
Lina pun mengerutkan keningnya dengan ekspresi wajah yang semakin aneh
"Kenapa ekspresi wajah kamu seperti itu?" tanya Tristan
"Apa kamu akan selalu melakukan hal itu setiap kamu mengganti wanita yang ada di sisi kamu?" tanya Lina dengan nada sedikit sinis
Lina memang tanpa sadar melontarkan kata-kata seperti itu tapi Tristan tak menunjukkan perasaan tersinggung sama sekali, Tristan hanya menampilkan senyuman penuh arti dan langsung menarik tubuh Lina masuk ke dalam pelukannya
"Kamu pasti tidak akan percaya kalau aku bilang aku hanya melakukan hal itu untuk kamu, aku melakukan hal itu agar kamu tau kalau kamu adalah lembaran baru di dalam hidup aku." batin Tristan
"Sebenarnya kamu ga perlu melakukan hal yang sia-sia seperti itu," ucap Lina
Tristan pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap Lina dengan tatapan mata penuh arti
"Tapi semua keputusan tetap ada di tangan kamu, selama kita terikat perjanjian kita kamu boleh melakukan apapun tanpa harus bilang ke aku." lanjut Lina
Tristan pun menggelengkan sedikit kepalanya
"Walaupun hanya tiga bulan aku ga mau menjalani hubungan yang kaku, selama tiga bulan ini kita harus menjalani hubungan yang selayaknya sebagai pasangan pada umumnya." jelas Tristan
"Lakukan apapun yang kamu inginkan, apa lagi yang mau kamu bahas?"
Tristan pun mulai menatap Lina dengan lekat
"Apa kamu sudah menyiapkan hati kamu untuk mengetahui dalang di balik perbuatan keji yang menimpa kamu?" tanya Tristan dengan wajah serius serius
Sontak saja ekspresi wajah Lina berubah menjadi terlihat memendam amarah yang teramat besar
"Kapan aku bisa mengetahui tentang mereka?" tanya Lina dengan dingin
"Apa hati kamu benar-benar sudah siap?"
Lina menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali
__ADS_1
"Bagaimana kalau orang yang merencanakan itu semua adalah seseorang yang kamu kenal?"
Lina pun menutup kedua bola matanya untuk menahan gejolak yang dia rasakan di dalam dadanya, saat itu entah mengapa hati Tristan ikut terasa sakit melihat Lina yang seperti itu
"Kalau kamu bel.."
Tiba-tiba saja Lina membuka kedua bola matanya dan menatap sang tuan muda dengan tajam, Lina pun tersenyum dingin
"Jangan pernah berniat untuk menutupi sesuatu dari aku, rasanya aku sudah hampir gila memikirkan semua kemungkinan yang ada." ucap Lina dengan dingin
"Apa kamu akan sanggup menerima kenyataan yang ada?" batin Tristan
"Bagaimana kalau aku menawarkan kamu untuk melepaskan rasa dendam kamu? Aku berjanji akan memberikan kamu semua yang kamu inginkan, aku akan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini." ucap Tristan dengan serius
"Kalau begitu lebih baik anda membunuh saya tuan muda," ucap Lina dengan dingin
Tristan pun langsung mengeraskan rahangnya saat mendengar hal tersebut terlontar dari mulut Lina, dia menawarkan hal tersebut agar Lina tak perlu mengetahui kenyataan pahit yang ada tapi Lina memberikan dia jawaban yang membuat darahnya terasa mendidih. Tristan pun mencengkram kedua tangan Lina dengan cukup kuat
Tes...
