Dendam Wanita Sang Tuan Muda

Dendam Wanita Sang Tuan Muda
Kebodohan Aldi


__ADS_3

Dalam diamnya hati Aldi di selimuti perasaan bersalah terhadap Lina bersamaan dengan perasaan jengkel terhadap Anita


"Bisa-bisanya perempuan itu menemui Lina dan menceritakan semuanya!! Apa yang ada di dalam pikiran perempuan itu?!!" batin Aldi


FLASH BACK


Pada masa awal Aldi merintis usahanya bisa di bilang dia bekerja keras tanpa mengenal waktu, hingga pada suatu hari Aldi merasa benar-benar beruntung karena proposal yang dia ajukan pada sebuah perusahaan yang cukup ternama di setujui


Pada malam itu Aldi di undang ke sebuah tempat untuk menghadiri undangan jamuan makan malam, secara kebetulan malam itu Lina tidak bisa menemani Aldi karena sedang tidak enak badan. Aldi berusaha bersikap ramah dan bercengkerama kepada para petinggi yang hadir di tempat itu


"Mimpi apa aku bisa bekerja sama dengan perusahaan sebesar perusahaan mereka? sepertinya aku sudah menggunakan keberuntungan seumur hidup aku untuk mendapatkan kerja sama ini," batin Aldi sambil tersenyum puas


Entah bagaimana ceritanya tetapi malam itu Aldi sampai tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol, dengan bodohnya Aldi menghabiskan malam itu bersama dengan Anita yang memiliki posisi sangat tinggi di perusahaan tersebut


Aldi memang melakukan hal tersebut karena di bawah pengaruh alkohol dan tak berhasil mengendalikan dirinya sendiri, tetapi lain hal dengan Anita karena dia benar-benar menikmati kebersamaan antara dirinya dan Aldi pada malam itu. Saat pagi menyapa dan Aldi mendapatkan kesadarannya dia langsung meminta maaf atas kesalahan yang telah dia lakukan


"Apa maksud kamu?" tanya Anita


"Saya minta maaf karena tadi malam saya tidak bisa mengendalikan diri saya, tapi saya sudah berkeluarga dan saya tidak mungkin bisa bertanggung jawab terhadap anda." jelas Aldi dengan hati-hati


"Apa kamu berpikiran kalau saya adalah perempuan sembarangan yang bisa kamu permainkan dengan mudah?" tanya Anita dengan dingin


"Saya tidak bermaksud seperti itu," jawab Aldi dengan cepat


Anita yang saat itu posisinya masih berada di atas tempat tidur langsung bangkit dan mendekat ke arah Aldi dengan senyuman tipis, sedangkan Aldi yang merasa sedikit panik terus berjalan mundur hingga dia tak bisa lagi melakukan hal itu karena tubuhnya sudah bertemu dengan dinding


Tanpa banyak bicara Anita langsung mencium bibir Aldi dan membuat Aldi terdiam membeku pada awalnya, tapi semakin lama. Ciuman Anita semakin panas dan membuat Aldi mulai membalas ciuman tersebut. Setelah merasa puas Anita melepaskan ciuman tersebut dan tersenyum tipis


"Saya rasa kamu juga menikmati semua yang kita lakukan, kenapa kamu harus mengucapkan kata-kata kamu yang seperti tadi?" tanya Anita


"Karena menurut saya..."

__ADS_1


Dalam sekejap senyuman di wajah Anita langsung menghilang


"Tidak masalah kalau kamu ingin meninggalkan saya saat ini juga, tapi saya tidak bisa menjamin kehidupan kamu kedepannya akan tetap baik-baik saja seperti saat ini." ucap Anita dengan wajah serius


"Maksud anda?"


