Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Memberikan Seluruh Hati


__ADS_3

"Semuanya keluar dari mobil ini," ucap Tristan dengan dingin


Hanya dalam hitungan detik Erik dan sang supir sudah keluar dari mobil mewah tersebut, Tristan pun mulai menatap Lina dengan lekat dan wajah bersalah sedangkan Lina masih setia dengan ekspresi wajah yang sama


"Aku ga ada niat sedikitpun untuk membuat kamu kecewa sama aku, jadi aku mohon jangan menatap aku dengan cara seperti itu." ucap Tristan


"Lalu saya harus bersikap seperti apa kepada anda tuan muda? Apakah mempermainkan orang kecil seperti saya adalah sesuatu yang menarik bagi anda?" tanya Lina dengan dingin


Tanpa banyak bicara Tristan langsung menarik tubuh Lina dan memeluk Lina dengan erat, sekuat tenaga Lina berusaha untuk melepaskan dirinya tapi hasilnya hanya sia-sia karena sang tuan muda semakin mengeratkan pelukannya


"Lepaskan saya!! Apa ini juga alasan anda yang sebenarnya meminta saya untuk melepaskan rasa dendam saya?!!" teriak Lina penuh amarah


Saat itu Lina larut dalam pemikirannya sendiri tanpa tau apapun yang sebenarnya, dia terus meronta sambil berteriak tanpa henti meminta sang tuan muda melepaskan tubuhnya. Tristan pun tak mungkin membiarkan hal tersebut terus menerus, dia mulai menggenggam kedua lengan Lina dengan erat


"Aku minta kamu untuk diam dan dengarkan penjelasan aku terlebih dahulu!!" ucap Tristan penuh penekanan


Lina pun terdiam dan menatap sang tuan muda tajam


"Satu-satunya kesalahan yang aku lakukan adalah aku benar-benar memberikan seluruh hati aku kepada kamu, sedangkan awalnya aku hanya ingin menjadikan kamu alat aku untuk memberikan pelajaran terhadap anak itu." batin Tristan


"Kami memang memiliki ayah yang sama tapi kami berdua tidak terlahir dari ibu yang sama, anak itu dan ibunya telah membuat masa kecil aku bagaikan hidup di dalam neraka." ucap Tristan dengan serius


Lina menatap jauh ke dalam mata sang tuan muda pada saat itu dan dia yakin sang tuan muda menunjukkan perasaan dendam yang teramat besar dari sorot matanya


"Saya minta anda untuk menjelaskan semuanya secara jelas," ucap Lina

__ADS_1


Tristan memeluk tubuh Lina dengan sangat erat dan saat itu Lina merasakan bahwa kedua tangan sang tuan muda bergetar dengan hebat


"Tolong hentikan semua pertanyaan kamu sampai di sini, aku sudah bertekad untuk menjadi orang yang kuat dan tak pernah menunjukkan sisi lemah aku di hadapan siapapun." jelas Tristan terdengar sedikit lirih


 Lina hanya bisa terdiam dan menimbang semuanya dengan baik


"Kamu cukup tau kalau aku ga akan mundur menjadi pendukung kamu walaupun yang kamu hadapi saat ini masih memiliki hubungan darah sama aku," lanjut Tristan dengan penuh keyakinan


Entah mengapa saat itu Lina meyakini bahwa sang tuan muda tidak berbohong kepada dirinya, untuk pertama kalinya Lina berinisiatif untuk membalas pelukan hangat Tristan karena entah mengapa dia merasa sang tuan muda sedang merasa tertekan


"Kamu tidak perlu menceritakan tentang masalah kalian kalau memang kamu merasa enggan untuk bercerita, tapi aku berjanji aku tidak akan pernah mengecewakan kamu seperti yang telah mereka lakukan kepada kamu." ucap Lina dengan lembut


Tristan langsung melepaskan pelukannya dan menatap jauh ke dalam Lina


"Aku harap kamu ga akan pernah mengingkari kata-kata kamu yang satu ini, aku benar-benar berharap kamu ga akan pernah mengecewakan aku." batin Tristan


