Dendam Aqila

Dendam Aqila
Bab 58


__ADS_3

Malam harinya, Tita kembali di baringkan di kamar rawat VVIP, kali ini ruang rawat Tita di pindahkan oleh Angel. Ia dirawat di ruang anak VVIP Bugenvil.


Tita dimasukkan di ruang rawat dalam gendongan Dito, tanpa kursi roda atau brankar rumah sakit. Ruang rawat pun diubah menjadi suasana rumah oleh Angel.


"Perkenalkan gue sebagai ibunya Qilla," ucap Angel di telinga Aqilla yang masih memperhatikan Dito yang baru saja merebahkan Tita yang masih tidur.


Sontak ucapan Angel membuat Aqilla melirik tajam ke arahnya.


"Dia anak gue, dia anak gue yang gue tinggalin Qilla. Dito sudah jelasin semuanya ke gue. Gue bodoh gak bisa merasakan keberadaan anak gue sendiri." Ucap Angel sembari menggigit bibirnya sendiri, guna menahan tangisnya yang ingin pecah.


"Ngel..." Qilla memeluk tubuh Angel yang terguncang hebat karena menahan tangisnya.


"Tolong gue kali ini, gue mau dia panggil gue sekali aja dengan panggilan Mami, mama atau ibu." Pinta Angel saat di dalam pelukan Aqilla.


"Tita susah tahu jika lo ibunya Ngel. Ternyata setelah perceraian Cella dan Mas Dito, anak lo gak sengaja dengar pertengkaran mereka." Tutur Aqilla apa adanya.


"Apa?" Tanya Angel yang melepaskan pelukan Aqilla padanya.


"Ya Ngel. Dia sudah tahu jika Lo, ibunya dan selama tiga minggu gue bersamanya, gue sudah jelaskan kenapa lo meninggalkan dia dan bagaimana usaha Lo sekarang mencari dia."


"Terus dia gimana? Apa dia kecewa dan marah sama gue Qill?" Tanya Angel yang sudah dipenuhi rasa takut di benci oleh darah dagingnya.


"Tidak Ngel, dia bisa mengerti kondisi lo." Jawab Aqilla yang membuat hati Angel lega.


****


Keesokkan harinya. Pagi - pagi sekali Angel sudah ada di dalam ruang rawat Tita.


"Selamat pagi anak ibu, gimana tidurnya semalam. Kaget ya sudah ada di sini saja." Sapa Angel dengan ramahnya pada Tita putrinya.


"Pagi Bu, tidur Tita semalam sangat nyenyak karena di peluk Ibu dan Mami." Jawab Tita yang merasa begitu bahagia mendapatkan kasih sayang dari ibu kandung dan juga ibu sambungnya.

__ADS_1


"Ah, benarkah? Kalau begitu sekarang sarapan dulu dan minum obat ya. Kali ini Ibu yang suapin Tita mau?" Ucap Angel yang menawarkan diri untuk melayani Tita.


Tita dengan senang hati menerima tawaran itu. Rona bahagia terpancar di wajah ibu dan anak itu. Berbeda dengan Dito yang menatap penuh kesedihan dan rasa sesal.


Ia memilih keluar dari ruang rawat putrinya. Aqila yang baru selesai mandi, terkejut tak melihat keberadaan Dito di kamar rawat Tita.


"Mas Dito kemana Ngel?" Tanya Aqilla pada Angel.


"Keluar, mungkin cari udara segar." Jawab Angel yang tak memalingkan wajahnya dari Tita.


Aqilla pun keluar untuk mencari suaminya, pasalnya ia melihat Dito belum memakan sarapan yang ia siapkan untuk suaminya itu. Ia mencari Dito kemana-mana tapi ia tak berhasil menemukannya.


Hingga akhirnya dia berjalan ke taman rumah sakit. Ternyata Dito tengah bicara empat mata dengan Danu, suami Angel. Melihat Aqilla datang, Danu segera meninggalkan Dito yang masih duduk dengan tatapan kosong di kursi taman.


"Mas, aku cari-cari kamu, ternyata kamu di sini." Ucap Aqilla yang ikut duduk di kursi yang ditempati oleh Dito.


"Antarkan aku pulang ke apartemen Qilla. Dia meminta ku memberikan waktu untuk Angel bersama Tita sebelum proses operasi dilakukan." Pinta Dito yang malah beranjak dari tempatnya.


