Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Jadilah Wanita Saya


__ADS_3

Tristan mulai membuka kedua bola matanya saat merasa Lina sudah terlelap ke alam mimpi, dengan sangat perlahan dia mulai meninggalkan tempat tidur agar tak membuat Lina terjaga dari tidurnya. Ternyata sedari awal Tristan hanya berpura-pura ingin tidur agar Lina tak membahas hal tersebut lebih jauh, dia mulai meraih ponselnya dan melangkahkan kakinya ke arah balkon


"Selamat malam tuan muda"


"Bagaimana hasilnya?" tanya Tristan


"Mereka hanya orang suruhan yang di bayar untuk melakukan hal tersebut tuan muda," jelas Erik di seberang sana


Tristan pun tersenyum dingin mendengar hal tersebut


"Jadi maksud kamu ada seseorang yang membayar mereka hanya untuk melakukan hal tersebut terhadap perempuan itu!!" ucap Tristan dengan penuh penekanan


"Benar tuan muda"


"Besar sekali nyali orang tersebut, katakan siapa orang yang berani bermain api di belakang saya?"


"Kami sudah berusaha untuk mencari tau tentang hal tersebut tuan muda, tapi mereka semua memberikan pernyataan yang sama bahwa mereka tidak tau dengan pasti siapa yang telah memberikan mereka perintah"


Lagi-lagi Tristan tersenyum dingin mendengar hal tersebut


"Ternyata saya telah salah memilih orang untuk saya percaya, saya tidak pernah menyangka kalau kemampuan kamu hanya sebatas ini Erik." ucap Tristan dengan dingin


Untuk sesaat Erik hanya bisa terdiam di seberang sana


"Maafkan saya tuan besar karena saya tidak bisa lagi menghindari permasalahan di antara mereka, saya yakin tuan muda tidak akan melepaskan permasalahan ini begitu saja. Saya juga yakin saat tuan muda turun tangan secara langsung bila saya memilih untuk menutup mulut," batin Erik


"Atau kamu ingin melihat saya turun tangan?"


Erik pun membuang nafasnya dengan kasar


"Bagas tuan muda, orang kepercayaan dari nona Anita." jawab Erik


Tiba-tiba saja Tristan tertawa lepas pada saat itu, tetapi tawa Tristan saat itu terdengar benar-benar menakutkan bahkan bagi seorang Erik yang sudah lama bekerja kepada sang tuan muda


"Menurut kamu apa anak kecil seperti dia sanggup punya pemikiran seperti itu?" tanya Tristan dengan dingin


"Setelah kami meretas ponsel Bagas, ada sebuah percakapan antara nona Anita dan Bagas dan nona Anita sempat mengatakan bahwa itu semua permintaan Aldi atau kekasih dari nona Anita tuan muda." jelas Erik

__ADS_1


Tristan pun tersenyum dingin


"Apa kamu tau apa yang harus kamu lakukan kepada para bajingan itu?" tanya Tristan dengan dingin


"Saya mengerti tuan muda, saya akan memberikan mereka pelajaran di mana mereka tak akan lagi punya keberanian untuk memikirkan hal seperti itu di masa depan." jawab Erik dengan yakin


"Kamu memang bisa untuk saya andalkan"


Tristan pun langsung memutuskan sambungan teleponnya lalu tersenyum dingin


"Berani-beraninya anak kecil seperti kamu mengganggu daerah saya dan mengibarkan bendera perang kepada saya," batin Tristan


Tristan pun berencana untuk kembali ke dalam kamarnya dan menemani Lina untuk beristirahat, tapi sang tuan muda harus mendapatkan sebuah kejutan karena saat itu Lina sudah berdiri tepat di hadapannya dengan wajah dinginnya


"Sial!! Bisa-bisanya saya lupa menutup rapat pintunya!! Sejauh apa dia mendengar percakapan kami?" batin Tristan


Tristan berusaha kuat untuk menutupi perasaan khawatir yang sedang dia rasakan saat itu


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Tristan


"Saya ingin tau dalang utama dari kejadian itu!!" jawab Lina penuh penekanan


Lina hanya menjawab dengan sedikit anggukan kepalanya, Tristan pun tersenyum dingin


"Lalu apa yang akan kamu lakukan kalau kamu mengetahui otak dari kejadian tersebut?" tanya Tristan dengan serius


"Saya akan melakukan apapun untuk membalas perbuatan orang itu," jawab Lina dengan yakin


"Wanita yang telah saya pilih memang harus wanita yang kuat," batin Tristan sambil tersenyum penuh arti


"Dengan cara apa kamu akan membalas perbuatan dia? Dengan kekuatan yang kamu miliki saat ini kamu bahkan tidak akan berhasil untuk menyentuh ujung rambutnya"


Lina pun tersenyum penuh arti dan membuat Tristan menatap Lina dengan lekat sambil mengerutkan keningnya


"Bukankah saya adalah mainan anda tuan muda?" tanya Lina dengan senyuman penuh arti


Deg...

