
FLASH BACK
"Apa kamu sudah siap untuk melakukan semua rencana di hari ini?" tanya Tristan sambil memeluk tubuh Lina dari belakang
"Apa saja yang harus saya lakukan di hari?"
"Untuk langkah pertama aku akan mempertemukan kamu dengan perempuan itu dan kamu boleh melakukan apapun yang kamu inginkan, kamu tak perlu khawatir tentang apapun karena aku akan mengirimkan seseorang untuk menjaga kamu." jelas Tristan
Lina pun tersenyum dingin
"Benar-benar mengerikan yang namanya uang," cibir Lina
Tristan mulai melepaskan pelukan dan memutar tubuh Lina agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu
"Apa maksud kamu?" tanya Tristan dengan wajah serius
"Uang benar-benar bisa mengatur semuanya dengan mudah, padahal saat dulu aku merasa kesulitan untuk bernafas saat berhadapan dengan perempuan itu." jelas lina dengan dingin
"Mulai detik ini kamu bahkan bisa menginjak dia bila itu memang yang kamu inginkan dan aku akan menyelesaikan semua permasalahan yang kamu timbulkan, tapi apa hanya hal seperti itu yang kamu inginkan?"
Lina menggelengkan kepalanya dengan tatapan mata memendam seribu dendam
"Aku mau melihat mereka merasakan rasa sakit yang aku rasakan, hanya dengan cara itu aku bisa melanjutkan hidup aku dengan tenang." jelas Lina
Tristan pun memeluk tubuh Lina dengan sangat erat
"Ini hanya permulaan, setelah ini kita akan memainkan permainan yang lebih menarik lagi. Aku akan terus menjadi pendukung kamu sampai seluruh rasa dendam kamu terlampiaskan," ucap Tristan dengan yakin
"Terima kasih," ucap Lina dengan tulus
"Tapi ada syarat yang harus kamu penuhi untuk melancarkan itu semua"
Lina mendongakkan kepalanya dan menatap sang tuan muda dengan lekat
"Yang pertama kamu di larang untuk menunjukkan sisi lemah kamu di hadapan mereka karena aku ga mau menanggung malu telah menjadi pendukung kamu," ucap Tristan dengan serius
Lina hanya menjawab dengan anggukan kepala
__ADS_1
"Yang kedua kamu harus bisa mengendalikan amarah kamu di hadapan mereka," lanjut Tristan
Lina pun langsung menunjukkan wajah sedikit bingung mendengar hal tersebut karena dia sendiri tak merasa yakin apakah dia sanggup melakukan hal tersebut
"Mereka akan dengan mudahnya membaca diri kamu kalau kamu sampai melakukan sesuatu yang terlihat konyol di hadapan mereka, yang harus kamu lakukan adalah membuat mereka terjebak di dalam permainan kita." jelas Tristan
"Aku akan berusaha melakukan semuanya sebaik mungkin," ucap Lina dengan yakin
"Kalau begitu sebaiknya kamu mulai bersiap karena sebentar lagi saatnya kamu untuk bertemu dengan perempuan itu"
FLASH OFF
"Apa kamu salah satu pengawal pribadi Tristan Putra Pratama?" tanya Anita dengan tegas
Pria kekar tersebut hanya terdiam dengan wajah seriusnya dan Anita melepaskan senyuman yang terlihat sedikit meremehkan
"Kalau kamu salah satu pengawal pribadi dari laki-laki itu seharusnya kamu juga tau siapa saya yang sebenarnya," lanjut Anita
Deg..
