
Secara perlahan Lina pun mulai membuka kedua matanya dengan kepala yang terasa sangat berat dan lidah yang terasa perih, saat itu Lina merasa nafasnya sedikit sesak dan ternyata saat itu ada sebuah tangan yang sedang memeluk tubuhnya. Air mata Lina pun mulai terjatuh dengan sendirinya
"Apa melakukan itu semua tidak membuat kalian merasa cukup untuk? Kalian bahkan tak mengizinkan saya untuk mengakhiri nyawa saya," batin Lina
Lina yang saat itu belum menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi langsung menangis dengan hebat hingga membuat tubuhnya mulai bergetar, hal tersebut membuat orang yang sedang memeluk tubuhnya menjadi terjaga dari tidurnya. Orang tersebut langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna sambil menatap Lina
"Kenapa? apa ada yang sakit? apa perlu saya panggilkan dokter?"
Deg..
Lina merasa bahwa dia mengenal suara tersebut, dia pun memberanikan diri untuk menatap orang tersebut dan benar saja ternyata orang tersebut adalah sang tuan muda dengan wajah cemasnya
"Ternyata anda benar-benar datang dan menyelamatkan saya dari kejahatan mereka tuan muda," batin Lina dengan air mata yang semakin hebat
FLASH BACK
"Sial!! Bisa-bisanya kalian tak ada yang menyadari apa yang di lakukan perempuan ini!!" teriak sang pemimpin
Secara serentak mereka membantu usaha sang pemimpin agar Lina menghentikan aksinya, dengan berbagai cara mereka semua berusaha untuk membuka mulut Lina secara paksa. Di sisi lain Lina sendiri tersenyum puas di dalam hatinya
"Aku ga akan mengizinkan kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan!!" batin Lina
Secara perlahan Lina mulai kehilangan kesadarannya
"Bagaimana ini bos?"
"Sial!! Semuanya jadi berantakan!!" teriak sang pemimpin
Sang pemimpin segera bangkit dan meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang dan mengabarkan hal tersebut, tetapi tiba-tiba saja
Brak..
Sekelompok orang berpakaian rapi menerobos masuk ke dalam ruangan tersebut, dalam sekejap mata semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut sudah di buat tak bisa berkutik sama sekali. Erik yang ikut masuk ke dalam ruangan tersebut bersama orang-orang berpakaian rapi tersebut bisa melihat dengan jelas keadaan Lina saat itu
__ADS_1
"Sial!! Kenapa kami harus terlambat datang?!! Saya yakin perempuan ini memiliki tempat yang spesial di dalam hati tuan muda, tuan muda Tristan pasti akan menggila saat melihat keadaan perempuan ini!!" batin Erik
Dengan cepat Erik bergegas untuk keluar dari ruangan tersebut dan berniat untuk menghalangi sang tuan muda masuk ke dalam ruangan tersebut, tapi sialnya dia harus berpapasan dengan sang tuan muda yang sudah tidak sabar menunggu di dalam mobilnya
"Kenapa anda kemari tuan muda? Sebaiknya anda tetap menunggu di dalam mobil anda dan saya yang akan menyelesaikan semua ini," ucap Erik
Dengan mudahnya Tristan mengetahui ada sesuatu yang telah terjadi di dalam sana
"Saya tau tujuan kamu yang sebenarnya adalah untuk melindungi saya, tapi untuk sekali ini sebaiknya kamu tidak menghalangi jalan saya." ucap Tristan dengan aura yang mematikan
Dengan berat hati Erik terpaksa menyingkir dari tempat tersebut dan membiarkan sang tuan muda masuk ke dalam ruangan tersebut, hal pertama yang Tristan lakukan saat itu adalah melangkahkan kakinya ke arah Lina. Seluruh kekuatan yang Tristan miliki saat itu seolah menghilang entah kemana melihat keadaan Lina yang terlihat mengenaskan
"Kurang ajar!! Berani sekali kalian membuat keadaan dia sampai seperti itu!!" batin Tristan
Aura dingin yang sangat mematikan langsung memancar dari tubuh sang tuan muda, cukup lama juga Tristan hanya berdiam diri di tempat yang sama sambil terus menatap ke arah Lina. Tak lama kemudian Tristan mulai menggila dan menghajar salah satu dari mereka secara membabi-buta
Orang yang menjadi sasaran sang tuan muda saat itu berteriak meminta ampunan kepada Tristan, tapi saat itu sang tuan muda sudah gelap mata dan tak menghiraukan itu semua. Sedangkan yang lainnya hanya bisa terdiam ketakutan melihat kegilaan Tristan saat itu, hingga salah pemimpin pengawal pribadi Tristan membisikkan tentang keadaan Lina saat itu kepada Erik
"Sepertinya saya bisa menggunakan alasan itu untuk menghentikan tindakan tuan muda saat ini, jika di biarkan begitu saja mereka semua akan habis di tangan tuan muda." batin Erik
"Apa kamu sudah bosan hidup?" tanya Tristan dengan dingin
"Tolong maafkan saya atas sikap lancang saya tuan muda, tapi saat ini saya terpaksa melakukan hal tersebut karena nyawa perempuan itu bisa berada dalam bahaya kalau kita menunda waktu lebih lama lagi." ucap Erik dengan serius
Deg...
