
Lina pun tersenyum getir dan menghapus air matanya yang sempat terjatuh dan dengan cepat Aldi langsung bersimpuh di hadapan Lina
"Mas Aldi mohon maaf sama kamu Lin, mas Aldi saat itu hanya terbawa emosi dan berpikiran kamu sudah main gila di belakang mas Aldi. Tolong jangan membenci mas Aldi Lin," ucap Aldi lirih
"Lalat kedua telah masuk perangkap," batin Lina sambil tersenyum tipis
FLASH BACK
Malam itu Tristan baru saja pulang dari suatu tempat dengan penampilan yang terlihat sedikit berantakan, Lina yang merasa bingung hanya bisa terdiam dan tak berani banyak bertanya. Sang tuan muda memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan langsung mendudukkan tubuhnya di samping Lina
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Lina dengan hati-hati
Tristan melepaskan senyuman yang hangat
"Aku baik-baik saja"
Tanpa sengaja tatapan mata Lina tertuju ke arah tangan sang tuan muda yang terlihat sedikit memar
"Apa kamu habis berkelahi?" tanya Lina
Tristan pun tertawa lepas
"Mana mungkin ada orang yang bisa mengajak aku berkelahi, sebelum dia mengajak berkelahi dia harus melewati para pengawal pribadi aku terlebih dahulu." jelas Tristan di sela tawanya
"Kalau begitu apa yang terjadi dengan tangan kamu?" tanya Lina dengan wajah cemas
Tristan pun melepaskan senyuman tipis melihat Lina sudah memperhatikan dirinya, dia meletakkan tangannya di ujung kepala Lina dengan lembut
"Ga perlu di pikirkan, aku punya kabar terbaru untuk kamu"
Lina pun menatap sang tuan muda dengan lekat
"Kamu pasti sudah tau kalau orang yang memerintahkan perbuatan keji itu terhadap kamu adalah perempuan itu tapi atas permintaan mantan suami kamu," ucap Tristan
Lina hanya menjawab dengan anggukan kepalanya
"Perempuan itu tau kalau perbuatan itu tidak berhasil sepenuhnya kepada kamu, tapi kemungkinan besar mantan suami kamu tidak mengetahui hal itu." lanjut Tristan
Saat itu Lina hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya, dengan cepat Tristan menarik tubuh Lina masuk ke dalam pelukan hangatnya
"Menurut aku kamu bisa menjadikan hal itu sebagai jalan untuk membalas rasa sakit hati kamu," ucap Tristan dengan lembut
Lina pun mendongakkan kepalanya
"Maksud kamu?"
__ADS_1
"Di satu sisi kamu bisa menekan perempuan itu tapi bisa membuat mantan suami kamu itu merasa bersalah kepada kamu," jelas Tristan dengan lembut
Saat di malam pertemuan keluarga Pratama, mama Mayang sudah kembali ke ruangan tersebut sedangkan Lina dan Anita masih di dalam toilet
"Bagaimana caranya kamu bertemu penakluk hati kamu itu Tristan? Padahal selama ini om selalu mendengar kabar kalau adalah buaya darat," ucap om Fahri
Tanpa sadar Aldi menatap Tristan dengan lekat sambil mengeraskan rahangnya
"Terima kasih untuk bantuannya om, padahal aku lagi memutar otak untuk membuka tentang cerita ini di hadapan laki-laki itu." batin Tristan
"Om dan yang lainnya mungkin ga akan percaya kalau saya bilang perempuan itu awalnya salah satu pelayan di rumah saya," jelas Tristan dengan santai
Sontak saja semua langsung terdiam dan menatap Tristan dengan wajah seriusnya, sedangkan Aldi langsung mengerutkan keningnya mendengar hal tersebut
"Kamu serius Tristan?" tanya om Fahri
Tristan menganggukkan dengan yakin
"Ceritanya panjang om, saya sudah beberapa kali menawarkan dia untuk jadi wanita saya tapi dia selalu menolak tawaran saya"
"Dia berani menolak kamu?" tanya om Fahri dengan wajah terkejut
"Bahkan dia sampai berbohong kalau dia sudah punya suami agar saya berhenti mengganggu dia om," jelas Tristan
