
"Apa aku boleh tau alasan tuan muda yang sebenarnya memilih kamu? Padahal kamu sendiri baru satu hari bekerja di rumah ini," ucap Amira dengan hati-hati
"Tapi kamu harus janji kalau kamu ga akan tertawa setelah tau alasan tuan muda yang sebenarnya"
"Aku janji"
Lina pun mulai menceritakan kejadian di malam itu, Lina pun tersenyum tipis melihat wajah Amira yang sudah bersemu merah akibat menahan tawanya
"Kalau mau ketawa ya ketawa aja Amira, kasihan pipi kamu sudah jadi melebar karena kamu menahan tawa kamu." ucap Lina
Mereka berdua pun tertawa lepas bersamaan tapi tak lama kemudian Amira mulai menatap ke arah Lina dengan wajah serius
"Ada apa?" tanya Lina
"Walaupun saat ini kamu sudah bebas dari incaran tuan muda, kamu tetap harus sedikit berhati-hati ya." jawab Amira
"Maksud kamu?"
"Selama ini tuan muda hanya berhubungan dengan para gadis muda yang cukup ternama, kalau bukan seorang model pasti seorang aktris. Baru sekali ini aku melihat tuan muda tertarik dengan perempuan biasa seperti kamu Lin, aku takutnya tuan muda ga akan mudah melepaskan kamu." jelas Amira
Lina pun mengetuk jidatnya sendiri beberapa kali
"Amit-amit!! Lebih baik aku menjanda seumur hidup di bandingkan harus memiliki hubungan dengan laki-laki seperti tuan muda Tristan"
"Kamu benar Lin, orang seperti tuan muda Tristan ga bisa di andalkan dalam urusan percintaan." ucap Amira
Mereka berdua kembali tertawa lepas, hari-hari Lina kedepannya bisa dia lalui dengan nyaman karena dia tak perlu lagi bertatap muka dengan sang tuan muda. Tapi ternyata di luar sana Aldi terus mencari keberadaan Lina dengan berbagai cara
Waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa Lina sudah satu minggu berada di dalam lingkungan rumah mewah tersebut, hari-hari Lina di hiasi dengan beberapa pekerja pria yang selalu berusaha untuk mendekati dirinya. Sudah pasti Lina memberikan batasan yang jelas kepada mereka semua secara halus
Malam itu Lina dan Amira sudah berada di dalam kamar mereka untuk beristirahat, tetapi tiba-tiba saja ponsel Lina berdering dan orang yang menghubungi Lina saat itu adalah Naya
"Halo Nay," sapa Lia
"Aku ganggu kamu ga Lin?"
"Sama sekali ga kok Nay, aku sudah di paviliun belakang untuk istirahat. Ada apa nih Nay?"
"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu ya Lin"
"Minta maaf untuk apa?" tanya Lina sambil mengerutkan keningnya
"Sebenarnya ada sesuatu yang harus aku bahas sama kamu"
__ADS_1
"Tentang apa Nay?"
"Sebenarnya hampir setiap hari mantan suami kamu datang ke tempat kerja aku Lin," jelas Naya dengan hati-hati
Deg..
