
Ting tong [Suara bell apartemen Aqilla berbunyi.]
Aqilla yang tengah membereskan barang-barangnya segera bangkit dan berjalan menuju pintu.
"Siapa ya yang datang si siang ini? Apa Mas Dito? Sepertinya tak mungkin, secepat itu dia kembali." Gumam Aqilla saat ia berjalan menuju pintu.
Ceklek [Suara pintu terbuka].
Aqilla tertegun dengan sosok wanita yang berdiri di hadapannya, wanita yang tampil begitu berbeda dari sebelumnya.
"Qilla," panggil wanita itu dengan suara lirihnya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air mata haru dapat melihat sabahat yang begitu ia sayangi pun luruh membasahi pipinya.
"Angel," panggil Aqilla pada wanita yang terlihat lebih cantik dan elegan sekarang.
Keduanya saling melangkah mengikis jarak diantara mereka. Lalu berpelukan dan menangis.
"Gue kira lo udah mati di bunuh sama Tuan Yohannes Qilla. Gue hampir gila karena kehilangan lo," ucap Angel di sela tangisannya dalam pelukan Aqilla.
"Maafin gue yang pergi tanpa kasih kabar sama lo, karena Mas Dito---" balas Aqilla yang terpotong karena Angel tak memberikan kesempatan Aqilla untuk bicara.
__ADS_1
"Gue udah tahu semuanya Qilla, lo gak perlu jelasin apa-apa tentang kejadian yang lalu-lalu. Sekarang lo hanya tinggal jalanin hidup lo yang baru. Karena dendam lo sudah gue lanjutkan." Sambung Angel yang membuat Aqilla mengurai pelukannya dengan Angel.
"Masksud lo apa Ngel? Gue gak ngerti."
"Izinin gue masuk, gue akan jelasin semuanya sama lo," tawar Angel yang melirik ke dalam unit apartemennya.
"Oh, iya ayo masuk Ngel, lo mau minum apa? Gue gak tau kalau mau ada tamu agung, jadi gue belum sempat beli apa-apa nih," ucap Aqilla saat mereka sedang berjalan masuk menuju ruang tengah.
"Gak usah repot-repot, yang ada aja di keluarin." Balas Angel dengan ledekannya.
"Angel, sifat lo yang suka ngeledek gak berubah ya."
"Wah selamat ya Ngel, pria apes mana yang berhasil nikahin cewek matre kaya lo." Ucap Aqilla yang membuat Angel tertawa terbahak-bahak.
Ia jadi mengingat ekspresi suaminya saat ia minta di nikahi hari itu juga dengan mas kawin yang tak tanggung-tanggung. Sebuah rumah sakit besar dan modern dengan nilai yang mencapai triliunan rupiah.
"Kok ketawa sih? Benerkan apa kata gue. Pria yang nikahin lo pasti apes, karena lo matrenya gak ketulungan." Ujar Aqilla lagi karena hanya mendapati Angel terus tertawa tanpa henti.
"Ya lo emang bener. Gue emang matre tapi matrenya gue demi lo. Demi melanjutkan balas dendam lo."
__ADS_1
"Apa?? Tunggu-tunggu! Jadi benar yang dikatakan Mas Dito, kalau lo udah jadi pemilik rumah sakit Betrania?" Tanya Aqilla dengan membukatkan matanya, ekspresi terkejut Aqilla benar-benar membuat Angel ingin tertawa.
Angel menjawab pertanyaan Aqilla hanya dengan tersenyum dan manggut-manggut.
"Hah, bagaimana bisa? Bastian saja tak bisa mengambilnya dari Pak Betran. Kenapa lo bisa Ngel? Lo pakai dukun mana hum? Coba kasih tau gue!" Tanya Aqilla masih dengan ekspresi terkejutnya.
"Hari dimana lo pergi dan menghilang seperti di telan bumi, dan gue cari lo sampai butek seperti biasanya dan pencarian gue terhenti ketika gue sampai di apartemen lo yang udah hancur berantakan. Gue dapati di sana Mas Dito yang berdiri di depan muka pintu apartemen lo dengan wajah sedihnya."
"Dia tetap ke sana ternyata," cicit Aqilla menyela ucapan Angel.
"Iya dia ke sana untuk memastikan apa yang menjadi dugaannya selama ini. Dia tulus mencintai lo Qilla. Harusnya lo sadari itu."
"Gue sadar kok, gue hanya tinggal menunggu waktu, dimana hati gue akan memilih siapa?" Jawab Aqilla yang masih dilema.
"Cih, hubungan lo sama Mas Bram, cuma kisah cinta lama yang belum kelar, beda dengan kisah cinta lo sama Mas Dito. Lo jangan sampai menyesal, ketika Mas Dito sudah pergi karena lelah menanti lo Qil, menjaga lo tetap hidup sampai saat ini gak mudah. Banyak hal yang dia korbankan sampai akhirnya Tita sakit, dia baru menyadari hidupnya selama tiga tahun ini cuma fokus sama lo." Terang Angel yang membuat Aqilla kembali terkejut.
"Ngel, tolong jangan bahas hubungan percintaan gue dulu, gue mau denger cerita lo mengenai rumah sakit Betrania yang sekarang jadi milik lo. Gimana nasib Bastian sekarang pas lo udah jadi pemilik rumah sakit itu hum?" Pinta Qilla yang langsung mengganti topik pembahasan.
Ia sudah tahu kemana arah hatinya melangkah saat ini, namun ia harus menyelesaikan hubungannya dengan salah satu dari kedua pria yang sama-sama ia cintai.
__ADS_1
"Ok, baiklah. Gue ikutin mau lo Qill."