
Anita yang sedang merasa jengkel atas kehadiran Tristan di tempat itu semakin merasa jengkel karena melihat ekspresi Aldi pada saat itu, dengan hati yang terbakar amarah Anita mendekatkan bibirnya ke telinga Aldi
"Apa-apaan dengan ekspresi yang kamu tunjukkan saat ini? Apa saat ini kamu sedang merasa cemburu terhadap perempuan itu?!!" bisik Anita penuh penekanan
Tak ingin membuat keributan di tempat itu Aldi langsung melepaskan senyuman di bibirnya
"Kamu ngomong apa sih sayang? Aku cuma merasa marah karena perempuan itu terlihat baik-baik saja," bisik Aldi
Sedangkan seluruh anggota keluarga Pratama yang lainnya benar-benar merasa bahagia melihat sikap Tristan yang terlihat tulus kepada seorang wanita
"Bagaimana kabar kamu Tristan?" tanya om Fahri adik bungsu dari papanya Tristan
"Keadaan saya baik-baik saja om"
"Om senang akhirnya kamu bisa ikut hadir di kumpul keluarga kita," ucap om Fahri
Tristan hanya membalas dengan senyuman tipis
"Om kira awalnya kamu tidak akan datang seperti biasanya," lanjut om Fahri
"Saya minta maaf karena sebelumnya saya jarang sekali hadir di acara keluarga"
Om Fahri tertawa lepas sedangkan yang lain hanya membalas dengan senyuman tipis
"Om dan yang lainnya paham kok, kamu pasti sibuk dengan segudang pekerjaan yang kamu hadapi. Bagaimana pun juga perusahaan keluarga kita berkembang dengan pesat setelah berada di bawah kepemimpinan kamu," ucap om Fahri dengan bangga
"Terima kasih untuk pengakuan yang om berikan, tapi saya sedikit heran karena sebagai pengganti papa saya tidak mendapatkan undangan untuk hadir di acara ini." ucap Tristan dengan nada sedikit sinis dan tatapan mata tertuju ke arah Anita dan mamanya
"Apa maksud kamu Tristan?" tanya om Fahri
"Kenyataannya memang seperti itu om, selama ini walaupun saya tidak pernah hadir di acara keluarga tapi pemberitahuan selalu datang. Tapi untuk sekali ini saya tidak mendapatkan pemberitahuan sama sekali," jelas Tristan dengan senyuman dingin
Sontak saja seluruh mata langsung tertuju ke arah mama dari Anita yang bernama Mayang
__ADS_1
"Anak ini benar-benar kurang ajar!! Bisa-bisanya dia menjatuhkan nama saya di depan keluarga Pratama!!" gerutu Mayang di dalam hatinya
"Apa benar yang di katakan oleh Tristan itu Mayang?" tanya salah seorang tetua di keluarga Pratama
"Saya minta maaf karena saya lupa untuk memberitahukan kepada Tristan tentang acara kumpul-kumpul kita ini," jelas Mayang lalu memaksakan bibirnya untuk tersenyum
Tristan pun tersenyum dingin sambil menatap mama tirinya dengan tatapan mata yang penuh arti
"Sebaiknya kita tidak perlu membahas tentang masalah itu, mungkin saja saya memang telah di lupakan sebagai salah satu anggota keluarga Pratama oleh perempuan itu." jelas Tristan dengan dingin
Semua orang yang berkumpul di tempat itu langsung menghentikan niat mereka untuk menindak lanjuti kejadian tersebut lebih jauh lagi, tapi lain hal dengan om Fahri karena dia langsung menatap ke arah Tristan dengan tatapan mata penuh arti
"Semua pasti tau kalau hubungan Tristan dengan mbak Mayang kurang akur, tapi kalau dia sampai datang tanpa di undang berarti anak ini sedang merencanakan sesuatu." batin om Fahri
"Apa om boleh tau alasan kamu hadir tanpa di undang Tristan? Sedangkan kamu tidak pernah hadir saat ada acara kumpul keluarga," ucap om fahri
Tristan pun tersenyum tipis
