Dendam Aqila

Dendam Aqila
Bab 32


__ADS_3

Rumah Sakit Betrania


Tepat pukul 09:00 pagi, Aqilla dan Tania di terima sebagai dokter spesialis baru di rumah sakit tersebut. Bagi Tania ini adalah tempat baru baginya, tapi tidak dengan Aqilla.


Seorang pegawai rumah sakit dan juga Angel mengantar keduanya ke ruangan praktik yang sudah di siapkan khusus untuk mereka. Sebuah ruang praktik eksklusif yang memang di siapkan khusus untuk mereka. Bukan karena Angel mengenalnya tapi karena keduanya adalah salah satu Dokter terbaik dari rumah sakit ternama Kota New York.


"Selamat bekerja, semoga hari-hari kalian menyenangkan ya," ucap Angel setelah mengantar keduanya ke ruang praktik mereka.


Saat Angel ingin melangkah pergi, langkahnya terhenti karena tangannya di tahan oleh Aqilla.


"Ngel, kemana Dokter Danu, kok gue gak lihat?" Tanya Aqilla yang memang tak melihat suami Angel yang merupakan pewaris asli dari rumah sakit ini sebelum di miliki Angel.


"Dia tak lagi praktik di rumah sakit ini, dia sekarang harus meneruskan bisnis keluarganya yang lain. Setelah terungkapnya motif pernikahan Bastian dan adiknya. Mas Danu akhirnya mau menerima permintaan kedua orang tuanya untuk mengambil kendali di perusahaan." Jawab Angel dengan wajah yang datar.


Angel tak lagi memanggil suaminya dengan embel-embel Dokter seperti Aqilla memanggil suaminya, tentu saja setelah menikah Angel merubah panggilannya dengan suaminya itu. Namun jika sedang marah dengan suaminya, Angel akan memanggil suaminya itu dengan embel-embel Dokternya.


"Kenapa Ngel kok sedih?" Tanya Aqilla yang melihat raut wajah sedih di wajah Angel, sahabatnya.

__ADS_1


"Gue sedih karena, gue dan dia hanya punya sedikit waktu untuk bersama Qilla. Kita hanya punya waktu luang di hari sabtu atau minggu. Itupun kalau Mas Danu tidak ada inspeksi ke luar kota. Cita-cita hidup gue bukan seperti ini Qil," ucap Angel dengan lirih.


Aqilla mengetahui dengan jelas dengan apa yang dicita-citakan oleh sahabat baiknya ini, Angel memang bukan anak seorang konglomerat, tapi keluarganya bisa dikatakan kaya dan mapan. Kedua orang tuanya juga berprofesi menjadi seorang Dokter, hanya saja kedua orang tua sangat sibuk bekerja karena memegang beberapa rumah sakit.


Memang kedua orang tua Angel adalah salah satu Dokter terbaik di negri ini, tidak ada yang tak mengenal kedua orang tua Angel. Karena wajah mereka kerap kali berseliweran di dunia pertelivisian, mengisi talk show kesehatan.


Inilah yang menjadi sebab, Angel tak ingin menjadi seperti kedua orang tuanya, ia ingin menjadi ibu rumah tangga yang baik, mendampingi masa-masa pertumbuhan anak-anaknya yang tak ingin ia lewati. Namun kenyataanya menjadi pemilik rumah sakit begitu menyita waktunya.


"Lo bisa menjadikan gue dan Tania, asissten lo, Ngel. Kita pun berharap, management rumah sakit membatasi pasien untuk kita tangani, jika tidak dalam keadaan urgent, mungkin maksimal dua puluh pasien perhari kita masi sanggup. Karena kita pun sama, memiliki cita-cita sama seperti lo," ucap Aqilla pada Angel.


"Ya Lo benar, kami datang untuk Tita di rumah sakit lo, sekarang boleh unjukin dimana ruang rawat Tita, keponakan gue?" Sahut Tania yangbingin segera ke ruang rawat Tita, keponakannya.


"Lo bisa diantar sama petugas rumah sakit ya, hari ini gue ada janji makan siang sama Mas Danu," jawab Angel yang masih saja menghindari Tita.


Aqilla paham betul arti dari penolakan Angel saat ini. Lagi-lagi saat Angel ingin melangkah pergi Aqilla menahan langkah Angel dan Tania memandang heran dengan apa yang dilakukan Aqilla.


"Nia, lo jalan duluan keruangan Tita, gue mau bicara empat mata sama Angel dulu!" Pinta Aqilla pada Tania. Tanpa menjawab Tania segera melangkah pergi meninggalkan keduanya.

__ADS_1


"Apalagi?" Tanya Angel yang menatap manik mata Aqilla.


"Gue sudah putuskan, akan menjadikan Mas Dito sama depan gue, apa lo keberatan? Apa lo terluka dengan keputusan gue Ngel?" Tanya Aqilla yang juga menatap manik mata Angel.


"Gue gak keberatan, itu adalah pilihan hidup lo, gue akan ikut bahagia jika lo berdua bahagia Qilla." Jawab Angel dengan mantap meskipun hatinya sedikit tercubit.


Bagaimana pun Dito adalah pria yang sangat ia cintai dulu. Meskipun ia sudah berhasil melupakan Dito dan sudah mencintai pria lain yang sudah menjadi suaminya, tetap saja sisa rasa cinya yang belum terhapus sempurna di hatinya seakan mencubit hatinya, saat ia mendengar keputusan sahabat baiknya menjadikan Dito masa depannya.


"Tapi gue yakin keputusan gue ini menyakiti lo Ngel, bagaimana pun lo pasti masih ada rasa sama Mas Dito, makanya lo menghindar saat Tania minta di antar ke sana, ya kan?"


"Andai lo sudah punya anak nanti, lo akan bisa pahami gue, urusan hati gue udah gak lagi penting Qill, yang terpenting dalam hidup gue saat ini hanya kebahagiaan anak gue. Suami gue adalah masa depan gue dan anak gue. Sedang Mas Dito bukan lagi masa depan yang harus gue harapkan. Jadi jangan pernah ngerasa gak enak sama gue, karena gue udah punya masa depan gue sendiri, memang gue butuh waktunyang entah sampai kapan, menghapus seluruh jejak Mas Dito yang tersisa di hati gue." Jawab Angel panjang lebar, membuat Aqilla mengerti apa yang Angel rasakan saat ini.


Aqilla menarik tubuh Angel dalam pelukkannya, ia memeluk tubuh sahabatnya dengan erat.


"Di dunia ini gue cuma punya Lo dan Mas Dito yang selalu setia bersama gue, gue harap gue gak akan mengecewakan hidup kalian yang udah begitu baik sama gue." Ucap Aqilla saat memeluk tubuh Angel.


Jujur saja Angel ingin sekali menangis, bukan untuk menangisi kisah cintanya dengan Dito, tapi ingin menangis dengan kisah hidup Aqilla yang benar-benar menyedihkan. Entah apa yang terjadi pada Aqilla , jika dia dan Dito tak melakukan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2