__ADS_1


Entah mengapa saat itu Tristan merasa kurang suka mendengar hal tersebut walaupun kata-kata tersebut baru saja terlontar dari bibirnya


"Saya yakin anda tidak akan membiarkan mainan anda menjadi bulan-bulanan orang lain," lanjut Lina


Saat itu Lina sudah membulatkan tekadnya untuk membalas orang yang telah merencanakan hal keji tersebut kepada dirinya, dia akan mempertaruhkan semuanya demi membalas rasa sakit di dalam hatinya. Lina tak akan perduli lagi semahal apapun bayaran yang harus dia berikan untuk mewujudkan hal tersebut


Cukup lama juga mereka berdua hanya terdiam sambil saling menatap dengan lekat hingga Tristan mengembuskan nafasnya dengan kasar, Tristan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa yang berada di sana. Sedangkan Lina terus menatap sang tuan muda dengan lekat


"Apa kamu yakin dengan pilihan kamu?" tanya Tristan


Lina menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali dan membuat sang tuan muda melepaskan senyuman penuh arti, Tristan menepuk tempat kosong di sebelahnya yang menandakan bahwa dia ingin Lina mendudukkan tubuhnya di sana. Tanpa ada perlawanan sedikitpun Lina mengikuti keinginan sang tuan muda


"Jadi kamu bersedia melakukan apapun untuk membalas mereka? Kamu bahkan bersedia untuk menjadi mainan saya secara suka rela?" tanya Tristan dengan dingin


Tiba-tiba saja Lina menampilkan sebuah senyuman yang terlihat dingin


"Mereka? Berarti bukan satu orang yang merencanakan perbuatan keji itu kepada saya?" tanya Lina dengan suara yang bergetar menahan amarah


Tristan pun menganggukkan sedikit kepalanya


"Kenapa bisa ada manusia yang tidak memiliki perasaan seperti itu? Sebesar apa kesalahan yang telah aku lakukan sampai mereka ingin melakukan hal keji itu terhadap aku? Sampai mati pun aku ga akan bisa tenang kalau aku ga berhasil membalas perbuatan mereka!!" batin Lina dengan kedua bola mata yang mulai berkaca-kaca


Tristan mengeraskan rahangnya melihat ekspresi yang Lina tunjukkan pada saat itu, dengan cepat dia menarik kepala Lina dan membenamkan wajah Lina di dada bidangnya


"Kamu harus tau kalau saya tidak suka melihat kamu menjatuhkan air mata kamu!!" ucap Tristan dengan tegas


"Tolong bantu saya untuk membalas rasa sakit hati saya tuan muda," ucap Lina


Tristan mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Lina yang saat itu terlihat penuh amarah


"Tolong pinjamkan saya kekuatan anda agar saya bisa membalas semua perbuatan mereka," lanjut Lina dengan air mata yang mulai menetes


"Jadilah wanita saya, maka saya akan meminjamkan semua kekuatan yang saya miliki untuk kamu." ucap Tristan dengan wajah serius


Lina yang saat itu sedang di kuasai api amarah pun menganggukkan kepalanya tanpa rasa ragu sama sekali


"Apa kamu yakin dengan pilihan kamu? Dan saya mau kamu menjadi wanita saya yang penurut dalam kurun waktu tiga bulan," ucap Tristan

__ADS_1


"Saya akan melakukan apapun yang anda inginkan asalkan saya bisa membalas perbuatan mereka," ucap Lina dengan yakin


Di luar sana Anita dan Aldi sedang merayakan sesuatu yang tak ada hasilnya sama sekali, mereka sengaja mematikan ponsel mereka untuk menikmati malam tersebut. Sedangkan di sisi lain Lina sedang mendapatkan sebuah kekuatan yang besar di dalam hidupnya


__ADS_2