"Alasan saya hadir ke tempat ini untuk memperkenalkan calon istri saya di hadapan semua anggota keluarga Pratama," jelas Tristan
"Tapi kak..." ucap Anita dengan wajah tidak terima
Dengan cepat mama Mayang langsung menggenggam tangan Anita dan menggelengkan sedikit kepalanya
"Maaf saya harus ke kamar kecil," ucap Anita sambil memaksakan bibirnya untuk tersenyum
Tak selang betapa lama kemudian mama Mayang ikut berpamitan untuk menyusul sang buah hati, di sisi lain Aldi punya waktu yang bebas untuk memandang Lina dan dia pun menyadari sesuatu
"Kenapa sekarang aku baru sadar kalau ternyata Lina bisa tampil secantik itu? Aku bahkan hampir tak bisa mengendalikan diri aku sendiri untuk memeluk dia," batin Aldi
Tristan bercengkerama dengan yang lainnya dan mengenalkan Lina lebih jauh kepada seluruh anggota keluarga Pratama, di sisi lain mama Mayang sudah tiba di toilet
"Mama harap kamu bisa menjaga sikap kamu di hadapan yang lain Anita!!" ucap mama Mayang penuh penekanan
__ADS_1
"Bagaimana aku bisa menahan diri mah!! Kak Tristan benar-benar keterlaluan!! Dia pasti sengaja melakukan hal ini mah!!" balas Anita dengan sedikit berteriak
"Kamu harus bisa menahan diri sayang, mama yakin tujuan dia datang ke tempat ini memang untuk mengacaukan acara kamu. Tapi apa kamu lupa tentang dia? Apa kamu percaya orang seperti dia akan menikah?"
Anita hanya bisa terdiam sambil mengeraskan rahangnya
"Masalahnya aku ga mungkin kasih tau mama kalau perempuan itu adalah mantan istri Aldi!!" batin Anita
"Untuk saat ini kita harus menunda rencana kamu untuk menikah dengan laki-laki itu, kamu sendiri pasti tau keluarga Pratama tidak suka ada pernikahan dua anak dalam tahun yang sama." jelas mama Mayang dengan tegas
"Tapi mah..." ucap Anita dengan wajah memelas
Mama Mayang memegang kedua pipi sang buah hati
"Selama ini mama selalu berjuang untuk kebahagiaan kamu sayang dan sekali ini mama minta kamu untuk mengalah, jangan membuat keluarga papa kamu memberikan penilaian buruk terhadap kita berdua." ucap mama Mayang dengan serius
"Aku mengerti mah"
"Ya sudah kalau begitu mama harus segera kembali ke sana, mama cuma ga ingin anak itu bicara yang aneh-aneh seperti tadi"
Anita pun menganggukkan sedikit kepalanya dan mama Mayang segera kembali ke ruangan VVIP yang telah mereka pesan, Anita sendiri memilih untuk tetap berada di dalam toilet untuk menenangkan diri
"Kurang ajar!! Kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini?!!" gerutu Anita dalam hatinya
Tiba-tiba saja ada seseorang masuk ke dalam toilet tersebut dan mengabaikan keberadaan Anita di tempat itu, orang tersebut adalah Lina dan Lina terlihat memperbaiki riasannya di depan cermin. Anita pun berdecak jengkel dengan tatapan mata yang terlihat sinis
"Apa kamu benar-benar percaya kalau laki-laki seperti Tristan akan menikahi perempuan seperti kamu?" tanya Anita dengan nada sinis
Lina memutar tubuhnya dan melepaskan senyuman terbaik yang dia miliki
"Jangan-jangan kamu memberikan tubuh kamu kepada laki-laki itu hanya untuk menghalangi hubungan antara saya dan Aldi?"
Lina tetap setia dengan diamnya dan senyuman yang sama, hal tersebut membuat hati Anita semakin terbakar oleh perasaan amarah
__ADS_1
"Mungkin kamu tidak tau kalau laki-laki itu tidak pernah serius saat berhubungan dengan seorang wanita, pada akhirnya kamu yang akan menangis saat dia membuang kamu setelah puas menikmati tubuh kamu." lanjut Anita dengan nada sinis