Destiny Chooses

Destiny Chooses
Kekeliruan


__ADS_3

Alleta yang terkejut kartna ditarik tangahnya langsung berbalik.


" Anda siapa? " pekik Alleta pada Rico.


" Alleta? " sahut Rico.


Alleta yang semakin terkejut karena namanya disebut oleh orang asing yang tidak ia kenal langsung berlari ingin masuk kamar namun dihentikan oleh Rico.


" Archan!!! " pekik Rico menghentikan Alleta.


Deggg....


Alleta berbalik dan memandang Rico dengan jantung yang berdegup kencang, " Siapa kau? " tanya Alleta mendekati Rico.


Whattt.....


Alleta yang tidak percaya dengan cerita Rico atas keaadaan Archan langsung berdiri dan menatap sinis Rico.


" Maaf Tuan Rico tapi saya tidak ada hubungan apa-apa dengan bos mu itu. " jawab Alleta.


" Alleta cobalah mengerti bosku sangat membutuhkankanmu sekarang. " imbuh Rico memohon pada Alleta.


" Kenapa aku yang harus ikut denganmu? Aku tidak ada urusan dengannya. " ucap Alleta menatap Rico tajam.


" Apa perlu ku jelaskan secara detail agar kau mengerti. " imbuh Rico.


Lama Alleta berfikir akhirnya ia setuju untuk ikut ke rumah sakit, " Baiklah kita pergi sekarang. " sahut Alleta.


Setelah sampai Rico langsung mengajak Alleta ke ruang perawatan Archan.


" Tunggu ..., apakah benar aku orangnya? " tanya Alleta ragu.


" Tentu, bos sedang tidur jadi temani dia didalam sebentar. " jawab Rico.


" Baiklah. " sahut Alleta.


Rico yang mempunyai urusan penting, meninggalkan Alleta di dalam ruangan sendirian untuk menjaga Archan.


Didalam ruangan Alleta menatap Archan penuh rasa iba dan penuh banyak pertanyaan.


" Siapa aku dimata mu Tuan Archan...? Mengapa kau mencari ku...? Apa ada urusan diantara kita yang mengusik hidupmu...? Atau aku membuat kesalahan yang menjadikanmu tidak tenang...? "


Alleta terus menatap Archan dalam diam sampai tertidur pulas di samping ranjang Archan. Pagi hari Alleta terbangun karena merasa ada tangan yang mengelus kepala nya.


" Kau sudah bangun gadis kecil? " tanya Archan tersenyum lebar kearah Alleta.


Deggg....


Jantung Alleta berdegup kencang karena terkejut dengan wajah yang merah merona karena melihat senyuman Archan yang sama sekali belum pernah ia lihat sebelumnya.


" Ada apa dengan wajahmu nona? " tanya Archan sedikit menggoda.


Alleta memelotot langsung memegang pipinya yang terasa panas dan memalingkan pandangan kebelakang.


" Sial pasti muka gue merah sekarang. " umpat Alleta dalam hati.


" Maaf aku harus pulang. " ucap Alleta yang bangun dari tempat duduknya.


Archan seperti tak rela di tinggal dengan cepat memegang tangan Alleta dan menariknya sampai Alleta terjatuh di ranjang Archan.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan Tuan? " pekik Alleta yang memberontak melepaskan diri dari genggaman Archan.


" Sorry, aku hanya ingin kau tetap disini bersama ku. " sahut Archan tunduk.


karena melihat wajah Archan yang murung dan kondisi Archan yang belum stabil membuat Alleta semakin iba kepadanya.


"Bisa murung juga tuh muka." Batin Alleta.


" Aku hanya akan mandi dan mengganti pakaian ku saja, setelah itu aku akan kembali kesini lagi. " ucap Alleta yang kembali duduk di tempat tidur Archan.


" Benarkah " tanya Archan memegang tangan Alleta dan menatapnya penuh arti.


" Tentu Tuan Archan. " imbuh Alleta meyakini Archan.


" karena banyak yang mau gue tanyain nanti. " lirih Alleta dalam hati.


Karena Archan mengizinkan Alleta untuk pulang, Alleta langsung pergi. Dan atas perintah Archan Alleta diantar oleh 2 bodyguard pribadinya.


Setelah sampai Alleta langsung naik menuju unit 3443 kamar Alleta, didalam kamar Alleta merenggangkan tubuhnya dikasur dan kembali tertidur.


Tanpa mengingat janjinya dengan Archan Alleta bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi dan berendam di bathtub sambil menikmati alunan lagu, sudah cukup lama berendam Alleta menyudahi mandi sorenya. Tiba dari pagi Alleta tidak makan apa-apa membuat perut Alleta keram karena lapar.