Terlihat Tita sedang sibuk dengan Danu, Angel dan kedua adiknya yang lain. Hingga dia tak menyadari Aqilla masuk kedalam untuk mengambil tas miliknya dan ponsel Dito yang tertinggal.


"Mas, kamu jangan melamun terus!" Ucap Aqilla yang mulai mengkhawatirkan sikis Dito saat ini.


Dito diam tak menanggapi Aqilla. Hingga tiba di apartemen Dito masih sering melamun. Entah apa yang membuatnya terus melamun seperti ini. Jujur saja Aqilla mulai stres menghadapi sikap Dito yang aneh setelah kembali dari camping mereka.


"Sial apa dengan menjajakan diriku lagi padanya, dia akan kembali seperti sedia kala?" Gumam Aqilla yang mulai memikirkan ide gilanya.


"Tapi saat ini aku istrinya, bukankah kewajiban ku melayaninya." Pikir Aqilla lagi.


Aqilla masuk ke dalam kamar yang sengaja dibuat gelap oleh Dito.


"Mas, kamu dimana?" Tanya Aqilla yang mencari keberadaan Dito di dalam kamar Dito yang gelap tanpa penerangan, apalagi semua tirai jendela dibuat tertutup oleh Dito.

__ADS_1


Tak ada Jawaban dari Dito yang sedang meresapi kesedihannya. Aqilla terus melangkahkan kakinya, meraba keberadaan Dito. Langkah kaki Aqilla berhenti tepat di sofa panjang yang berada di bawah jendela. Ia menendang sepatu yang masih Dito kenakan.


"Mas kamu disini?" Tanya Aqilla lagi yang hanya dijawab Dito dengan suara dehemannya.


Tanpa berpikir lagi, Aqilla melepaskan seluruh pakaiannya.


"Kau butuh pelampiasan Mas, lampiaskanlah dengan peluh mu." Ucap Aqilla yang sudah naik kedalam pangkuan Dito.


Aqilla menangkupkan wajah Dito dengan kedua tangannya. Ia melawan rasa bersalahnya pada Bram demi menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri Dito yang tak pernah Aqilla tunaikan sampai saat ini.


Dito tak menjawab ucapan Aqilla namun ia membalas ketika Aqilla menempelkan bibirnya dengan bibir Aqilla.


"Izinkan aku memiliki mu hingga akhir Qilla." Ucap Dito saat melepaskan pangutannya di bibir Aqilla.


"Lakukanlah mas! Ini adalah hak mu." Jawab Aqilla yang langsung di sambut Dito dengan sentuhan-sentuhannya yang berbeda, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Mereka melakukannya dengan dipenuhi nafsu birahi.


Dito melakukan penyatuan mereka hanya cukup satu kali saja, kemudian ia memilih memejamkan matanya dengan memeluk tubuh Aqilla.


"Maafkan aku Bram, dia yang menyerahkan dirinya pada ku, di saat pikiran ku kembali kalut, aku tak rela berbagi Tita dengan orang lain. Tapi aku tak bisa egois. Angel adalah ibu kandungnya." Gumam Dito pada dirinya sendiri.


****


Di sudut lain, Cella yang sudah bukan siapa-siapa lagi, kembali tinggal bersama keluarganya di rumah yang sangat sederhana. Jauh dari kemewahan yang pernah ia miliki dan rasakan.


Kamar tidurnya sekarang hanya sebesar kamar mandinya terdahulu, saat ia tinggal di kediamannya Dito.


Aqilla yang tak sengaja melewati kediaman mereka bersama Dito, merasa sangat prihatin dengan kehidupan yang dijalaninoleh mereka sekarang.


"Cella tinggal di sini Mas?" Tanya Aqilla yang melihat Cella tengah melayani pembeli bunga hias tanaman ibu kandung Aqilla.


Lusuh, kumal dan tak terawat, itulah penampilan Cella dan keluarganya kini. Aqilla dibuat terkejut ketika sang ibu mendorong sebuah kursi roda yang diisi oleh ayah tirinya.

__ADS_1


"Dia kenapa Mas?" Tanya Aqilla saat melihat ayah tirinya tengah duduk di kursi roda.


__ADS_2