"Apapun yang terjadi nanti di dalam sana jangan pernah menundukkan kepala kamu di hadapan siapapun karena aku berdiri di samping kamu," ucap Tristan dengan lembut


Lina hanya menjawab dengan anggukan kepalanya, tak lama dari itu terdengar suara kaca mobil yang di ketuk oleh Erik dari luar sana. Tristan pun membuka sedikit kaca mobilnya


"Semuanya sudah mulai berkumpul tuan muda"


Tristan pun mulai menatap ke arah Lina


"Apa kamu sudah siap untuk menggagalkan rencana mereka?"

__ADS_1


Lina menganggukkan kepalanya dengan yakin dan membuat sang tuan muda tersenyum puas, mereka pun mulai turun dari mobil tersebut dan Lina langsung berinisiatif untuk mengaitkan tangannya ke lengan kekar Tristan. Dengan langkah kaki yang pasti mereka mulai masuk ke dalam tempat tersebut


Erik berjalan di depan untuk menunjukkan kepada mereka ruangan yang sedang di pakai untuk pertemuan keluarga besar tersebut, Erik mulai menghentikan langkah kakinya saat mereka tiba di depan ruangan tersebut


"Semuanya sudah berkumpul di dalam tuan muda," jelas Erik


Tristan menganggukkan sedikit kepalanya lalu menatap ke arah Lina


"Apa kamu siap?" tanya Tristan


Lina tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya, Erik pun membuka pintu ruangan tersebut dan mereka mulai masuk ke dalam ruangan tersebut. Secara serempak semua mata yang berada di dalam ruangan tersebut langsung tertuju ke arah Tristan dan Lina


"Apa saya datang terlambat?" tanya Tristan dengan wajah dinginnya


Semua para anggota keluarga Pratama melepaskan senyuman yang terlihat hangat melihat kehadiran Tristan di tempat itu, bagaimana tidak selama ini Tristan si penggila kerja tak pernah sekalipun menghadiri acara-acara keluarga seperti itu


Tapi kebahagiaan yang di rasakan oleh anggota keluarga Pratama tidak di rasakan oleh Anita dan sang ibu, mereka benar-benar terkejut dan tak menyangka bahwa Tristan akan hadir di antara mereka. Sedangkan di sisi lain Aldi tak bisa mengalihkan pandangan matanya dari sosok Lina yang terlihat akrab dengan sang tuan muda


"Apa yang sedang kamu lakukan di tempat ini Lin? Kamu ga sadar kalau saat ini kamu sedang bermain api!! Bagaimana kalau Anita jadi menggila karena melihat kehadiran kamu di tempat ini? Kamu akan menjadi pelampiasan amarah dia Lin!!" batin Aldi dengan hati yang sudah tak menentu


Tanpa perasaan bersalah sama sekali Tristan menarik salah satu bangku yang berada di tempat itu dan mempersilahkan Lina untuk duduk di sana


"Terima kasih," ucap Lina di akhiri dengan senyuman terbaik yang dia miliki


Seolah tak memperdulikan semua mata yang sedang tertuju ke arah mereka Tristan tersenyum hangat lalu mencium ujung kepala Lina dengan sangat lembut, Lina sendiri memilih untuk memainkan perannya dengan sempurna dengan menampilkan wajah bahagia. Tristan langsung mendudukkan tubuhnya di samping Lina

__ADS_1


Di sisi lain permainan yang sedang di mainkan oleh Lina dan Tristan benar-benar membuat hati Anita dan Aldi terasa panas, bahkan tanpa sadar Aldi mengeraskan rahangnya menahan gejolak di dalam dadanya saat itu


"Bisa-bisanya kamu tersenyum seperti itu untuk laki-laki lain Lin!! Apa kamu ga bisa menghargai aku sedikit aja?" batin Aldi


__ADS_2