
Entah mengapa Tristan tak memiliki semangat untuk melanjutkan semua pekerjaan yang ada di hadapannya pada saat itu, dia merasa harinya menjadi berantakan karena Lina. Tristan pun segera bangkit dari bangku kebesarannya
"Saya akan pulang"
"Baik tuan muda"
Erik pun mengikuti langkah kaki Tristan yang mulai meninggalkan ruangan tersebut, saat itu Erik tak bisa berbuat banyak tentang permasalahan Lina karena sang tuan muda tak memberikan perintah apapun. Sesuatu yang tak terduga terjadi saat mereka di perjalanan pulang karena tanpa sengaja Tristan melihat Aldi dan Anita baru saja keluar dari sebuah rumah makan dengan senyuman bahagia
"Kalau laki-laki itu berada di sini itu artinya dia tidak bersama dengan perempuan itu, berarti ada di mana perempuan itu?" batin Tristan dengan wajah panik
Adit pun mulai melihat ke arah jam tangan yang dia gunakan pada saat itu
"Sudah jam segini, artinya sudah hampir dua jam perempuan itu menghilang dan tak ada kabar!!" batin Tristan
"Kerahkan semua sumber daya yang kita miliki untuk mencari keberadaan perempuan itu, saya mau secepatnya perempuan itu sudah di temukan." ucap Tristan dengan dingin
"Baik tuan muda," jawab Erik
Erik yang berada di bangku depan langsung terlihat sibuk untuk melaksanakan perintah dari sang tuan muda, sedangkan sang tuan muda di bangku belakang sudah terlihat gelisah dengan hati yang di selimuti perasaan takut. Untuk pertama kalinya seorang Tristan merasakan perasaan takut sebesar itu di dalam hatinya
"Saya memerintahkan kamu untuk baik-baik saja, saya tidak akan memaafkan kamu kalau sampai ada hal buruk menimpa kamu." batin Tristan sambil mengeraskan rahangnya
Sudah pasti semua orang yang berada di dalam mobil bersama sang tuan muda merasa tertekan dengan aura yang di keluarkan oleh sang tuan muda pada saat itu, di sisi lain Anita baru saja masuk ke dalam mobilnya bersama Aldi dan memeriksa ponselnya
"Astaga!! Ternyata ponsel aku ga aktif sayang," ucap Anita
Aldi melirik sekilas ke arah Anita sambil tersenyum tipis, Anita mengisi baterai ponselnya yang ternyata habis tanpa dia sadari dan saat dia menghidupkan ponselnya ada sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponselnya
"Mereka baru saja memberikan kabar bahwa perempuan itu telah berhasil di amankan nona muda, mereka juga bertanya kapan mereka harus memulai tugas mereka?"
Pesan singkat tersebut ternyata di kirimkan oleh orang kepercayaan Anita dan dia pun segera menghubungi orang tersebut
__ADS_1
"Apa sampai sekarang mereka masih belum melakukan tugas mereka?" tanya Anita dengan dingin
"Bukankah anda memberikan perintah bahwa hal tersebut harus di lakukan saat anda memberikan perintah," jawab orang di seberang sana
"Sudah berapa lama perempuan itu ada di tangan mereka?"
"Sudah hampir dua jam nona moda"
Anita pun tersenyum tipis
"Hal ini membuktikan bahwa laki-laki itu tak memiliki hubungan apapun dengan perempuan itu, kalau perempuan itu spesial di mata laki-laki itu tak mungkin perempuan itu bisa berada di tangan mereka sampai selama ini." batin Anita
"Jangan menunda waktu lagi dan perintahkan untuk melakukan hal tersebut saat ini juga, jangan lupa sampaikan kepada mereka untuk memuaskan perempuan itu dengan baik." ucap Anita
"Baik nona muda"
Anita mengakhiri panggilan telepon tersebut dan langsung menatap ke arah Aldi
Saat itu Lina berada di dalam sebuah kamar dalam keadaan tak sadarkan diri, di tempat yang sama ada beberapa orang pria yang siap untuk melakukan aksi bejat mereka kepada Lina. Mereka semua hanya sedang menunggu perintah untuk memulai semuanya, mereka semua langsung tersenyum jahat saat perintah telah datang
"Bangunkan perempuan itu," ucap sang pemimpin
Byur...