"Apa maksud kamu?"
"Perempuan itu harus segera mendapatkan pertolongan karena dia menggigit lidahnya sendiri tuan muda," jelas Erik
Bugh...
Tendangan yang sangat keras mendarat mulus di tubuh orang tersebut, semua orang yang awalnya berniat jahat kepada Lina sampai ketakutan setengah mati melihat keadaan salah satu temannya. Tristan pun mulai melangkahkan kakinya ke arah Lina dan menatap Lina dengan wajah penuh penyesalan
__ADS_1
"Maaf, tolong maafkan saya. Seandainya saja tadi saya tidak membiarkan kamu pergi, kamu tidak perlu mengalami hal seperti ini." batin Tristan
"Sebaiknya anda segera membawa perempuan ini tuan muda, saya sendiri yang akan menyelesaikan semua permasalahan di tempat ini." ucap Erik
"Jangan ada yang terlewat sedikitpun," ucap Tristan dengan dingin
"Saya mengerti tuan muda"
Tristan melepaskan jas yang dia gunakan saat itu dan dia pakai untuk menutupi tubuh Lina, dengan sangat hati-hati dia mulai mengangkat tubuh Lina dan membawa Lina kembali ke kediamannya. Tristan langsung membawa Lina ke dalam kamarnya begitu tiba di kediamannya, sedangkan dokter pribadi Tristan sudah tiba lebih dulu dengan semua alat yang di butuhkan untuk menolong Lina
Lina pun langsung mendapatkan pertolongan dari sang dokter, sedangkan sang tuan muda terus berada di sana dan menatap wajah Lina yang terlihat pucat dengan wajah penyesalan hingga sang dokter selesai melakukan semua yang harus dia lakukan
"Bagaimana keadaan dia?" tanya Tristan
"Saya sudah menghentikan pendarahannya tuan muda, saya juga sudah memasukkan obat untuk menetralkan obat yang sudah dia konsumsi di dalam infusnya. Keadaan nona ini akan baik-baik saja setelah cairan infusnya habis," jelas sang dokter
"Tetap berada di rumah ini sampai dia benar-benar terbangun, saya takut dia merasa kesakitan saat nanti dia terbangun." ucap Tristan dengan tegas
"Baik tuan muda"
Tristan mendudukkan tubuhnya di samping Lina sambil terus menatap wajah Lina
"Saya harap kamu akan baik-baik saja dan segera membuka mata kamu, saya tidak suka melihat keadaan kamu yang seperti ini karena kamu terlihat lebih cantik saat kamu mengeluarkan taring kamu," ucap Tristan dengan suara pelan
Tiba-tiba saja Lina membuka kedua bola matanya secara perlahan, dia pun bisa melihat Tristan secara samar
"Apa anda benar-benar datang untuk menyelamatkan saya tuan muda?" batin Lina
"Tolong jangan tinggalkan saya tuan muda, saya berjanji tidak akan pernah melawan perintah anda lagi. Saya juga berjanji akan mengikuti semua keinginan anda, tapi tolong jangan tinggalkan saya sendiri di tempat ini tuan muda." ucap Lina dengan suara pelan dan lirih
Saat itu hati Tristan terasa sakit bukan main, dia pun mencium ujung kepala Lina dengan lembut
"Kamu bisa beristirahat dengan tenang karena semuanya akan baik-baik saja, saya ada di samping kamu untuk menjaga kamu." bisik Tristan dengan lembut
__ADS_1
FLASH OFF