Air mata Lina terjatuh dari mata indahnya dan dalam sekejap seluruh amarah yang di rasakan oleh Tristan menghilang entah kemana, dengan cepat Tristan langsung menarik tubuh Lina masuk ke dalam pelukannya
"Maaf, aku benar-benar minta maaf." ucap Tristan lirih
Lina tak bisa berkata-kata dengan air mata yang terus menetes dan Tristan pun mencium ujung kepala Lina dengan lembut, Tristan melepaskan pelukannya dan menatap Lina dengan lekat
"Maaf karena tadi aku memberikan kamu pilihan tanpa memikirkan perasaan kamu terlebih dahulu, aku cuma berharap kamu bisa melanjutkan hidup kamu dengan baik dan keluar dari rasa dendam kamu." jelas Tristan dengan wajah bersalah
Entah dari mana datangnya keberanian Lina pada saat itu yang pasti dia menatap sang tuan muda dengan tajam
"Kalau anda benar-benar ingin saya bisa seperti itu seharusnya anda membantu saya untuk melampiaskan semua rasa dendam saya," ucap Lina dengan dingin
Tristan pun menghembuskan nafasnya dengan kasar, untuk saat itu dia tak ada niat mempermasalahkan Lina yang mulai menggunakan bahasa formal kepada dirinya
__ADS_1
"Aku pasti akan mewujudkan semua yang kamu inginkan," ucap Tristan dengan serius
Untuk sesaat hanya ada keheningan di antara mereka berdua dengan saling menatap satu sama lain
"Apa benar orang yang merencanakan hal keji tersebut adalah seseorang yang saya kenal?" tanya Lina dengan serius
"Ganti bahasa kamu kalau kamu ingin mendengarkan jawaban dari aku," ucap Tristan dengan tegas
Lina pun mengulang pertanyaan yang sama dengan bahasa yang tidak formal dan Tristan pun menjawab dengan anggukan kepalanya
"Selama ini aku berusaha menjalani hidup aku dengan cara menghindari untuk mencari masalah dengan orang lain, jadi siapa yang begitu tega melakukan hal seperti itu?" batin Lina
Lina berusaha untuk memutar otaknya dan mencari orang yang memiliki dendam kepadanya
Deg..
Lina pun langsung menatap ke arah sang tuan muda dengan lekat
"Tadi dia sempat bilang kalau otak dari kejadian tersebut adalah orang yang aku kenal, atau jangan-jangan orang yang dia maksud adalah mas Aldi? Tapi apa mungkin mas Aldi sanggup merencanakan hal keji seperti itu?" batin Lina
Lina pun terlihat menggelengkan sedikit kepalanya
"Pasti ada campur tangan perempuan itu!! Buktinya dia sanggup berkata bohong tentang uang yang aku terima ke mas Aldi!! Kalau memang benar mereka adalah otak dari semua itu, aku bersumpah akan membalas semuanya secara terperinci." batin Lina
Tanpa sadar air mata Lina mengalir dengan sendirinya dan membuat sang tuan muda tak suka melihat hal tersebut, dengan cepat sang tuan muda membenamkan wajah Lina ke dada bidangnya
"Aku yakin saat ini kamu sudah bisa mengira siapa dalang di balik itu semua, tapi aku tetap ga suka melihat kamu menjatuhkan air mata kamu karena kamu adalah wanita saya." ucap Tristan dengan serius
Sekuat apapun Lina untuk berusaha tegar tetap saja dia hanya seorang wanita yang berhati lembut, tangisan Lina pun pecah di dalam pelukan hangat sang tuan muda dan Tristan hanya bisa semakin mengeratkan pelukannya
"Saya bersumpah akan memberi dukungan penuh kepada wanita ini hingga kalian menyesal pernah menyakiti wanita ini," batin Tristan sambil mengeraskan rahangnya
"Kalau kamu benar-benar ingin membalas dendam kamu kepada mereka, aku minta kamu untuk mengangkat kepala kamu dan terlihat kuat saat berada di hadapan mereka. Aku bersumpah akan menghukum kamu, kalau kamu berani memperlihatkan sisi lemah kamu yang seperti ini di hadapan mereka." ucap Tristan penuh penekanan
__ADS_1