
Empat tahun berlalu...
" Hallo. "
" Hallo sayang. " jawab Alvaro pada Alleta.
" Kita udah di cafe sekarang, dimana? "tanya Alleta dengan nada tinggi.
" Lagi on the way loh ini macet tauk. " jawab Alvaro lembut.
" Oke buruan. " ucap Alleta mematikan telepon sepihak.
Alleta dan teman-teman nya sudah kelas tig SMA dan satu minggu lagi akan mengadakan prom perpisahan, tapi sayang mereka hanya berempat Sindi yang harus pindah sekolah ke Kanada karena bisnis orang tuanya yang harus menetap di sana mau tak mau Sindi juga ikut bersama orang tuanya.
" Akhirnya datang juga. " dengus Vino mengucap syukur karena Alvaro datang.
" ngaret. " sarkas Alleta.
" Jalanan macet Nyonya, kan udah aku jelasin tadi. " jelas Alvaro sambil mencium kening Alleta lalu duduk disampingnya.
" Ya udah minum dulu. " ucap Alleta memberikan minuman pada Alvaro.
" Oiya koko bilang semua udah beres semua pakaian prom kita udah siap diambil besok. " ucap Alleta membuka percakapan.
" Asiyap. " jawab Vino cepat.
" So, rencana hari ini mau ngapain? " tanya Alvaro pada semua temannya.
" Emm ... gimana kalo kita karaokean. " pekik Vino memberi saran.
" Setuju. " sahut Anna dan Alvaro bersamaan.
" Sayang jangan bilang kamu gak ikut. " tanya Alvaro melemas.
" Maaf Al tapi aku gak bisa, soalnya hari ini Ayah ulang tahun. " sahut Alleta membuat hening dikemepat orang itu.
" Yaudah kita jengung Ayah aja sekarang ya. " ucap Alvaro menawarkan diri dan dibalas anggukan oleh Alleta.
" Ayo berangkat. " sahut Vino bersemangat menuju mobil disusul oleh Alleta, Anna dan Alvaro.
Setelah satu jam semua sampai dipemakaman.
" Ayah apa kabar, Alleta bawa hadiah buat Ayah. " sapa Alleta sambil menaruh sebuket bunga merah dimakam ayahnya.
" Happy Birthday Yah, Ayah yang tenang ya disana Alleta kangen Ayah sama Bunda. " ucap Alleta menatap kedua makam Ayah dan Bundanya karena tidak bisa menahan sedih Alleta mengeluarkan air mata yang membasahi wajah cantiknya.
" Happy birthday Om. " ucap ketiga sahabat dan kekasihnya bergantian sembari mencoba menenangkan Alleta.
" All Ayah udah bahagia disana kan udah ditemani Bunda sayang, Kamu jangan nangis ya. " hibur Alvaro sambil memeluk erat Alleta.
Dua tahun yang lalu Ayah Alleta meninggal karena kecelakaan yang menimpanya, bukan penyakit ataupun kecelakaan kendaraan tapi Ayah Alleta meninggal karena dibunuh oleh perampok lebih tepatnya orang yang membenci Ayahnya. membuat Alleta berjanji pada dirinya akan menemukan orang itu dan membalaskan dendam atas kematian Ayahnya.
__ADS_1
" Maaf Al aku masih cengeng. " sahut Alleta menundukkan kepala karena malu.
" It's oke kita pulang ya sekarang. " ajak Alvaro menggenggam tanggan Alleta dan dibalas anggukan oleh Alleta.
Empat hari kemudian 🌛
" Alvaro mana si udah seharian gak ada kabar ditelepon operator mulu yang jawab, duh ... gua males dengar ocehan lo operator. " celetuk Alleta kesal karena hampir 75 kali ditelepon dan 200 pesan gak ada satu pun yang di respon oleh Alvaro.
Tut tut ....
" Halo All ada apa? " tanya Vino.
" Halo vin lo lagi sama Alvaro gak? " tanya Alleta to the point.
" Nggak lah gua kan dirumah, nih lagi boker. " jawab Vino santai.
Uwekkk.....
" Jorok banget si lo. " celetuk Alleta mematikkan telepon nya.
" Sibuk kali ya tuh anak. " batin Alleta dan langsung tidur.
🌞
Siang hari Alleta menghampiri rumah Alvaro karena khawatir dari kemarin sampai sekarang Alvaro masih nggak ada kabar.
" Alleta. " sapa Mama Alvaro sambil memeluk Alleta.
