
Lina membeku di tempat yang sama mendengar ucapan Tristan saat itu, ada sebuah perasaan yang tak dia mengerti pada saat itu
"Apa-apaan dengan perasaan ini? Aku sendiri yang menginginkan hal ini, tapi kenapa hati aku sakit saat mendengar hal ini. Buang jauh semua pemikiran yang tidak penting Herlina Iskandar!! Tujuan hidup kamu saat ini hanya membalas perbuatan mereka!!" batin Lina
Lina masih larut dalam pemikirannya saat itu dan tiba-tiba saja Tristan mulai memeluk tubuh Lina dari belakang
"Aku akan mengikuti keinginan kamu, kita akan menjalani hubungan kita sesuai keinginan kamu." bisik Tristan dengan lembut
Lina masih tetap setia dengan posisi yang sama dan sang tuan muda mulai mencium leher putih Lina dengan lembut
"Aku akan menggunakan cara ini untuk menghapus semua jejak laki-laki dari diri kamu," batin Tristan
Tanpa banyak bicara Tristan mulai menggenggam tangan Lina masuk ke dalam kamar sang tuan muda, Tristan mulai menyambar bibir merah Lina setelah dia mengunci pintu kamar tersebut. Kecupan demi kecupan di bibir Lina tak berhenti sambil terus mengarahkan tubuh Lina menuju ke arah tempat tidur, dengan sangat perlahan Tristan membaringkan tubuh Lina di atas tempat tidur
"Apa kamu sudah siap?" tanya Tristan dengan nafas yang mulai berat
"Apa kamu ingin aku melakukan sesuatu untuk membuat kamu senang?" tanya Lina balik
"Kamu tidak perlu melakukan apapun karena kamu sudah berhasil menguasai hati aku sepenuhnya, saatnya aku yang berjuang untuk mendapatkan hati kamu." batin Tristan dengan senyuman penuh arti
Tristan pun mulai membuka pakaian yang dia gunakan saat itu dan memegang salah satu tangan Lina lalu mengarahkan tangan Lina ke bagian perutnya yang seperti roti sobek
"Dasar manusia berotak mesum!! Apa saat ini kamu sedang memperlihatkan kesempurnaan tubuh kamu di hadapan aku?" batin Lina
Secara perlahan Tristan menarik tali yang membentuk sebuah pita di gaun yang Lina gunakan saat itu dan Lina hanya bisa memejamkan kedua bola matanya pada saat itu
"Tahan Lina!! Ini adalah bayaran yang harus kamu berikan demi membalaskan rasa dendam kamu!!" batin Lina
Tapi anehnya Lina tak merasakan pergerakan apapun setelah itu, secara perlahan Lina mulai membuka kedua bola matanya dan dia bisa melihat Tristan sedang menatap wajahnya dengan lekat
__ADS_1
"Jangan menutup mata kamu selama kita melakukan hal ini, aku ingin kamu melihat dan sadar siapa orang yang ada di hadapan kamu saat ini." ucap Tristan dengan lembut lalu tersenyum hangat
Deg.. Deg.. Deg..
