Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Bersedia Menjadi Pelarian


__ADS_3

Saat itu ingin sekali rasanya Tristan segera memeluk tubuh Lina dengan erat, tapi dia memilih untuk menahan diri agar di kemudian hari Lina mulai berani untuk membuka diri kepada dirinya. Lina pun tersenyum getir karena tak mendapatkan jawaban apapun dari sang tuan muda


"Kalau kamu memang ga bersedia memberikan aku sedikit waktu, setidaknya biarkan aku pergi sendiri dari tempat ini dan jangan membawa aku ke hadapan laki-laki itu dengan keadaan aku saat ini." ucap Lina dengan suara yang mulai bergetar


"Karena tanpa dukungan dari kamu aku yakin aku hanya akan di jadikan mainan oleh mereka seperti dulu lagi, lebih baik aku mengakhiri hidup aku jika harus mengulangi hal-hal seperti dulu lagi." batin Lina


"Apa kamu yakin dengan pilihan kamu saat ini?" tanya Tristan dengan wajah serius


Lina hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


"Kamu yakin lebih memilih tetap di samping aku di bandingkan kembali ke pelukan laki-laki itu?" tanya Tristan sekali lagi


"Lebih baik aku mati jika harus mengalami semua yang pernah terjadi sekali lagi," jawab Lina dengan lirih dan air mata yang mulai terjatuh


Tristan mengeraskan rahangnya mendengar hal tersebut, dengan langkah kaki yang sedikit cepat dia mulai menghampiri Lina dan menyambar bibir merah Lina. Tristan menghentikan ciuman tersebut setelah mendapatkan balasan yang setimpal dari Lina dan langsung memeluk tubuh Lina dengan erat


"Mulai detik ini kamu di larang untuk mengucapkan kata-kata seperti itu, kamu harus selalu ingat kalau semua yang ada di diri kamu adalah milik aku." ucap Tristan dengan lembut


Lina hanya bisa terdiam di dalam pelukan hangat Tristan


"Apa kamu sekarang kamu sudah menyiapkan diri kamu untuk menerima aku?" bisik Tristan


Lina pun menganggukkan kepalanya dan Tristan tersenyum penuh arti


"Jangan salahkan aku kalau aku ga akan pernah melepaskan kamu seumur hidup kamu, karena kamu sudah membuang kesempatan terakhir yang aku berikan untuk menjalani hidup kamu dengan bebas." batin Tristan


Tristan mulai menggenggam tangan Lina kembali ke kamar dan mendudukkan tubuh Lina di tepi tempat tidur, dengan senyuman yang hangat Tristan menatap jauh ke dalam mata Lina

__ADS_1


"Aku ga akan menghalangi rencana kamu sama sekali tapi kamu juga harus mulai belajar untuk jangan membuat batasan di antara kita," ucap Tristan dengan lembut


"Karena aku tau dengan pasti rasa dendam hanya akan menyiksa hidup kamu sampai akhir, dan aku ga ingin melihat kamu berakhir seperti dia." batin Tristan


FLASH BACK


Pernikahan bisnis terjadi di antara kedua orang tua Tristan, pernikahan tersebut terjadi karena keluarga besar sang papa memiliki hutang budi kepada keluarga besar sang mama. Tapi siapa yang akan menyangka kalau sang mama berakhir dengan mencintai sang papa dengan sepenuh hati


Sekuat apapun sang mama berusaha untuk mendapatkan hati sang papa ternyata tak berhasil membuat sang papa mencintai sang mama, karena ternyata sang papa sudah lebih dulu memberikan seluruh hatinya kepada wanita lain


Tristan pun hadir di kehidupan mereka tapi nyatanya tak bisa merubah apapun, di luar sana sang papa menyimpan wanita pujaan hatinya dan memiliki seorang anak yang hanya terpaut umur beberapa tahun dari Tristan. Keributan demi keributan terus terjadi setelah sang mama mengetahui tentang kenyataan tersebut


