
Semua kecupan dari Tristan mendapatkan balasan dari Lina, sudah pasti Lina tak ingin melakukan kesalahan yang sama seperti sebelumnya. Tristan mulai menyelipkan jari-jarinya di tengkuk Lina agar ciuman mereka bisa semakin dalam, kini ciuman mereka tak hanya sebuah kecupan lagi karena lidah mereka sudah saling bertautan satu sama lain
Tanpa melepaskan ciumannya Tristan mulai membawa tubuh Lina untuk berbaring dengan sempurna di atas tempat tidur, sang tuan muda mulai berpindah dan memberikan kecupan di hampir seluruh bagian wajah Lina. Di mulai dari kedua mata Lina dan Lina hanya bisa menutup matanya menerima semua itu
Tristan mulai turun ke bagian leher putih Lina, tanpa sadar Lina mulai terbuai dengan kelembutan yang Tristan berikan dan mengalungkan tangannya ke bagian leher Tristan
"Aku benar-benar berharap kamu bisa terlepas dari rasa dendam kamu dan hidup bahagia," batin Tristan
Tristan mencium kembali bibir Lina dengan tangan yang mulai bergerilya ke bagian gunung kembar di bawah sana, akhirnya Lina pun tak bisa lagi menahan diri dan melepaskan suara laknatnya untuk pertama kalinya. Sudah pasti Tristan merasa puas karena merasa Lina mulai menikmati hal tersebut
Aksi Tristan tidak berhenti sampai di situ bibirnya terus berkeliling membuat Lina semakin larut, sedangkan kedua tangannya mulai aktif melepaskan pakaian mereka berdua. Saat Lina tersadar keadaan mereka benar-benar sudah terlihat polos
"Kamu terlalu hebat tuan muda," batin Lina
Tristan tak ingin hubungan pertama mereka hanya seperti itu karena dia sudah bertekad untuk memiliki Lina seutuhnya, cukup lama bibir Tristan bermain di gunung sana dan salah satu tangannya terus bergerilya mengusap kulit mulus Lina. Saat itu entah sudah berapa kali Lina tanpa sadar mengeluarkan suara laknatnya
Ternyata Tristan tetap tak mau berhenti sampai di sana, dia mulai turun dan mengecup seluruh bagian perut Lina. Lina merasakan aliran darahnya berdesir dengan hebat karena baru pertama kalinya dia di perlakukan seperti itu, Tristan mulai sedikit melebarkan posisi kaki Lina dan membuat posisi kakinya setengah menekuk, Lina yang tersadar pun mengangkat posisi kepalanya agar bisa melihat sang tuan muda di bawah sana
"Apa yang kamu lakukan? Seharusnya kamu ga perlu berbuat sejauh ini, aku yang seharusnya berbuat seper...."
Lina langsung menggigit bibir bawahnya saat Tristan memilih untuk mengabaikan ucapannya dan memulai aksinya di bawah sana, bukan hal yang sulit bagi seorang Tristan membuat seorang wanita benar-benar menjadi tak berdaya
"Tolong hentikan, kamu tidak pantas untuk melakukan hal itu." ucap Lina dengan suara yang terdengar lirih menahan semua aksi Tristan
Bukannya berhenti Tristan semakin menggila dengan aksinya, tak hanya bibir dan lidah Tristan yang bermain tangannya pun ikut aktif menyentuh bagian-bagian lain dari tubuh Lina. Tak butuh waktu yang lama Lina pun mencapai pelepasan pertamanya, Lina memalingkan wajahnya karena perasaan malu sedangkan Tristan tersenyum puas
Tristan mulai merangkak ke bagian atas tubuh Lina hingga wajah mereka berada di posisi yang sama, dengan lembut Tristan memutar wajah Lina agar pandangan mata mereka bisa saling bertemu
"Tidak perlu merasa malu, karena aku adalah calon suami kamu." ucap Tristan dengan lembut
__ADS_1
"Apa kamu mau aku melakukan hal yang sama?" tanya Lina dengan polosnya
Tristan pun tersenyum tipis
"Untuk malam ini aku cuma mau memuaskan kamu dan menghapus semua jejak laki-laki itu dari tubuh kamu," bisik Tristan
