana. Akhirnya dengan langkah ragu, ia mendatangi perusahaan Dito, masih dengan menggunakan pakaian kerjanya lengkap dengan testoskop yang masih berada di kantung jas putih kebesarannya sebagai seorang Dokter.


Aqilla melangkah dengan cepat, melewati meja resepsionis begitu saja menuju lift. Sebagian besar karyawan Dito mengenal siapa Aqilla. Mereka mengenal Aqilla sebagai selingkuhan bosnya. Mereka membiarkan Aqilla yang datang dengan tergesa-gesa.


Ceklek [Pintu ruangan kerja Dito terbuka].


Didapati oleh Aqilla, Dito tengah meletakan kepalanya di atas meja kerjanya dengan tangannya yang menjadi pangkuan kepalanya. Aqilla menghampiri Dito yang terlihat tertidur dengan posisi yang seperti itu.


Ya. Dito tertidur karena ia telah menengguk obat pereda nyeri untuk mengurai rasa sakit pada wajah dan tubuhnya, setelah dihadiahi bogem mentah dari Bram.


"Mas," panggil Aqilla yang memeluk tubuh Dito dari belakang.

__ADS_1


"Hemm..." sahut Dito dengan suara beratnya.


Ternyata ia tak tidur dengan pulas saat ini, sehingga suara panggilan Aqilla dapat di dengar olehnya.


"Bangunlah! Akan aku obati luka mu." pinta Aqilla yang masih memeluk tubuh Dito.


Dito pun menurut, ia bangun dan duduk dengan tegak. Aqilla melihat betapa banyak luka lebam di wajah Dito. Sudut bibir kanan maupun kiri terlihat sobek.


Aqilla meraba luka di wajah Dito dengan jemari lentiknya. "Maafkan aku, karena aku kamu terluka Mas," ucap Aqilla yang mnitikan air matanya.


Aqilla sedih melihat Dito terluka karenanya. "Tidak apa, ini hanya luka kecil. Aku tak akan kenapa-kenapa dengan luka ini, sayang. Sudah jangan menangis lagi, aku tak mau melihat mu menangis Qilla!' ucap Dito yang menghapus air mata Aqilla yang jatuh membasahi pipinya.


"Tapi semua luka ini karena aku Mas,"


"Sebaiknya kita pulang ke apartemen Mas, kau butuh istirahat." ucap Aqilla yang memberikan saran pada Dito.


"Aku akan pulang, jika bersama mu." jawab Dito yang dijawab anggukan kepala dari Aqilla.


Akhirnya keduanya meninggalkan perusahaan dengan saling bergandengan tangan. Keduanya seakan tak perduli dengan pandangan orang mengenai hubungannya.


Keluarga besar Dito yang awal mulanya tidak menyetujui hubungan mereka, namun tidak melakukan apa-apa. Kini telah merestui hubungan Dito dan Aqilla. Setelah mengetahui apa yang terjadi sebenarnya.


Mereka mencari tahu sendiri tanpa bertanya pada Dito maupun pada Cella. Mereka malah berharap Dito segera menceraikan Cella dan menikahi Aqilla secepatnya. Hal inipun sudah kedua orang tua Dito bicrakan pada Dito secara langung. Namun Dito meminta waktu untuk menyelesaikan hubungan Aqilla dan Bram yang masih terikat dalam pernikahan. Dito akan menceraikan Cella secepatnya, jika Tita sudah sembuh dan menyetujui perpisahan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Di sisi lain, Bram terlihat sangat sedih dan kecewa dengan sikap Aqilla padanya. Ia duduk di balkon rumah sakit dengan tatapan kosong. Sebatang rokok tak henti-hentinya menemani kesedihannya.


"Kau sudah mengetahui semuanya dan tak memaafkan kesalahan kedua orang tuaku pada mu, kau mengorbankan cinta kita demi rasa benci mu pada orang tua ku. tak bisakah kau berdamai dengan dirimu sendiri demi hubungan kita Qilla. Aku sangat mencintai mu. Apa yang harus aku lalukan agar kau kembali pada ku?" guma Bram di dalam lamunannya.


Sementara itu, Tuan Yohannes telah sadarkan diri psca operasi pemasangan ring jantung. Ia nampak lebih membaik dari sebelumnya.


"Kemana Bram Mom?" tanya Tuan Yohannes pada istrinya.


"Dia ada di balkon, dia sedang terpukul. Karena ia melihat Aqilla berselingkuh di depan matanya." jawab Nyonya Wina yang berterus terang.


"Apa dia berselingkuh dengan Dito?" tanya Tuan Yohannes ytang tidak terkejut sama sekali.


"Iya, Dad, Bagimana Daddy tahu?" tanya Nyonya Wina pada suaminya.


Tuan Yohannes terlihat mengelan nafas panjangnya sebelum ia menjelaskan suatu hal yang belum diketahui istrinya.


"Sebenarnya, mengapa sampai Daddy masuk rumah sakit, itu karena perusahaan kita goyah. Ada banyak tikus-tikus yang menggerogoti perusahaan kita. Tuan Laksono mau memberikan Daddy bantuan, asalkan Bram mau menceraikan Aqilla. Namun Sandra yang ada saat Tuan Laksono datang, menentang penawaran itu. Keponakan kita itu sangat perduli dengan perasaan Bram. Tuan Laksono marah dan akhirnya perusahaan kita koleps seperti saat ini, dan Mommy tahu besan kita pun tak mau membantu kita sedikit pun." terang Tuan Yohannes yang membuat Nyonya Wina terkejut.


"Kenapa Tuan Laksono ingin Bram menceraika Aqilla Dad, memangnya apa hubungannya?" tanya Nyonya Wina yang masih belum paham.


"Tuan Laksono adalah orang tua dari Dito, selingkuhan Aqilla. Mereka sudah memilki hubungan sebelum Bram memaksa Aqilla untuk menikah dengannya. Dito juga yang selama ini menyembunyikan Aqilla dari Daddy."


"Jadi Tuan Laksono merestui hubugan Aqilla dan putranya?"

__ADS_1


"Ya, sepertinya dia sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya. Di sini kitalah yang bersalah Mom. Keegoisan Daddy demi kejayaan perusahaan ternyata membuat kehancuran pada keluarga dan putra semata wayang kita. Terlebih lagi Daddy sebenarnya malu pada Aqilla. Daddy yang menghancurkan hidupnya, demi menjauhkan dia dari hidup Bram tapi dia pula yang menyelamatkan nyawa Daddy. Entah terbuat dari apa hati anak itu." pungkas Tuan Yohannes.


__ADS_2