Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Memancing Masalah


__ADS_3

Lina berusaha beberapa kali melakukan hal yang sama dan tetap saja berakhir dengan hal yang sama, tapi semakin lama Lina mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi kepada dirinya dan hal tersebut di mulai dari tenaga yang Lina miliki menghilang entah kemana


"Ada yang ga beres dengan tubuh aku!! Obat apa yang sebenarnya tadi mereka paksa aku untuk minum?" batin Lina


Lina pun melepaskan tatapan membunuhnya


"Apa yang sebenarnya kalian inginkan dari saya?!!" teriak Lina sekuat tenaga


Semua orang yang berada di sana hanya melepaskan senyuman jahat dan dengan mudahnya Lina mengetahui arti senyuman mereka


"Kamu ga boleh menjadi pengecut Herlina Iskandar!!" batin Lina


"Sebaiknya kalian melepaskan saya kalau tidak ingin terlibat masalah!!" ucap Lina penuh penekanan


Sang pemimpin dari orang-orang tersebut tertawa lepas mendengar hal tersebut


"Apa kamu pikir orang seperti kami akan merasa takut dengan yang namanya sebuah masalah?" tanya sang pemimpin di sela tawanya


Lina hanya bisa terdiam dengan ekspresi wajah yang sama


"Kalau kamu ingin semua masalah di antara kita cepat selesai sebaiknya kamu diam dan tak perlu memberi perlawanan, kami pasti akan melepaskan kamu saat tugas kami sudah selesai." lanjut sang pemimpin


"Dia bilang tugas, berarti ada seseorang yang memerintahkan mereka untuk melakukan hal seperti ini terhadap aku." batin Lina


"Apa kamu tidak merasa penasaran dengan tugas yang saya maksud?" tanya sang pemimpin


Lagi-lagi Lina hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sudah tak menentu


"Tugas kami adalah membuat kamu merasakan yang namanya sebuah kepuasan," lanjut sang pemimpin

__ADS_1


Semua orang yang berada di sana tertawa lepas dan membuat hati Lina semakin di selimuti perasaan takut, semakin lama tubuh Lina terasa semakin aneh dan dia menggigit tangannya sendiri untuk mendapatkan kesadarannya. Tiba-tiba saja


Plak...


Sebuah tamparan yang sangat kuat mendarat mulus di pipi Lina hingga bercak darah keluar dari ujung bibir Lina


"Kamu tidak perlu repot-repot untuk menyakiti diri kamu sendiri, karena saya yang akan melakukan hal itu di akhir permainan kita." ucap sang pemimpin di akhiri dengan tawa yang lepas


Saat itu Lina tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mengalirkan air matanya, tapi anehnya pada saat itu wajah sang tuan muda terlintas di dalam benak Lina


"Anda ada di mana tuan muda? Bukankah selama ini ada selalu ada di manapun saya berada? Saya mohon selamatkan saya dari mereka, saya berjanji saya akan mengikuti semua keinginan anda tapi saya mohon selamatkan saya dari tempat ini." batin Lina


Secara perlahan Lina mulai kehilangan kendali atas dirinya sendiri karena pengaruh obat yang telah dia konsumsi, semua orang yang berada di tempat itu tersenyum puas melihat hal tersebut


"Saatnya kalian semua beraksi, saya sendiri akan menjadi hidangan penutup bagi perempuan ini." ucap sang pemimpin


Semua orang yang berada di sana mulai melepaskan pakaian mereka masing-masing dengan senyuman bahagia, mereka benar-benar merasa beruntung mendapatkan tugas seperti itu sedangkan wajah Lina benar-benar menggoda


Hingga salah satu dari mereka terlihat mulai tidak sabar untuk melakukan aksi bejat mereka selanjutnya, oang tersebut merobek pakaian Lina dengan cara yang sangat kasar dan berhasil membuat Lina mendapatkan sedikit kesadarannya lada saat itu


"Apapun yang terjadi aku ga boleh berakhir seperti ini!! Lebih baik aku kehilangan nyawa aku di bandingkan aku harus kehilangan kehormatan aku dengan cara seperti ini!!" batin Lina


Lina pun mulai menggigit lidahnya sendiri untuk mengakhiri hidupnya, awalnya semua orang yang berada di sana tak menyadari akan hal tersebut karena mereka terbuai oleh tubuh mulus Lina. Sedangkan Lina sendiri mulai meneteskan air matanya


"Mungkin ini akan menjadi akhir dari hidup aku, satu-satunya penyesalan di dalam hidup aku adalah aku ga berhasil menemukan laki-laki yang tulus memberikan pundaknya di saat aku merasa lelah." batin Lina


Lina terus menggigit lidahnya hingga darah segar mulai keluar dari celah bibirnya, sang pemimpin yang merekam itu semua pun menyadari hal tersebut


"Dasar bodoh!! Cepat hentikan perbuatan dia!!" teriak sang pemimpin

__ADS_1


Semua orang langsung berhenti melakukan aksi bejatnya dan menatap ke arah sang pemimpin dengan wajah bingung, dengan cepat sang pemimpin meletakkan kamera yang berada di tangannya lalu mencoba menghentikan apa yang sedang Lina lakukan saat itu. Semua yang berada di sana pun ikut membantu setelah menyadari apa yang sedang terjadi saat itu, di sisi lain secara perlahan Lina mulai kehilangan kesadarannya


Di saat Lina sedang memilih jalan kematian di bandingkan dia harus kehilangan kehormatan yang dia miliki, tapi di tempat yang berbeda Anita sedang menatap Aldi dengan senyuman terbaik yang dia miliki


"Kenapa kamu lihat aku sampai seperti itu sayang? Kalau kamu lihat aku dengan cara yang seperti itu, aku jadi ga bisa konsentrasi bawa mobilnya." ucap Aldi


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas sayang?" tanya Anita


"Tentu saja sayang, terima kasih karena kamu sudah membantu aku membalaskan rasa sakit hati aku terhadap perempuan itu. Perempuan seperti dia memang harus di beri pelajaran yang berharga," jawab Aldi tanpa rasa bersalah sama sekali


"Apa ini artinya aku sudah bisa merencanakan pertemuan antara kamu dan kedua orang tua aku sayang?"


Aldi melirik sekilas ke arah Anita sambil tersenyum tipis


"Kenapa ga sayang?"


Anita yang merasa bahagia mengangkat sedikit tubuhnya dari tempat duduknya saat itu dan menghadiahkan sebuah ciuman di pipi Aldi, sedangkan Aldi hanya tersenyum penuh kemenangan pada saat itu


"Jangan salahkan aku karena sudah berbuat kejam terhadap kamu Lin, itu adalah hukuman yang setimpal untuk seorang perempuan seperti kamu." batin Aldi


"Terima kasih ya sayang, aku benar-benar merasa bahagia karena sebentar lagi kamu akan menjadi milik aku seutuhnya." ucap Anita dengan wajah bahagia


"Mulai sekarang aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan sayang"


Tiba-tiba saja Anita terdiam dan menatap Aldi dengan lekat


"Bagaimana kalau kita melakukan berpesta untuk merayakan hal ini sayang?" tanya Anita


Tangan kiri Aldi mulai mencari keberadaan salah satu tangan Anita lalu mencium tangan Anita dengan lembut

__ADS_1


"Aku kan sudah bilang kalau mulai sekarang aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan sayang, aku akan melakukan apapun yang bisa membuat kamu bahagia." ucap Aldi dengan lembut


Hati Anita saat itu melambung bebas karena perasaan bahagia, tanpa tau bahwa saat itu dia sedang memancing sebuah masalah di dalam hidupnya


__ADS_2