" Iya Tan apa kabar? " tanya Alleta membalas pelukkan Mama Alvaro.
" Maaf Tan Alvaro kemana ya kok nggak ada kabar. " tanya Alleta to the point.
" Alvaro gak kasih tahu sama Alleta. " tanya Mama Alvaro heran.
" Apa Tan? " tanya Alleta balik bingung.
" Alvaro lagi di Singapura dipanggil sama sepupunya katanya ada urusan disana. " jawab Mama Alvaro menjelaskan.
"Tumben gak kasih tahu." batin alleta sedih.
Karena perbincangan calon menantu dan camer cukup lama sampai malam hari, Alleta diajak makan malam bersama dan beberapa jam kemudian karena sudah larut malam Alleta pamit pulang ke apartemennya. sesampainya dikamar Alleta langsung tertidur sampai siang hari.
" All ... Alleta bangun ih udah siang juga. " pekik Anna membangunkan Alleta.
" Apa si ganggu aja. " jawab Alleta menarik selimut dan menggulung tubuhnya kembali.
" Buset lo tidur jam berapa si semalam, kebo banget. Sekarang udah jam 11 Alleta mau bangun jam berapa lagi hah. " ocehan Anna membuat Alleta kesal dan langsung terbangun.
" Heeeeh ... bawel banget si lo. " protes Alleta menutup telinganya.
" Sejak kapan si lo tidur sampe kesiangan biasanya juga bangun jam empat atau lima pagi. " celetuk Anna heran.
__ADS_1
Alleta memutar kedua bola matanya mengingat jam berapa dia tidur semalam.
" Alvaro nungguin lo diluar. " pekik Anna menyadarkan lamunan Alleta.
" Alvaro .... " pekik Alleta langsung menutup mulutnya dan langsung melompat menuju kamar mandi.
Setelah satu jam, Alleta keluar dari kamarnya menuju ruang tamu tempat Alvaro dan Anna sedang mengobrol.
Alvaro yang sadar kehadiran Alleta langsung berdiri dan memegang kedua telinganya lalu meminta maaf pada Alleta, "MAAF."
Alleta langsung tersenyum dan membuka luas kedua tangannya membuat Alvaro tersenyum lebar dan memeluk Alleta.
" Maaf ya aku pergi tanpa pamit pulang tanpa ngabarin. " ucap Alvaro masih dalam pelukkan Alleta.
" Lupa sama pacar sendiri. " ucap Alleta melepaskan pelukkannya.
" Ingat lah tapi gak ada waktu buat ngabarin terlalu sibuk, biasa anak bisnis. " jawab Alvaro mengacak-acak rambut Alleta.
" Kamukan bisa ngabarin aku dipagi hari walau cuma satu panggilan atau satu pesan yang penting ada kabar sayang. " celetul Alleta kesal.
" Iya maaf lain kali aku kabarin oke. " sahut Alvaro mencium kening Alleta.
" Hadeh males banget jadi nyamuk. " nyinyir Anna menyindir kedua pasangan itu.
" Cie ... jomblo. " ejek Alvaro dan Alleta bersamaan lalu tertawa bersama.
🌛🌛Malam hari...
" Eh Alvaro udah malam gua mau pulang. " pekik Anna karena Alvaro yang masih asik main dengan Alleta.
" Ya elah An bentar lagi, gua masih kangen sama pacar gua. " sahut Alvaro santai.
" Lo tu ya kaya udah ... udah mau mati aja takut gak bisa ketemu pacarnya lagi. " ejek Anna malas.
" Yaudah gua pulang duluan. " celetuk Anna langsung berdiri akan keluar.
" Eh gila lo ... Alleta gak bakal izinin, iyakan sayang. " ucap Alvaro sambil tersenyum melihat Alleta memintanya untuk menghalangi Anna pulang.
" Al udah jam 01:00 kasian Anna, biarin dia pulang kenapa. " ucap Alleta pelan.
" Terus aku gimana aku masih mau sama kamu sayang, gak papa aku disini sampai 02:00 deh." tanya Alvaro memasang wajah sedih.
" Saty jam doang ga lebih. " jawab Alleta masam.
" Bye. " ucap Anna tanpa basa–basi meninggal kan mereka berdua diapartemen Alleta.
Satu jam kemudian Alvaro izin akan pulang, tapi saat akan keluar tiba-tiba Alvaro berbalik menghadap Alleta dengan nafas naik turun seperti orang yang habis lari jauh.
" Ada apa Al .... "tanya Alleta heran.
.
__ADS_1
.
.