
Tristan terus menatap jauh ke dalam mata Lina dan dia hanya bisa menemukan rasa dendam yang teramat besar dari sorot mata Lina saat itu
"Sepertinya saya harus merasa bersyukur karena mereka berani melakukan hal keji itu terhadap kamu, dengan adanya kejadian tersebut kamu menyerahkan diri kamu ke dalam pelukan saya. Mulai saat ini saya akan punya banyak kesempatan untuk mendapatkan hati kamu sepenuhnya," batin Tristan dengan senyuman penuh arti
"Apa kamu tau arti dari menjadi wanita saya yang penurut?" tanya Tristan
Untuk sesaat timbul keraguan di dalam hati Lina akan kesepakatan tersebut tapi tak lama kemudian Lina terlihat menggelengkan sedikit kepalanya
"Tidak perlu merasa ragu wahai Herlina Iskandar!! Setidaknya kamu hanya perlu melakukan hal hina itu dengan satu orang, tapi mereka akan mendapatkan balasan yang sepadan!!" batin Lina
Tiba-tiba saja Lina mulai bangkit dari duduknya dan membuat sang tuan muda terus memperhatikan dirinya dengan seksama, Lina mulai melepaskan kancing pakaian yang dia gunakan pada saat itu. Entah mengapa saat itu Tristan benar-benar merasa tidak nyaman melihat hal tersebut, setelah semua kancing terlepas dari tempatnya Lina melepaskan pakaiannya tanpa rasa ragu sama sekali
"Mulai detik ini anda boleh melakukan apapun yang anda inginkan terhadap saya tuan muda," ucap Lina dengan serius
Deg..
Tristan mulai mengeraskan rahangnya saat tatapan matanya tertuju ke arah lebam yang berada di tubuh Lina, dia pun mulai bangkit dari duduknya dan menyambar bibir Lina dengan cara yang sedikit kasar karena perasaan yang dia sendiri tak mengerti
Lina pun langsung mendorong tubuh sang tuan muda karena merasa kurang nyaman dengan hal tersebut, tiba-tiba saja Tristan menutupi tubuh Lina dengan pakaian yang sebelumnya telah Lina lepaskan. Ternyata Tristan mengambil pakaian tersebut sesaat sebelum dia mencium bibir Lina
"Apa yang sedang anda lakukan tuan muda?" tanya Lina dengan perasaan sedikit bingung
"Jangan pernah ulangi perbuatan kamu yang seperti itu, saya akan meminta bayaran saya saat saya menginginkan hal tersebut." jawab Tristan dengan tegas
Lina pun langsung menundukkan wajahnya
"Apa anda sudah tidak berminat dengan saya tuan muda? Apa ini artinya saya tidak bisa meminjam kekuatan yang anda miliki?" tanya Lina lirih
Tristan pun menghembuskan nafasnya dengan kasar dan dengan hati-hati dia memakaikan pakaian Lina dengan benar, sang taun muda juga memberikan sebuah ciuman yang lembut di ujung kepala Lina
__ADS_1
"Buang jauh semua pemikiran bodoh kamu itu, saya hanya tidak berselera terhadap wanita yang sedang sakit." ucap Tristan dengan lembut
Lina mulai mengangkat wajahnya dan sang tuan muda melepaskan sebuah senyuman yang terlihat hangat
"Saya tidak tau dari mana kamu bisa punya pemikiran seperti itu? Sekalipun saya mengatakan isi hati saya yang sebenarnya, saya yakin kamu tidak akan percaya kalau saya sudah di taklukkan oleh kamu." batin Tristan
"Untuk saat ini sebaiknya kita istirahat, kamu harus banyak istirahat agar cepat pulih." ucap Tristan dengan lembut
Tristan mulai menggenggam tangan Lina dan mulai melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur, tiba-tiba saja Lina menghentikan langkah kakinya sambil mengeratkan genggaman tangannya dan hal tersebut membuat Tristan langsung menatap ke arahnya
"Ada apa?" tanya Tristan
"Anda belum memberitahukan kepada saya tentang orang yang merencanakan hal keji tersebut kepada saya tuan muda," ucap Lina dengan serius
"Apa kamu tidak percaya dengan saya?"