Sebagai seorang istri sang mama ingin mempertahankan rumah tangganya dengan menemui perempuan tersebut yang tak lain adalah mama Mayang, Tristan masih mengingat dengan jelas kejadian tersebut karena di hari itu untuk pertama kalinya Tristan bertemu dengan Anita kecil


"Sebagai sesama wanita saya meminta kamu untuk meninggalkan suami saya, saya akan memberikan apapun yang kamu inginkan agar kamu dan anak kamu bisa menjalani hidup kalian dengan baik." ucap sang mama


"Maafkan saya mbak, tapi saya tidak bisa melakukan hal itu karena saya benar-benar mencintai mas Rizal." jawab mama Mayang dengan yakin


"Saya sadar apa yang sudah saya lakukan memang salah mbak, tapi saya tidak pernah menganggu rumah tangga mbak sama sekali. Yang sebenarnya terjadi adalah mbak yang hadir di antara kami berdua," jelas mama Mayang tanpa rasa malu sama sekali


Saat itu mama dari Tristan hanya bisa terdiam dan menahan diri


"Kami sudah saling mencintai sejak kami di bangku kuliah tapi karena hutang budi mas Rizal di paksa untuk menikahi mbak, saya sudah mengalah sampai sejauh ini mbak. Kenapa mbak tetap meminta saya dan anak saya meninggalkan mas Rizal?" lanjut mama Mayang


Brak..


Mama dari Tristan tak bisa lagi menahan diri dan memukul meja yang berada di hadapannya

__ADS_1


"Apa sebagai seorang ibu dan seorang wanita kamu tidak malu bersikap seperti ini?!! Apa kamu akan memberikan contoh seperti ini kepada anak kamu yang perempuan itu?!!" teriak sang mama


Mama Mayang mulai bangkit dari duduknya dan memeluk tubuh mama dari Tristan


"Saya datang menemui kamu hanya untuk bilang kalau saya tidak perduli dengan kamu dan anak kamu itu, yang pasti saya tidak akan pernah melepaskan mas Rizal untuk selamanya." bisik mama Mayang


Saat itu mama dari Tristan hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya


"Mas Rizal sudah berjanji kepada saya akan segera menceraikan kamu setelah papanya yang sedang sakit-sakitan itu kembali ke sisi Sang Pencipta, saya hanya menunggu tua bangka itu meninggal untuk memiliki mas Rizal seutuhnya. Jadi kamu tunggu saja semuanya dengan tenang," lanjut mama Mayang


Dengan penuh amarah mama dari Tristan melepaskan pelukan tersebut dan melayangkan sebuah tamparan yang cukup kuat di pipi mama Mayang, tapi tiba-tiba saja


Plak..


Sebuah tamparan yang kuat mendarat mulus di pipi mama dari Tristan yang di berikan oleh sang papa


"Apa ini sikap wanita berkelas saat berada di luar rumah? Saya benar-benar kecewa dengan sikap kamu!!" ucap sang papa penuh penekanan


"Kamu tampar aku demi perempuan ini mas?" tanya sang mama lirih


"Berhenti berbuat onar di depan anak-anak saya!!" jawab sang papa dengan tegas


Sejak saat itu sang mama hidup dalam rasa dendam yang tak berujung hingga akhirnya dia memilih untuk mengakhiri hidupnya untuk selamanya


FLASH OFF


"Aku janji akan berusaha dengan baik," ucap Lina dengan yakin

__ADS_1


Tristan mulai mengecup bibir merah Lina dengan lembut


"Aku bersedia menjadi pelarian kamu agar kamu bisa membuka lembaran baru di dalam hidup kamu, aku harap dengan cara ini kamu tidak akan tergilas oleh rasa dendam kamu. Permintaan aku hanya satu, tolong jangan mendorong aku untuk menyerah terhadap kamu." batin Tristan


__ADS_2