Lina pun langsung tersenyum getir mendengar hal tersebut, sedangkan Amira langsung menatap ke arah Lina dengan seksama karena memperhatikan ekspresi wajah Lina saat itu
"Apa ada masalah?" tanya Amira
Lina menggelengkan kepalanya dan mulai beranjak dari tempat tidur
"Aku angkat telepon di luar sebentar ya," ucap Lina
Amira hanya bisa menganggukkan kepalanya walaupun dia merasa sedikit cemas melihat ekspresi wajah Lina saat itu, Lina pun memilih keluar dari paviliun belakang agar tak ada yang mendengar percakapan antara dirinya dan Naya
"Sebentar ya Nay, aku cari tempat yang sedikit sepi dulu. Aku ga enak mau ngobrol di dalam kamar soalnya teman sekamar aku belum tidur," jelas Lina
"Ya Lin"
Lina pun memutuskan untuk ke taman yang berada di depan rumah mewah tersebut, dia tak mungkin pergi ke taman belakang karena di sana selalu ada para pekerja pria yang sedang bersantai. Lina mendudukkan tubuhnya di salah satu bangku yang berada di taman tersebut
"Halo Nay"
"Maaf ya kalau agak lama"
"Ga masalah kok Lin"
"Tadi kamu bilang mas Aldi selalu datang ke tempat kerja kamu"
"Ya Lin"
"Mau apa dia datang ke tempat kerja kamu Nay?" tanya Lina lirih
Naya pun membuang nafasnya dengan kasar di seberang sana
"Dia minta aku kasih tau keberadaan kamu saat ini Lin, aku ga mungkin dong kasih tau ke dia kamu sekarang ada di mana," ucap Naya
"Untuk apa lagi kamu cari aku mas?" batin Lina
"Sebenarnya aku ga mau cerita tentang ini ke kamu Lin, aku pikir aku bisa tahan dia dengan bilang aku ga pernah komunikasi sama kamu. Tapi masalahnya hari ini mantan suami kamu itu sudah sedikit keterlaluan Lin," lanjut Naya dengan perasaan jengkel
"Apa yang sudah mas Aldi lakukan Nay?"
__ADS_1
"Mantan suami kamu itu membuat keributan di tempat kerja aku Lin, aku sampai dapat teguran dari manager operasional aku." jawab Naya dengan menggebu
Saat itu Lina hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sudah tak menentu
"Kamu tau apa yang bikin aku jengkel Lin?"
"Apa Nay?"
"Mantan suami kamu itu mengancam aku akan membuat keributan di tempat kerja aku setiap harinya selama aku masih ga mau kasih tau keberadaan kamu," jelas Naya
"Maaf ya Nay, karena aku kamu jadi dapat masalah di tempat kerja kamu." ucap Lia lirih
"Kenapa kamu jadi minta minta maaf sama aku Lin? Kamu ga berbuat salah apapun kok"
Naya membuang nafasnya dengan kasar di seberang sana
"Dengarkan aku baik-baik Lin, aku memang ga tau awal permasalahan kalian, tapi aku yakin kamu punya alasan yang kuat sampai kamu memilih untuk berpisah sama dia." ucap Naya dengan serius
Lina hanya bisa terdiam dengan kedua bola kata yang mulai berkaca-kaca
"Tujuan aku kasih tau kamu masalah ini, supaya kamu bisa lebih berhati-hati saat kamu sedang keluar dari rumah itu. Kamu hanya perlu tau kalau mantan suami kamu itu sedang mencari-cari kamu," lanjut Naya
"Aku memang bisa saja selamanya bersembunyi di rumah mewah ini, tapi aku ga boleh melakukan hal itu karena Naya yang akan jadi korbannya." batin Lina
Lina pun mengumpulkan keberanian di dalam hatinya untuk mengambil sebuah keputusan
"Apa aku bisa minta tolong sekali lagi sama kamu Nay?"
"Kamu mau minta tolong apa sama aku Lin?"
"Tolong sampaikan ke mas Aldi kalau aku akan menemui dia Nay," jawab Lina dengan yakin
Untuk sesaat hanya ada keheningan di antara mereka berdua
"Apa kamu yakin mau melakukan itu Lin? apa hati kamu sudah siap untuk bertemu dia?" tanya Naya dengan hati-hati
"Aku ga mau dia selalu mencari masalah di tempat kerja kamu Nay"
"Kamu ga perlu memikirkan tentang itu Lin, aku baik-baik aja kok." jawab Naya dengan cepat
Lina pun tersenyum tipis
"Saat ini aku sudah merasa lebih baik kok Nay, lagi pula mau sampai kapan aku bersembunyi dari dia? aku rasa lebih baik aku bertemu langsung dengan mas Aldi dan memperjelas semuanya," ucap Lina dengan yakin
__ADS_1