"Anda jangan salah paham tuan muda, saya tidak mungkin punya pemikiran seperti itu saya hanya penasaran tentang kebenarannya"
Sontak saja Lina menunjukkan guratan kesedihan yang bercampur dengan kekecewaan saat itu, sang tuan muda pun menjadi kurang suka melihat hal tersebut. Dengan cepat Tristan mencium bibir Lina dengan lembut dan membuat Lina membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna karena merasa terkejut, sedangkan Tristan melepaskan senyuman yang hangat setelah mengakhiri ciuman tersebut
"Saya akan memberikan kamu peraturan pertama di dalam hubungan kita saat ini," ucap Tristan
"Peraturan seperti apa yang anda maksud tuan muda?"
"Kamu di larang untuk menunjukkan wajah bersedih ataupun kecewa saat kamu berada di hadapan saya, kamu harus tau kalau saya tidak suka melihat wanita saya bersedih untuk alasan apapun. Saya harap kamu bisa melakukan hal tersebut sebagai bentuk kesungguhan dari kamu," jelas Tristan
Lina pun melepaskan senyuman terbaik yang bisa di berikan pada saat itu
"Saya akan melakukan apapun yang anda perintahkan tuan muda, saya akan membuat hati anda senang dan memanfaatkan kekuatan yang anda miliki dengan baik." batin Lina
__ADS_1
Tiba-tiba saja Tristan menghadiahkan sebuah ciuman lembut di ujung kepala Lina
"Saya senang karena kamu berubah menjadi wanita yang penurut, wanita yang berada di samping saya memang harus terlihat bahagia seperti ini." ucap Tristan dengan lembut
Tristan melanjutkan langkah kakinya sambil terus menggenggam tangan Lina, saat itu Tristan memilih untuk memiringkan tubuhnya agar dia bisa menatap wajah Lina dengan bebas dengan salah satu tangan berada di atas tubuh Lina
Untuk pertama kalinya di dalam hidup Lina dia tertidur di samping seorang laki-laki yang bukan suaminya, di sisi lain hal tersebut juga menjadi yang pertama bagi Tristan tidur di samping seorang wanita tanpa ada keinginan sedikitpun untuk menyentuh wanita tersebut
Di tempat yang berbeda Anita dan Aldi baru saja beristirahat setelah mereka puas dengan pesta dan pergumulan panas mereka, di alam mimpi Aldi bermimpi bertemu dengan Lina dan di alam mimpi Lina menatap Aldi dengan wajah penuh kekecewaan
"Untuk apa kamu menemui aku Lin? apa sekarang kamu baru merasa menyesal?" tanya Aldi dengan sinis
Lina pun tersenyum getir dan mulai meneteskan air matanya
"Aku menemui kamu hanya untuk bilang sesuatu sama kamu mas"
"Apa yang ingin kamu sampaikan kepada aku?" tanya Aldi
"Aku hanya ingin kamu tau kalau sampai kemarin kamu adalah satu-satunya lelaki di dalam hidup aku mas, kamu satu-satunya yang pernah menyentuh tubuh dan hati aku mas. Tapi itu semua hanya berlaku sampai kemarin mas," jawab Lina dengan air mata yang semakin hebat
Aldi pun hanya terdiam
"Aku juga harus mengucapkan terima kasih untuk kado spesial yang telah kamu berikan kepada aku mas, aku ga pernah menyangka kamu bisa berbuat setega itu terhadap aku mas"
Entah hanya karena perasaan bersalah atau apapun itu yang pasti Aldi seperti bisa merasakan kesedihan yang Lina rasakan saat itu, bahkan di alam nyata Aldi mulai meneteskan air matanya
"Aku minta maaf sama kamu Lin, aku cuma..."
Lina pun tersenyum getir sambil menggelengkan sedikit kepalanya dan hal tersebut membuat Aldi tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan
__ADS_1
"Kamu ga perlu meminta maaf karena aku ga membutuhkan permintaan maaf dari kamu mas, tapi kamu harus tau mulai detik ini aku hidup hanya untuk membenci kamu mas." ucap Lina lirih
Aldi pun terjaga dari tidurnya dengan perasaan yang tak menentu, sejuta sesal hadir di dalam hati Aldi pasa saat itu tapi sebuah penyesalan tak akan bisa merubah sebuah kenyataan yang telah terjadi