Om Fahri dan yang lainnya tersenyum tipis
Yang lainnya mengangguk tanda setuju
"Lalu bagaimana kamu bisa mendapatkan dia?" tanya om Fahri bersemangat
Tiba-tiba saja Tristan menatap ke arah Aldi
"Karena ada sebuah kejadian bodoh yang menimpa perempuan itu om, saya tak mungkin membuang kesempatan yang ada dan saya bertekad untuk memiliki perempuan itu selamanya." jelas Tristan di akhiri dengan senyuman penuh arti
Semua orang tertawa bahagia mendengar hal tersebut tapi lain hal dengan Aldi karena dia akhirnya mengetahui sebuah kebenaran tentang Lina
"Ini artinya selama ini aku salah menilai Lina, aku bahkan tega merencanakan perbuatan keji itu terhadap Lina." batin Aldi
Aldi pun segera bangkit dari duduknya dan berpamitan untuk ke kamar kecil dan tujuan utamanya adalah menemui Lina
FLASH OFF
"Kamu ga perlu minta maaf mas, semua salah aku sendiri" ucap Lina
Aldi langsung menggenggam kedua tangan Lina dan menatap jauh ke dalam mata Lina
__ADS_1
"Di mata mas Aldi selamanya kamu adalah Herlina Iskandar yang sama," ucap Aldi dengan lembut
Lina pun tersenyum tipis
"Apa di mata kamu aku bukan perempuan kotor mas?" tanya Lina
"Apa ini artinya Lina masih menyimpan perasaan untuk aku? Bagaimana mas Aldi bisa melepaskan kamu Lin, sedangkan kamu yang sekarang benar-benar terlihat cantik." batin Aldi
Tanpa rasa malu sama sekali Aldi mulai memegang tengkuk Lina dan membuat wajah Lina semakin lama semakin mendekat, ingin sekali rasanya Lina menampar wajah tampan Aldi sekuat tenaga pada saat itu. Tapi dia memilih untuk menahan semuanya karena rencana permainannya belum usai, saat bibir Aldi semakin mendekat Lina meletakkan telapak tangannya di depan bibir Aldi
"Kita ga bisa melakukan itu di tempat ini mas, saat ini kita sedang hadir sebagai pasangan orang lain." jelas Lina
"Tapi mas Aldi benar-benar kangen sama kamu Lin"
Lina pun melepaskan senyuman terbaik dia miliki dan memeluk tubuh Aldi
"Kita bisa bertemu di tempat lain saat mereka tak ada di samping kita mas," bisik Lina dengan lembut
Aldi pun membalas pelukan Lina dengan erat
"Rasanya mas Aldi ingin membawa kabur dari tempat ini Lin"
"Kita ga bisa melakukan itu mas, kita berdua akan berada di dalam bahaya kalau kita berbuat seperti itu." ucap Lina dengan lembut
Aldi mulai melepaskan pelukannya dan menatap Lina dengan lekat
"Apa kamu benar-benar memaafkan kesalahan mas Aldi Lin?"
"Seharusnya aku berterima kasih karena kamu tetap memeluk aku walaupun keadaan aku sudah seperti ini mas," jawab Lina dengan senyuman
Melihat senyuman Lina saat itu membuat Aldi tak bisa menahan diri lagi dan langsung menyambar bibir Lina
"Dasar laki-laki bajingan!!" batin Lina
Saat itu Lina memilih untuk menahan diri dan menyambut ciuman Aldi, Aldi pun menjadi semakin bersemangat dan mengakhiri ciuman tersebut dengan ciuman lembut di kening Lina
"Kita harus secepatnya bertemu lagi Lin," ucap Aldi
"Aku akan segera menghubungi kamu mas"
Aldi memeluk tubuh Lina dengan erat
"Sebaiknya kita segera kembali sebelum mereka curiga sama kita mas," bisik Lina dengan lembut
Dengan berat hati Aldi melepaskan tubuh Lina dan Lina keluar dari ruangan tersebut terlebih dahulu, sedangkan Aldi terus menatap punggung Lina
__ADS_1
"Sial!! Kenapa aku bisa salah langkah selama ini? Aku benar-benar ga menyangka Lina bisa tampil secantik itu dan membuat darah aku bergejolak seperti ini, apapun yang terjadi aku harus bisa memiliki tubuh Lina sekali lagi." batin Aldi sambil tersenyum tipis