Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Terlalu Dekat


__ADS_3

Wajah Tristan terlihat panik saat Lina hanya mengeluarkan air matanya tanpa mengeluarkan suara sama sekali, dia pun terlihat hendak bangkit untuk memanggil sang dokter dan dengan cepat Lina memegang salah satu tangan Tristan


"Terima kasih karena telah menyematkan saya tuan muda," ucap Lina dengan tulus


Tristan hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya karena mengingat keadaan Lina saat pertama dia temukan, Lina pun melihat sekeliling dan menyadari bahwa saat itu dia berada di dalam kamar sang tuan muda. Lina berusaha untuk mendudukkan tubuhnya dan dengan cepat Tristan membantu hal tersebut


"Apa kamu butuh sesuatu?" tanya Tristan dengan lembut


"Saya hanya mau kembali ke paviliun belakang tuan muda"


Tristan mengembuskan napasnya dengan kasar lalu merebahkan kembali tubuh Lina ke tempat semula, Lina pun hanya bisa terdiam dan menatap sang tuan muda dengan lekat


"Mulai detik ini kamu di larang untuk menghilang dari pengawasan saya, saya tidak akan mengizinkan hal seperti ini menimpa kamu lagi." ucap Tristan dengan lembut


Lina hanya membeku melihat sikap Tristan yang berubah total seperti itu, sedangkan sang tuan muda tersenyum dengan hangat lalu mencium ujung kepala Lina sekali lagi


"Kamu istirahat lagi ya, saya yakin saat ini tubuh kamu terasa lemah." lanjut Tristan


Tristan pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Lina karena saat itu rasa kantuk masih menguasai dirinya, Lina sediri tak berani berbuat banyak karena masih merasa sedikit bingung dengan keadaan yang sedang terjadi saat itu. Tristan pun mulai memeluk tubuh Lina lalu memejamkan kedua bola matanya


"Apa-apaan ini semua? Kenapa dia bersikap seperti ini terhadap aku? Supaya lebih aman sebaiknya aku kembali ke paviliun belakang setelah dia tertidur," batin Lina


Lina tak berani bergerak sama sekali dan membiarkan Tristan begitu saja, semakin lama nafas Tristan semakin terlihat tenang seperti dia sudah mulai terlelap ke alam mimpi. Lina pun mulai memindahkan tangan Tristan secara perlahan agar tak membuat sang tuan muda terjaga


"Apa yang sedang kamu lakukan? bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak akan lagi melawan ucapan saya," ucap Adit dengan mata yang tertutup


Lina mencoba mengingat kembali semua kenangan yang sudah terjadi dan tiba-tiba saja dia teringat dengan perkataannya yang satu itu


"Tapi saat itu saya sed.."


Lina tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan pada saat itu karena tiba-tiba saja Tristan semakin mengeratkan pelukannya, dia juga menghadiahkan sebuah ciuman yang lembut di ujung kepala Lina

__ADS_1


"Saya berharap kamu tidak akan mengingkari ucapan kamu sendiri," ucap Tristan dengan lembut


Lina pun mulai menoleh ke arah sang tuan muda dan saat itu Tristan melepaskan senyuman yang terlihat hangat, Lina yang merasa panik pun langsung mengalihkan pandangan matanya


"Saya tidak bermaksud untuk seperti itu tuan muda, bagaimana pun juga saya harus berterima kasih karena anda telah menyelamatkan saya. Tapi saya rasa..."


Lagi-lagi Lina tak bisa menyelesaikan apa yang akan dia katakan pada saat itu karena tiba-tiba saja Tristan memutar wajah Lina agar pandangan mata mereka dapat bertemu


"Apa kamu tidak pernah di ajarkan untuk menatap lawan bicara kamu?" tanya Tristan


"Saya tau tentang hal itu tuan muda, tapi permasalahannya saat ini posisi kita terlalu.."