Anita pun tersenyum dingin


"Kamu harus tau kalau saya bukanlah perempuan sembarangan, dengan mudahnya saya bisa membuat hidup kamu menjadi hancur berantakan." jelas Anita


Nyali Aldi pun langsung menciut mendengar ancaman tersebut, Anita mulai meraba bagian-bagian sensitif pada tubuh Aldi


"Buang jauh semua beban pikiran kamu sayang, yang harus kita lakukan saat ini adalah menikmati hubungan kita." bisik Anita dengan lembut


Dengan bodohnya Aldi terjebak dalam hubungan tersebut dan akan menjadi malapetaka bagi rumah tangganya, sedangkan Anita semakin lama semakin tak ingin melepaskan Aldi karena Aldi bisa memberikan kepuasan yang dia inginkan


FLASH OFF


"Karena kamu sudah mengakui semua itu maka keputusan aku semakin bulat mas, secepatnya aku akan mengajukan gugatan cerai." ucap Lina dengan lirih


Lina segera bangkit dari duduknya dan hendak meninggalkan sang suami yang pernah dia cinta sepenuh hati, dengan cepat Aldi langsung menarik tangan Lina dan memeluk tubuh Lina dengan sangat erat


"Maafin semua kesalahan mas Aldi ya Lin, mas janji untuk kedepannya mas ga akan pernah melakukan hal seperti itu lagi. Tolong beri mas Aldi kesempatan kedua ya Lin," ucap Aldi bersungguh-sungguh


Lina memantapkan hatinya dan menggelengkan kepalanya


"Tolong lepasin aku mas, karena bagi aku semua yang ada di antara kita benar-benar telah berakhir." ucap Lina dengan tegas


Sekuat apapun Aldi berusaha meyakinkan Lina pada saat itu, hati Lina terlalu sakit untuk memanfaatkan perselingkuhan yang telah di lakukan oleh sang suami. Aldi pun terpaksa melepas tubuh Lina karena Lina telah bulat dengan keputusannya


Lina benar-benar membuktikan ucapannya dan melayangkan gugatan cerai kepada sang suami, dengan campur tangan Anita proses perceraian mereka berlangsung dengan cepat

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas setelah menghancurkan rumah tangga aku?" tanya Aldi dengan penuh penekanan


Anita tersenyum tipis


"Jangan melimpahkan semua kesalahan hanya pada aku sayang, aku cuma ingin melihat kamu terbebas dari tempat ini. Tapi aku juga harus mendapatkan imbalan dari apa yang telah aku lakukan," jelas Anita dengan santai


"Tapi apa harus dengan cara seperti ini? kamu ga tau sejauh apa pengorbanan yang sudah Lina lakukan untuk aku selama ini"


"Aku memang ga mungkin tau dengan pasti perjalanan cinta kalian berdua, tapi kamu tenang aja karena aku sudah memikirkan itu semua. Aku bukan tipe orang yang akan mengambil keuntungan dari orang lain, aku rasa dia akan tetap merasakan hidup dengan nyaman walaupun tanpa ada kamu di samping dia." ucap Anita dengan wajah serius


"Apa maksud kamu?" tanya Aldi


"Apa istri kamu ga cerita kalau aku juga menjanjikan sesuatu ke dia?"


"Tolong jelaskan semuanya ke aku," ucap Aldi penuh penekanan


"Ini adalah kesempatan emas untuk membuat Aldi benar-benar melepaskan perempuan itu," batin Anita sambil tersenyum tipis


"Selain membebaskan kamu dengan jeratan hukum, aku juga berjanji akan memberikan dia kompensasi berupa uang dalam jumlah besar kalau dia bersedia bercerai dengan kamu." jelas Anita dengan serius


Ekspresi wajah Aldi saat itu tampak terkejut mendengar hal tersebut


"Kenapa Lina ga cerita apapun tentang hal itu?" batin Aldi


Bodohnya saat itu hati Aldi sempat menaruh sedikit perasaan curiga kepada Lina


"Jadi kamu benar-benar ga tau tentang hal itu sayang?" tanya Anita


Aldi pun hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sedikit bimbang


"Kalau dia benar-benar mencintai kamu, seharusnya dia bisa memaafkan semua kesalahan yang telah kamu lakukan sayang. Bisa jadi alasan dia yang sebenarnya meminta cerai adalah uang yang aku janjikan itu," lanjut Anita

__ADS_1


__ADS_2