
Dian pun menghembuskan nafasnya dengan kasar
"Saya tau kamu baru saja mengalami kegagalan dalam berumah tangga, Naya juga menitipkan kamu berkali-kali kepada saya. Jadi saya hanya akan memberikan kamu sedikit nasihat," ucap Dian dengan wajah serius
Lina hanya terdiam dan memperhatikan Dian dengan lekat
"Saya yakin kamu sudah bisa menduga orang seperti apa tuan muda Tristan? pilihan terakhir memang ada di tangan kamu, saya pribadi tidak akan menghalangi sama sekali apapun yang menjadi pilihan kamu." ucap Dian
Lagi-lagi Lina hanya bisa terdiam dan terus memperhatikan Dian
"Tapi kalau kamu memang tidak ada niat untuk berhubungan dengan orang seperti tuan muda, sebaiknya kamu pintar-pintar untuk menjaga diri kamu. Berhenti untuk menunjukkan sikap yang bisa menarik perhatian tuan muda," jelas Dian dengan serius
Lina memang bukanlah wanita yang sangat pintar, tapi bukan berarti dia tidak bisa mengerti arah ucapan Dian pada saat itu
"Apa kamu mengerti?" tanya Dian
"Saya mengerti bu, saya ucapkan terima kasih atas nasihat dari anda." jawab Lina dengan tulus
"Ya sudah, sebaiknya kamu segera beristirahat karena besok pagi kamu harus mulai menjalankan tugas-tugas kamu." ucap Dian
Lina pun meninggalkan kamar tersebut lalu kembali ke kamarnya, dia memaksa dirinya untuk beristirahat dan melupakan yang baru saja terjadi. Sedangkan Dian di dalam kamarnya terlihat sedang termenung
"Saya sendiri tidak tau ini akan menjadi hal baik atau hal buruk untuk anak itu, yang pasti tanpa dia sadari dia telah membuat tuan muda Tristan menjadi tertarik kepada dirinya." batin Dian
Dian terlihat mengembuskan nafasnya dengan kasar
"Semoga saja dia bisa mengendalikan diri dan tidak terjerat dengan rayuan tuan muda, orang seperti tuan muda tidak bisa di jadikan sebagai sandaran hidup bagi seorang wanita baik-baik." batin Dian
Dian yang sudah cukup lama mengabdi cukup lama kepada sang tuan muda meragukan sang tuan muda bisa memiliki perasaan yang tulus kepada seorang wanita, Lina yang masih terlelap di bangunkan oleh Amira untuk mulai bersiap. Dian mulai menghampiri Lina yang saat itu sudah mulai berkumpul dengan para pekerja wanita yang lainnya
__ADS_1
"Kamu ikuti saya," ucap Dian
Dengan patuh Lina mengikuti langkah kaki Dian menuju ke rumah utama dan hal tersebut berhasil menarik perhatian para pekerja wanita yang lainnya, Dian terus melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar sang tuan muda dan masuk ke dalam kamar tersebut. Sudah pasti Lina hanya bisa pasrah mengikuti itu semua, mereka pun langsung masuk ke ruang ganti di dalam kamar tersebut
"Tuan muda Tristan mempunyai kebiasaan bangun di jam yang sama setiap harinya baik itu di hari kerja ataupun di hari libur, tuan muda akan berolahraga terlebih dahulu setiap paginya." jelas Dian
Lina hanya menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya
"Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan pakaian olahraga tuan muda dan juga pakaian untuk ke kantor saat di hari kerja," lanjut Dian
"Baik bu"
Dian memberitahukan di mana letak barang-barang keperluan sang tuan muda dan apa saja yang harus Lina siapkan
"Kalau begitu kamu ikut saya ke dapur, saya akan mengajarkan kamu cara menyiapkan sarapan untuk tuan muda Tristan." ucap Dian
Dian mulai melangkahkan kakinya ke arah dapur dan di sana para pekerja wanita yang lainnya sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Dian mulai menunjukkan makanan dan minuman yang selalu di santap oleh sang tuan muda setiap paginya
"Baik bu"
"Satu hal yang terpenting adalah kamu harus tetap berada di dalam kamar tuan muda saat dia sedang sarapan, kamu harus langsung mengeluarkan barang-barang ini setelah tuan muda selesai sarapan." ucap Dian sambil menunjuk ke arah nampan
"Astaga!! jadi selama ini bu Dian harus berada di dalam kamar itu cuma untuk menyaksikan dia makan!!" batin Lina
"Karena tuan muda tidak suka ada sesuatu yang tidak terpakai di dalam kamarnya," lanjut Dian
"Baik bu"
"Setelah tuan muda meninggalkan kamarnya kamu bisa mulai merapikan kamar tuan muda," ucap Dian
__ADS_1
"Lalu bagaimana kalau di hari libur bu? apa saya tetap harus merapikan kamar tuan muda?" tanya Lina dengan polosnya
"Kamu tetap harus membersihkan kamar tuan muda saat dia keluar dari kamarnya, tuan muda akan lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang kerjanya saat di hari libur." jelas Dian
Lina menganggukkan sedikit kepalanya tanda dia telah mengerti semua tugas-tugasnya, tanpa dia sadari beberapa para pekerja wanita yang sedang menyiapkan menu sarapan menatap Lina dengan tatapan mata iri
"Sejauh ini apa kamu sudah mengerti?" tanya Dian
"Saya mengerti bu"
"Kamu bisa masuk ke dalam kamar tuan muda lima menit sebelum jadwal tuan muda terbangun dan menunggu di sana, kamu harus sudah berada di sana andai saja tuan muda membutuhkan sesuatu yang lain saat nanti dia terbangun." jelas Dian
"Apa dia anak bayi yang semua keperluannya harus di siapkan? benar-benar aneh kehidupan para sultan!! bisa-bisanya harus ada orang yang berjaga di sana saat dia masih tertidur!!" gerutu Lina di dalam hatinya
Tentu saja kata-kata tersebut tidak berani Lina ucapkan lewat bibirnya
"Baik bu"
"Satu hal yang harus kamu ingat saat berada di dalam kamar tuan muda adalah jangan membuat keributan yang berlebihan, tuan muda tidak suka bila tidurnya harus terganggu oleh orang lain." jelas Dian dengan tegas
"Baik bu"
Lina pun segera masuk ke dalam kamar sang tuan muda saat waktu yang di katakan oleh Dian telah tiba, dengan setia Lina terus berdiri di tempat yang telah di tunjukkan oleh Dian sebelumnya
"Sepertinya aku harus mandi kembang tujuh rupa untuk membuang kesialan dari diri aku!! lepas dari suami yang tukang selingkuh, sekarang aku malah bekerja untuk rajanya buaya darat!!" gerutu Lina di dalam hatinya
Lina pun menatap tajam ke arah Tristan yang saat itu terlihat masih terlelap di alam mimpinya
"Mungkin ini yang namanya kehidupan yang ga adil!! bisa-bisanya ada orang yang tugasnya hanya berdiri, tapi konyolnya dia berdiri untuk menunggu seseorang terbangun dari tidurnya." batin Lina
__ADS_1
Tidak lama dari itu mulai terdengar suara alarm berbunyi, alarm tersebut terus berbunyi walaupun tidak mengeluarkan suara yang terlalu bising
"Apa ini saatnya rajanya buaya darat ini bangun? berarti sebentar lagi aku sudah bisa keluar dari kamar ini," batin Lina dengan senyuman tipis