" Ohiya gua belum makan dari pagi makanya perut gue bergetar terus-menerus akhhh .... " sarkas Alleta mengacak-acak rambutnya.


" Gara-gara ketiduran di rumah sakk .... "


tiba-tiba Alleta teringat akan Archan yang dimana Alleta sudah berjanji akan kembali kerumah sakit.


" Ya ampun Alleta kok lo bisa lupa si. " umpat Alleta memukul keningnya karena kecerobohan yang ia lakukan.


Dengan cepat Alleta berlari kesana–kemari mencari pakaian yang akan ia bawa ke rumah sakit sampai semua sudah beres Alleta langsung mambawa honda jazz merah miliknya menuju rumah sakit.


" Alleta. " pekik Rico saat Alleta turun dari mobil.


" Bos menunggumu dari tadi. " jawab Rico cepat.


Tanpa bicara lagi Alleta langsung lari menuju kamar VIP Archan, dengan nafas naik turun Alleta membuka pintu kamar Archan dengan kasar hingga Archan terkejut melihatnya.


" Alletaa .... " lirih Archan kaget.


" Maafkan aku baru datang sekarang, aku ketiduran tadi jadi jadi .... "


" Masuk dan duduklah All tenang kan dirimu " imbuh Archan khawatir karena kepanikkan Alleta.


Alleta duduk di samping ranjang Archan dan memainkan tangannya terus-menerus karena bingung mau bilang apa dan mulai dari mana.


"Kauu .... "


"Kauu .... "


Pekik Archan dan Alleta bersamaan.


" Bicara lah duluan. " ucap Archan.


" Tidak kau saja yang duluan. " imbuh Alleta.


" Kau saja All. " sahut Archan melirik mata Alleta.


" Kau saja Tuan."

__ADS_1


" Kau All. "


Alleta menghempaskan nafas kasar, "Baiklah, a..aaku hanya ingin meminta maaf karena membuatmu menunggu dan melupakan janji ku yang akan datang cepat tadi, tapi akan ku ganti waktu ku untuk menemanimu ... tidak, maksudku menginap malam ini. " ucap Alleta terbata-bata.


Archan hanya tersenyum menanggapi ucapan Alleta, " Alleta. " panggil Archan.


" Iya, " jawab Alleta tanpa melihat kearah Archan.


" Aku menunggumu cukup lama dan aku kira kau mengabaikan janji mu. " ucap Archan.


" Aku tertidur kembali saat pulang maaf .... " sahut Alleta berpose memegang kedua telinganya.


Membuat Archan gemas dan ingin memeluk nya tapi Archan mengurung kan niatnya karena takut Alleta marah.


Perut Alleta tiba-tiba keram membuatnya meringis kesakitan.


" Aaaawwww .... " ringis Alleta memegangi perutnya.


" Kau kenapa All? " tanya Archan khawatir.


" Perutku tiba-tiba sakit. " jawab Alleta kecut.


" Apa kau sudah makan? " tanya Archan.


Glekkk.....


Alleta menelan salivanya dan tersenyum masam, " A aku lupa Tuan. " jawab Alleta terbata.


" Apa dari pagi tadi? " tanya Archan.


" Eeeemmmm. "


Archan yang mendengar jawaban Alleta langsung mengambil ponsel di atas meja dan menelpon seseorang untuk membawa makanan untuk Alleta.


" Apa begini keseharianmu yang sering lupa makan? " tanya Archan sinis.


" Kadang-kadang. " jawab alleta.


" Whattt .... " pekik Archan.


Beberapa menit menunggu salah satu bodyguard Archan masuk dan membawa makanan berupa seafood, maki shusi rolls, steik, sandwich dan lainnya juga lalu menatanya di atas meja ujung ruangan.


Alleta melihat Archan dengan rasa heran dibalas sungging senyum dibibir Archan.


" Apa tidak salah? Kau membeli makanan sebanyak ini? " tanya Alleta heran.


" Kau tidak makan sejak pagi Alleta jadi wajar jika makanan yang ku pesan sebanyak ini. " jawab Archan cepat.


Alleta hanya menggeleng kepala melihat kelakuan Archan yang menurut nya terlalu berlebihan.


" Makanlah. " ucap Archan pada Alleta.


" Thank you. " lirih Alleta menuju meja yang tersaji semua makanan ala barat.


Archan terus menatap Alleta sembari tersenyum melihat Alleta yang sangat menikmati makannya itu.


"Why do you see me like that Archan." ucap Alleta dalam hati karena risih di pandang terus-menerus oleh Archan.


" you interesting " ucap Archan dalam hati seperti menanggapi ucapan Alleta.

__ADS_1


_____________________________


LIKE AND COMMENT 👌


__ADS_2