Lina merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya, tak ingin larut dalam perasaan tersebut dia memilih untuk mengalihkan pandangan matanya. Tristan tersenyum tipis dan membuat wajah Lina kembali ke tempat semula agar pandangan mata mereka saling bertemu
Tristan mulai mencium bibir Lina dengan lembut, ciuman tersebut semakin lama semakin panas. Tristan sendiri seolah tak bisa merasa puas menikmati kelembutan bibir Lina, sang tuan muda mulai menelusup kan lidahnya dan Lina tetap mengeratkan deretan giginya agar usaha Tristan saat itu tidak berhasil. Sekuat apapun Tristan berusaha Lina tetap melakukan hal yang sama
"Apa dia bahkan ga bisa berpura-pura untuk menerima keberadaan aku? Atau jangan-jangan hanya laki-laki itu yang bisa menyentuh dia untuk selamanya?" batin Tristan
Dengan perasaan yang jengkel Tristan langsung menjatuhkan tubuhnya di samping Lina, dia juga menggunakan salah satu tangannya untuk menutupi bagian matanya. Di sisi lain Lina merasa sedikit bersalah atas keadaan tersebut
"Maaf," ucap Lina terdengar sedikit lirih
Tristan hanya terdiam dengan posisi yang sama
Lina tak bisa menyelesaikan kata-kata yang akan dia ucapkan karena tiba-tiba saja Tristan langsung menatap dia dengan tatapan mata yang tajam
"Maaf," ucap Lina sambil mengalihkan pandangan matanya
Hanya kata maaf yang bisa terlontar dari bibir Lina pada saat itu, Tristan pun langsung mendudukkan tubuh dengan sempurna dengan cara menurunkan kakinya dari atas tempat tidur dan membelakangi tubuh Lina
"Sampai kapan aku harus menerima sikap kamu yang seperti itu? Atau jangan-jangan kamu sudah lupa dengan status kamu yang sebenarnya?" tanya Tristan dengan dingin
Lina tak bisa berkata-kata pada saat itu, di satu sisi dia sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan dengan melakukan hal tersebut. Tapi di sisi lain hati Lina terasa sakit karena Tristan telah mengingatkan posisinya yang sebenarnya, Lina benar-benar melupakan posisinya yang sebenarnya karena perasaan nyaman yang Tristan berikan selama ini
"Kalau kamu ingin membuat dinding pemisah di antara kita lebih baik kita akhiri saja hubungan ini sampai di sini," lanjut Tristan dengan dingin
Tristan yang sedang di bakar perasaan kecewa dan cemburu langsung bangkit dari duduknya, sedangkan Lina hanya bisa terdiam dengan kedua bola mata yang membulat sempurna
__ADS_1
"Rapihkan pakaian kamu, aku sendiri yang akan mengantarkan kamu ke dalam pelukan laki-laki itu." ucap Tristan dengan dingin
Tristan langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruang ganti dan Lina langsung mendudukkan tubuhnya dengan sempurna
"Apa maksud semua ucapan dia? Dia mau membawa aku ke sisi mas Aldi, apa dia berniat membunuh aku secara perlahan?" batin Lina dengan hati yang tak menentu
Di sisi lain Tristan mengambil salah satu kemeja dan mulai memakai kemeja tersebut
"Kamu benar-benar berubah menjadi manusia bodoh Tristan!! Sekarang saatnya kamu berhenti untuk berjuang!!" gerutu Tristan dalam hatinya
Tristan sedang asik dengan pemikirannya sendiri dan di sisi lain Lina tak mungkin berdiam diri setelah mengetahui jalan pikiran Tristan, Lina pun menyusul sang tuan muda ke ruang ganti. Hati Lina di buat tak menentu setelah melihat Tristan sudah mulai menggunakan pakaian rapi
"Jadi dia benar-benar berniat mengantarkan aku ke sisi mas Aldi!! Ga!! Sampai mati sekalipun aku ga mungkin kembali ke sisi mas Aldi!!" batin Aldi
"Apa aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Lina
Tristan memutar tubuhnya dan menatap Lina dengan tajam, sontak saja Lina langsung menundukkan pandangan matanya melihat ekspresi Tristan yang seperti itu
"Aku tau aku sudah berbuat salah karena aku ga melakukan kewajiban aku seperti perjanjian kita, tapi apa aku bisa minta sedikit waktu?" tanya Lina dengan hati-hati
Tanpa sengaja tatapan mata Tristan tertuju ke arah kedua tangan Lina yang saling bertautan dan bergetar dengan hebat
"Astaga!! Bisa-bisanya hati aku langsung luluh melihat keadaan dia yang seperti itu!!" gerutu Tristan dalam hatinya
"Tatap mata aku kalau kamu sedang bicara dengan aku," ucap Tristan
Lina pun mulai mengangkat wajahnya dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca
"Tolong berikan aku sedikit waktu untuk menyesuaikan keadaan yang ada di antara kita, aku akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi." lanjut Lina
__ADS_1