Salah seorang dari mereka menyiramkan seember air dingin ke arah Lina yang saat itu sudah berbaring di atas tempat tidur, Lina pun langsung tersadar dan mendudukkan tubuhnya dengan sempurna sambil melepaskan pandangan matanya ke sekeliling untuk mencari tau yang sedang terjadi
"Ada apa ini?" batin Lina dengan hati yang tak menentu
"Akhirnya kamu bangun juga sayang," ucap salah satu dari mereka
Walaupun saat itu hati Lina sudah di selimuti perasaan takut dia tetap berusaha terlihat tenang sambil melepaskan tatapan mata yang tajam
__ADS_1
"Siapa kalian?!! Kenapa kalian membawa saya ke tempat ini?!!" tanya Lina dengan volume suara yang besar
Pemimpin mereka terlihat tidak suka dengan sikap Lina saat itu
"Terlalu berisik!! Paksa dia untuk meminum obat yang sudah kita siapkan!!" ucap sang pemimpin dengan tegas
Semua orang langsung bergerak untuk memegang tubuh Lina agar tak bisa memberikan perlawanan, salah satu dari mereka
Beberapa orang langsung bergerak untuk memegang tubuh Lina dan satu orang di antara mereka memasukkan sesuatu ke dalam mulut Lina secara paksa. Lina sadar bahwa hal tersebut pastinya bukan sesuatu yang baik, dia pun menahan obat tersebut agar tak tertelan dan mengeluarkan obat tersebut
"Dasar perempuan kurang ajar!!" teriak sang pemimpin penuh amarah
Sang pemimpin yang awalnya hanya memberikan perintah dan mengawasi pun mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah Lina, tiba-tiba saja
Plak..
Sebuah tamparan yang sangat kuat mendarat mulus di pipi Lina hingga membuat Lina membeku karena perasaan takut, dengan sangat kasar orang tersebut memasukkan kembali obat tersebut ke dalam mulut Lina sekali lagi. Orang tersebut menutup rapat mulut dan hidung Lina sehingga Lina menelan obat tersebut
"Lepaskan dia dan tunggu obat itu mulai bereaksi," ucap sang pemimpin
Semua orang yang sempat memegangi tubuh Lina mulai melepaskan tubuhnya dan melangkah mundur dengan senyuman jahat menghiasi bibir mereka
"Siapa sebenarnya mereka? Kenapa mereka melakukan hal seperti ini terhadap aku? Apa salah aku terhadap mereka?" batin Lina dengan air mata yang mulai menetes
Air mata yang terjatuh dari pelupuk mata Lina saat itu tak membuat satu orang pun pria yang berada di sana menjadi iba dengan dirinya, mereka tertawa bahagia seolah mereka sedang menikmati ekspresi yang Lina tunjukkan pada saat itu
"Aku ga boleh berdiam diri seperti ini!! Aku yakin mereka akan melakukan sesuatu yang mengerikan terhadap aku!! Sebaiknya aku mencari celah untuk melarikan diri saat mereka terlihat sedikit lengah!!" batin Lina sambil terus memperhatikan mereka
Begitu melihat sedikit celah Lina bergegas untuk bangkit dan berusaha untuk keluar dari tempat itu, dengan cepat mereka menangkap tubuh Lina lalu menghempaskan tubuh Lina ke atas tempat tidur sambil tertawa lepas. Lina tak mau menyerah begitu saja dan mencoba sekali lagi tapi tetap saja membuahkan hasil yang sama
"Apa sebenarnya tujuan mereka menculik aku?" batin Lina
__ADS_1