Destiny Chooses

Destiny Chooses
Pengganggu


__ADS_3

" Ini adalah rumah sakit yang aku tunggu-tunggu untuk perawatan Ayah yang sering sakit-sakitan dulu. " ucap Alleta tanpa sadar menceritakan masa lalunya.


Archan tersentak mendengar ucapan Alleta, seketika rasa jengkelnya dengan Alleta hilang ... dan tidak menyahuti perkataan Alleta yang Archan yakini tanpa sadar Alleta akan menceritakan masa lalunya.


Benar ... Alleta melanjutkan ceritanya dengan tatapan kosong, dan itu sudah dipastikan Alleta bercerita sembari melamun mengingat masa lalunya.


" Ayah bukan sakit jantung, paru-paru, ataupun kanker tapi ayah dulu sering sakit ringan seperti flu, demam, batuk dan kadang sakit kepala berlebihan. Sering! Aku tahu Ayah sering sakit tapi karena ego ku yang belum bisa kembali kerumah ..., aku tidak bisa merawat ayah dengan baik. "


Archan masih bergeming mendengar cerita Alleta, ia tidak ingin mengeluarkan sepatah katapun yang akan membuat Alleta berhenti bercerita.


" Dulu Ayah bilang saat aku besar nanti akan ada kehidupan yang begitu banyak drama, mulai dari berpura-pura sampai kebohongan juga akan terlihat disetiap orang. Dan benar, Ayah yang berkata Ayah juga yang menunjukkannya padaku. Ayah berpura-pura tegar dan kuat sampai Ayah berbohong dengan ku. hampir setiap minggu Bik Mira menceritakan kesehatan Ayah yang kurang sehat, namun sayangnya setiap aku bertanya langsung dengan ayah, 'Apakah ayah sehat?' beliau menjawab, 'Ayah akan selalu sehat nak.' ... Aku tahu Ayah tidak ingin aku khawatir, Tapu kenapa aku sangat egois dulu. " lanjut Alleta.


" Disini dulu taman tempat bermain, tapi sekarang hancur dan menjadi bangunan besar. "

__ADS_1


Archan memejamkan matanya sembari mengepal tangannya, ia ingat lingkungan rumah sakit ini dulunya adalah taman bunga yang sangat indah tapi sayangnya Archan merusak taman itu menjadi rumah sakit LMC.


" Aku ingin marah, tapi itu bukan hakku. Maka ku tepis taman itu dari ingatanku tapi aku masih mengingat nya sampai sekarang. "


" Setiap hari aku melewati jalan bangunan ini dan setiap hari aku bersama denganmu, kamu bilang kita akan menunggu bangunan ini selesai tapi kenapa saat usiaku menginjak 14 tahun, aku kehilangan kamu. " ucap Alleta.


Archan memirungkan kepalanya kesamping kanan untuk menatap mata Alleta, tapi yang Archan lihat Alleta masih menatap kosong kedepan.


" SMP aku selalu lupa jalan pulang, tapi semenjak mengenal taman ini aku mulai hafal jalan pulang. Sampai satu tahun pembangunan ini mulai terlihat jelas bentuknya, tidak masalah tamannya hilang karena aku senang tempat ini akan dijadikan rumah sakit. Dan dari sana aku menunggu pembangunan ini akan benar-benar menjadi rumah sakit yang akan ku jadikan tempat perawatan Ayah. "


Air mata Alleta mengalir tapi masih dalam keadaan melamun, " Lama aku menunggu, Ayah sudah pergi meninggalkan aku sebelum ku bawa kerumah sakit ini. " lanjut Alleta.


Archan tidak bisa menahannya lagi ia berdiri dan ingin memeluk Alleta, " Aku kesepian Palkan. " ucap Alleta terisak. Seketika Archan mengerjap tapi ia masih tetap memeluk Alleta, tanpa sadar Alleta membalas pelukkan dari Archan.

__ADS_1


Ceklek....


Rayhan masuk kedalam ruangan VVIP dengan sangat perlahan, senyumnya mengembang ketika melihat dua insan sedang berpelukkanan. Rayhan ingin mengganggu tapi ia akan sibuk jika tidak menyampaikannya sekarang juga.


" Eheem. " Dr. Rayhan menegur keduanya sehingga Alleta tersentak dan melepaskan pelukkannya.


" Maaf maaf aku mengganggu momen kalian berdua. " ampun Dr. Rayhan cekikikan.


" Memang mengganggu. " umpat Archan dingin.


" Cih ... aku tidak punya banyak waktu karena aku banyak jadwal operasi, maka dari itu aku sempatkan kesini untuk mengatakan kalau Nyonya bisa pulang dan bisa dirawat dirumah saja. " jelas Dr. Ray.


Archan mendengus kesal ... apa pentingnya Rayhan menyampaikan itu, dia bisa menyuruh salah satu perawat atau asisten pribadi untuk mengatakannya bukan. Kenapa harus repot-repot menggangu dirinya dan Alleta dengan beralasan akan banyak jadwal operasi sehingga harus menyampaikannya sekarang juga.

__ADS_1


__ADS_2