Tristan melepaskan sebuah senyuman yang terlihat hangat, Lina pun membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna


"Astaga!! Pantas saja para wanita bersedia menjadi pasangan orang ini, sudah kaya raya masih harus di tambah dengan wajah yang sempurna." batin Lina


Lina yang merasa panik karena berada sedekat itu dengan laki-laki yang bukan suaminya pun memilih untuk memalingkan wajahnya sekali lagi


"Jarak anda dengan saya terlalu dekat tuan muda!!" jawab Lina dengan sedikit berteriak dan wajah panik


Untuk pertama kalinya seorang Tristan tak merasa terganggu sama sekali dengan sikap seorang wanita yang seperti itu, sedangkan selama ini Tristan paling tidak suka untuk membujuk seorang wanita yang keras kepala


"Mulai saat ini tidak ada kata terlalu dekat di antara kita berdua karena kamu adalah wanita saya," ucap Tristan dengan lembut


Mendengar hal tersebut membuat Lina tak bisa menahan diri dan langsung menatap ke arah Tristan dengan tajam


"Apa maksud anda tuan muda?" tanya Lina dengan wajah seriusnya


"Akhirnya kamu sendiri yang berinisiatif untuk melihat ke arah saya," batin Tristan sambil tersenyum hangat


"Kenapa anda bilang saya adalah wanita anda tuan muda?" tanya Lina sekali lagi

__ADS_1


"Bukankah kamu sendiri yang bilang kalau kamu akan mengikuti semua perintah saya asalkan saya menyelamatkan kamu dari sana, satu-satunya yang saya inginkan dari kamu adalah kamu menjadi wanita saya." jelas Tristan


"Aish!! Kenapa mulut aku ini aku harus berbicara seperti itu? Karena ketakutan aku jadi ga bisa menahan mulut aku sendiri," batin Lina dengan wajah terlihat tertekan


Dengan mudahnya Tristan mengetahui bahwa Lina merasa keberatan dengan hal tersebut


"Apa kamu keberatan dengan permintaan saya?" tanya Tristan dengan wajah serius


"Apa anda berniat menjadikan saya seperti wanita-wanita yang selama ini selalu ada di samping anda tuan muda?" tanya Lina


Saat itu Tristan hanya terdiam sambil menatap Lina dengan lekat


"Apa saya juga harus harus melakukan semua yang mereka lakukan untuk menyenangkan hati anda tuan muda?" lanjut Lina lirih


Tristan pun membuang nafasnya dengan kasar dan mulai menutup kedua bola matanya


"Untuk saat ini tolong izinkan saya beristirahat, saya benar-benar kurang istirahat karena menjaga kamu semalaman. Kita akan membahas semuanya setelah keadaan kamu sudah lebih membaik," ucap Tristan


"Bagaimana kalau saya keluar dari kamar ini agar anda bisa beristirahat dengan baik tuan muda?" tanya Lina dengan hati-hati


Sontak saja Tristan langsung membuka kedua bola matanya dengan sempurna mendengar hal tersebut


"Apa kamu sedang memaksa saya untuk melakukan sesuatu kepada kamu? Saya jamin kamu tidak akan bisa meninggalkan tempat tidur saya malam ini, saat saya benar-benar melakukan hal tersebut kepada kamu." ucap Tristan dengan wajah serius


Saat itu Lina hanya bisa terdiam dengan kedua bola mata yang membulat dengan sempurna


"Kalau kamu tidak ingin saya melakukan hal itu terhadap kamu, sebaiknya kamu biarkan saya tidur dengan memeluk kamu." lanjut Tristan


Tristan pun mulai menutup kedua bola matanya


"Sebaiknya kamu tidak meninggalkan kamar saya saat saya sudah tertidur atau saya akan membuat perhitungan yang jelas kepada kamu," ucap Tristan dengan mata yang tertutup

__ADS_1


Saat itu Lina tak mempunyai keberanian untuk memberikan perlawanan apapun kepada sang tuan muda, dia juga sadar kalau saat itu tubuhnya belum pulih dan masih terasa lemah. Yang aneh adalah pelukan sang tuan muda membuat Lina benar-benar merasa nyaman, tak butuh waktu yang lama Lina pun mulai menuju ke alam mimpi


__ADS_2