Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Berpikir Layaknya Seorang Iblis


__ADS_3

Di sebuah rumah yang sangat mewah terdengar suara desah yang saling bersahutan berasal dari salah satu kamar yang berada di sana, saat itu Anita dan Bayu sedang melakukan pergumulan panas mereka dengan sangat berapi-api


"Lebih cepat sayang, aku sudah mau keluar." ucap Anita dengan suara yang berat


Aldi tersenyum puas dan melanjutkan aksinya sesuai keinginan dari gadis tersebut, teriakan puas keluar dari bibir Anita karena dia telah mencapai pelepasan tetapi Aldi terus melanjutkan aksinya untuk mendapatkan kepuasan bagi dirinya sendiri. Lagi-lagi Anita terbawa suasana hingga mereka berdua mencapai pelepasan mereka secara bersamaan


Aldi menjatuhkan tubuhnya yang telah lemas di samping tubuh Anita dan langsung memeluk tubuh gadis tersebut, sedangkan Anita tersenyum puas dan membenamkan wajahnya ke dada bidang laki-laki tersebut


"Apa kamu puas sayang?" tanya Aldi dengan nafas yang masih memburu


"Kamu adalah laki-laki pertama yang berhasil membuat aku merasakan kepuasan yang aku inginkan sayang," batin Anita sambil menganggukkan sedikit kepalanya di dalam pelukan Aldi


Aldi pun mencium ujung kepala Anita dengan lembut


"Aku rasa ini waktu yang tepat untuk aku mencari celah dan mengingatkan perempuan ini agar dia segera membalaskan rasa sakit hati aku kepada Lina," batin Aldi


FLASH BACK


Aldi pun mulai meninggalkan rumah mewah Tristan dengan prasangka buruk terhadap Lina, di sebuah jalan yang cukup sepi tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang berhenti mendadak tepat di depan mobilnya


Brak...


Benturan antara kedua mobil tersebut pun tak dapat di hindari lagi, Aldi yang saat itu sedang di kuasai api amarah pun langsung turun dari mobilnya dengan wajah tak bersahabat. Aldi langsung memeriksa keadaan depan mobilnya yang tampak sedikit remuk akibat kejadian tersebut, dengan penuh amarah Aldi memukul bagian belakang mobil tersebut


"Apa kamu tidak bisa mengendarai mobil dengan benar?!! sebaiknya kamu keluar dan bertanggung jawab!!" teriak Aldi penuh amarah


Terlihat beberapa orang yang berpakaian rapi turun dari mobil tersebut dan menghampiri Aldi, tiba-tiba saja orang-orang tersebut mulai memegang kedua tangan Aldi dan memaksa dia untuk masuk ke dalam mobil mereka


"Apa-apaan ini?!! Saya akan melaporkan kalian ke pihak yang berwajib atas tindakan penculikan!!" teriak Aldi sambil berusaha untuk meronta


Sekuat apapun Aldi berusaha untuk melepaskan diri tetap saja tak bisa membuahkan hasil apapun, Aldi pun mendapatkan sebuah pukulan di tengkuk lehernya dan membuat dia langsung tak sadarkan diri. Tanpa membuang waktu mereka membawa Aldi meninggalkan tempat itu dan satu orang lainnya bertugas membawa mobil Aldi

__ADS_1


Entah sudah berapa Aldi tak sadarkan diri, yang pasti saat dia terbangun dia sudah dalam keadaan duduk di sebuah kursi dengan tangan yang terikat ke belakang


"Apa-apaan ini semua? Berarti orang-orang itu sengaja melakukan hal itu untuk membawa aku, aku harus secepatnya melepaskan diri dan pergi dari sini." batin Aldi


Sebisa mungkin Aldi berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya tapi tetap saja tak bisa membuahkan hasil apapun, tak lama kemudian seorang gadis yang Aldi kenal masuk ke dalam ruangan tersebut dan gadis tersebut adalah Anita. Anita mendudukkan tubuhnya di sebuah kursi yang berada tepat di hadapan Aldi


"Apa-apaan ini semua? apa kamu ga tau kalau penculikan adalah salah satu tindakan pelanggaran hukum?" tanya Aldi penuh penekanan


Anita pun melepaskan sebuah senyuman yang terlihat dingin


"Itu bukan masalah besar, aku tinggal menutup mulut kamu untuk selamanya"


Deg..