"Apa maksud perempuan ini? hubungan apa yang ada antara perempuan ini dan laki-laki itu?" batin Lina
"Apa orang rendahan seperti kamu punya hak untuk bersikap tidak sopan seperti ini kepada saya?" tanya Anita penuh penekanan
Pria kekar tersebut melepaskan senyuman yang terlihat dingin
"Saya tau dengan pasti siapa anda yang sebenarnya nona"
Anita tersenyum tipis mendengar hal tersebut
"Tapi saya bekerja tidak bekerja untuk keluarga Pratama melainkan kepada tuan muda Tristan, tuan muda Tristan menugaskan saya untuk menjaga nona muda dengan baik terutama dari anda." jelas pria kekar tersebut dengan tegas
Dengan wajah penuh amarah Anita meninggalkan tempat itu dan menyisakan Lina yang melakukan perawatan di tempat itu dengan sejuta pertanyaan melayang bebas di dalam pikirannya, saat Lina selesai melakukan semua yang harus dia lakukan di tempat itu sang tuan muda sudah menunggu dia di sana dengan senyuman yang hangat
"Apa kamu siap untuk melanjutkan perburuan kamu hari ini?" tanya Tristan dengan lembut
Lina pun mengikuti keinginan sang tuan muda ke sebuah butik yang cukup ternama di kota, Lina di minta untuk mencoba beberapa gaun yang akan dia gunakan pada malam itu. Tapi sampai detik terakhir hati Lina masih merasa terganggu dengan ucapan Anita sebelumnya
__ADS_1
Lina pun mulai menatap sang tuan muda dengan lekat saat mereka sudah berada di dalam mobil dengan penampilan terbaik mereka, saat itu Lina sudah tak bisa lagi menahan perasaan yang dia rasakan di dalam dadanya
"Ada apa?" tanya Tristan
"Sebenarnya hubungan apa yang anda miliki dengan perempuan itu?" tanya Lina dengan wajah seriusnya
"Menurut kamu hubungan apa yang kami miliki?"
"Apa dia salah satu perempuan yang pernah menjadi mainan anda?" tanya Lina
Tristan pun tertawa lepas dan membuat Lina merasa sedikit bingung dengan hal tersebut, tapi tak lama kemudian wajah dingin yang sangat menakutkan terlihat dari ekspresi wajah sang tuan muda saat itu
"Perempuan seperti dia bahkan tidak berhak untuk membersihkan sepatu aku," ucap Tristan dengan dingin
Entah mengapa saat itu Lina bisa melihat kesedihan yang mendalam dari tatapan mata Tristan pada saat itu, tanpa sadar Lina langsung menggenggam tangan sang tuan muda dan membuat Tristan menatap ke arah Lina
"Aku memang ga tau masalah apa yang ada di antara kalian berdua, tapi aku harap kehadiran aku di samping kamu bisa memberikan kekuatan di dalam hati kamu saat kamu berhadapan dengan dia." ucap Lina dengan lembut di akhiri dengan senyuman hangat
"Apa kamu masih bisa bicara seperti seandainya kamu tau kalau pada awalnya aku berniat memanfaatkan kamu untuk memberi pelajaran kepada anak itu?" batin Tristan sambil tersenyum tipis
Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah tempat dan Tristan langsung menatap ke arah Lina
"Kamu harus tau kalau aku akan membawa kamu ke dalam sebagai calon istri aku," ucap Tristan
Sontak saja Lina langsung mengerutkan keningnya dengan wajah bingung
"Kalau aku melakukan hal itu di depan keluarga besar Pratama maka perempuan itu harus mengalah dan menunda rencana mereka, mereka sudah mulai mempersiapkan semuanya untuk pernikahan mereka dan ini adalah langkah terbaik yang harus kita lakukan untuk menggagalkan rencana bahagia mereka." jelas Tristan
"Apa hubungan perempuan itu dengan keluarga Pratama?" tanya Lina dengan wajah bingung
Tristan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menggenggam tangan Lina
"Kami berdua memiliki ayah yang sama," jelas Tristan terdengar sedikit lirih
Lina menarik tangannya yang berada di dalam genggaman sang tuan muda karena perasaan terkejut mendengar penjelasan dari tersebut
"Jadi kamu saudara dari perempuan itu?!!" tanya Lina penuh penekanan dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca
__ADS_1
Lina menatap sang tuan muda dengan tatapan membunuhnya dan wajah yang tidak bersahabat