Tristan melanjutkan aksinya ke bagian inti dari hubungan tersebut dengan cara yang sangat lembut, dia memperlakukan Lina seolah Lina adalah sebuah barang berharga yang akan hancur bila dia terlalu memaksa. Tak butuh waktu yang lama Lina mulai terbuai kembali oleh semua perbuatan Tristan saat itu dan mulai mengalungkan tangannya ke leher Tristan
"Apa ini artinya kamu tidak akan membuang aku?" tanya Lina dengan suara yang berat
Tristan melanjutkan aksinya dan menjatuhkan kepalanya ke telinga Lina
"Dengarkan aku baik-baik, mulai sekarang kamu adalah milik aku seutuhnya dan aku ga akan pernah melepaskan kamu sampai kapanpun." bisik Tristan
Perasaan takut dan cemas yang sebelumnya Lina rasakan bagaikan menghilang begitu saja, saat itu Lina tak ingin banyak berpikir dan memilih untuk ikut menikmati hubungan tersebut. Selang berapa lama Lina merasa mulai menggila karena akan tiba waktunya
"Sebut nama aku," bisik Tristan
"Tristan aku hampir sampai Tristan," ucap Lina
Tristan tersenyum puas dan mempercepat gerakan yang sedang dia lakukan agar Lina benar-benar mencapai kepuasan yang dia inginkan, dan Lina pun mulai terlihat gelisah tak karuan karena hal tersebut. Tak butuh waktu yang lama Lina mencapai pelepasan keduanya, Tristan berhenti sejenak agar Lina bisa mengambil nafas terlebih dahulu
"Kamu belum selesai juga?" tanya Lina
Tristan melepaskan senyuman kemenangan dan membuat Lina merasa malu lalu memalingkan wajahnya
"Maaf ya, tapi dari awal aku sudah berniat untuk bertahan dan memuaskan kamu." bisik Tristan dengan lembut
Lina hanya bisa terdiam dan menahan malu mengingat bagaimana dia tadi sempat mengeluarkan suara laknatnya dan sedikit menggila, Tristan pun mengangkat salah satu kaki Lina agar dia bisa bergerak semakin bebas dan melanjutkan aksinya
__ADS_1
Lina benar-benar di buat tak berdaya dengan semua yang Tristan lakukan saat itu, Tristan terus menahan diri dan mencapai pelepasannya bersamaan dengan Lina. Tristan menjatuhkan tubuhnya yang lemas di samping Lina dan langsung memeluk tubuh Lina dengan erat
"Maaf kalau aku jadi membuat kamu sedikit lelah, aku benar-benar hanya ingin menghapus jejak laki-laki itu dari tubuh kamu." ucap Tristan dengan lembut
Lina memilih untuk diam dan memasang wajah malasnya
"Bisa-bisanya dia bilang sedikit lelah, seluruh tenaga aku seperti terkuras habis saat ini. Rasanya aku ga sanggup untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri," gerutu Lina dalam hatinya
Tristan tertawa geli dan menghadiahkan sebuah ciuman lembut di ujung kepala Lina
"Apa aku boleh tanya sesuatu sama kamu?" tanya Tristan
Lina pun mulai menatap Tristan dengan lekat
"Apa kamu merasa puas dengan semua yang aku lakukan?" tanya Tristan dengan wajah serius
Entah mengapa Lina merasa terbesit perasaan takut dari tatapan mata sang tuan muda pada saat itu
"Atau jangan-jangan mantan suami kamu itu terlalu hebat," lanjut Tristan
"Apa kamu mau aku menjawab dengan jujur?" tanya Lina
Tristan menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali, karena dia harus tau yang Lina inginkan untuk memiliki Lina seutuhnya. Setidaknya dia akan berusaha lebih keras lagi bila Lina belum merasa puas akan performanya saat itu
"Kamu terlalu hebat tuan muda, aku rasa semua wanita akan menggila saat berhubungan dengan kamu." jelas Lina dengan nada yang terdengar sedikit sinis
Tristan pun memeluk tubuh Lina dengan erat dan menghadiahkan sebuah ciuman lembut di ujung kepala Lina
"Untuk saat ini hanya itu yang aku butuhkan dari kamu, aku yakin suatu saat nanti ada masanya kamu akan membuka hati kamu untuk aku." batin Tristan
__ADS_1