Dalam sekejap nyali Aldi di buat menciut oleh sikap Anita saat itu, dia merasa bahwa Anita sanggup untuk melakukan hal seperti itu


"Kenapa kamu melakukan hal ini?" tanya Aldi dengan hati-hati


"Apa maksud kamu?"


Anita pun tersenyum dingin lalu melemparkan beberapa lembar foto ke arah Aldi, dari foto yang tercecer di atas lantai Aldi mengetahui bahwa foto tersebut di ambil saat dia bertemu dengan Lina


"Apa sekarang kamu masih berencana untuk mengelak?" tanya Anita dengan dingin


"Sial!! Bagaimana caranya agar aku bisa terbebas dari masalah ini? Apa hidup aku akan benar-benar berakhir di tangan perempuan ini?" batin Aldi


"Bisa-bisanya kamu punya pemikiran untuk kembali ke mantan istri kamu itu," ucap Anita dengan dingin


Sontak saja Aldi langsung memasang wajah tidak suka mendengar hal tersebut


"Sampai mati pun aku ga akan sudi menjalin hubungan dengan perempuan itu lagi"

__ADS_1


"Jadi kamu masih menyangkal tentang hal itu?" tanya Anita di akhiri senyuman dingin


"Aku akui aku memang sempat menemui dia dan meminta hal itu dari dia, tapi aku menyesal telah melakukan hal itu karena ternyata aku telah salah menilai dia selama ini." ucap Aldi dengan serius


Anita hanya terdiam dan menatap jauh ke dalam mata Aldi seolah dia sedang mencari kebenaran dari tatapan mata Aldi saat itu


"Kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau untuk melampiaskan amarah kamu terhadap aku, tapi jangan pernah menuduh aku untuk kembali ke sisi perempuan itu. Yang ada saat ini aku berniat untuk memberikan pelajaran kepada!perempuan itu," lanjut Aldi dengan bersungguh-sungguh


"Apa kamu yakin?" tanya Anita


Aldi pun menjelaskan apa yang ada di dalam benaknya dengan berapi-api, walaupun semua itu hanya ada di dalam pemikirannya sendiri. Aldi meyakinkan Anita bahwa tak ada lagi perasaan di dalam hatinya yang tersisa untuk Lina


"Pelajaran apa yang akan kamu berikan untuk perempuan itu?"


"Aku ingin dia mendapatkan pelajaran tentang yang namanya menjadi perempuan murahan," jawab Aldi dengan yakin


Anita tersenyum puas mendengar hal tersebut


"Itu hal yang mudah dan aku bisa membantu kamu untuk melakukan hal itu," ucap Anita dengan yakin


Aldi hanya terdiam dan menatap Anita dengan lekat


"Aku akan mengabulkan keinginan kamu tapi kamu harus segera menikahi aku," lanjut Anita


Untuk sesaat Aldi hanya terdiam dan memikirkan itu semua dengan baik


"Sepertinya hal itu tidak merugikan aku sama sekali karena perempuan ini sudah berbuat banyak untuk mendapatkan aku, sedangkan Lina yang terlihat baik selama ini ternyata bermain gila di belakang aku." batin Aldi


"Apa kamu serius akan membantu aku membalas rasa sakit hati aku kepada perempuan itu?" tanya Aldi dengan serius


Anita menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, Aldi pun menyetujui persyaratan yang Anita ajukan kepada dirinya tanpa perasaan bersalah sama sekali. Aldi bahkan mengusulkan untuk melakukan sesuatu yang di luar batas untuk membalas Lina, kedua orang tersebut melupakan rasa kemanusiaan dan berpikir layaknya seorang iblis

__ADS_1


FLASH OFF


__ADS_2