
Satu tahun kemudian ....
Alleta benar-benar menghilang tanpa kabar sampai-sampai Archan pernah datang keperusahaan ICC untuk mencari Alleta namun hasilnya nihil Alleta tidak menampakkan dirinya. Jika ada keperluan pasti Alleta akan menyerahkan semuanya pada Anna asisten sekaligus sahabat Alleta.
Malam itu Archan sangat kacau seperti biasanya walau dalam pekerjaannya ia selalu profesional namun jika sudah lewat jam kerja Archan akan kembali menjadi orang yang bisa dibilang menyedihkan.
" Tambah satu botol lagi. " perintah Rico pada salah satu bartender dibar milik Archan.
" Kau gila Bos sudah banyak minum malam ini Rico. " pekik Rey kesal
" Ini untukku breng**k. "
" Dasar bajing** menyedihkan. " umpat Rey tak perduli.
" Alleta aku merindukanmu sayang. " gumam Archan dalam keadaan mabuk berat.
" Kembalilah padaku All. " tambah Archan.
" Lihatlah kau begitu menyedihkan Bos. " sahut Aldy meneguk wine begitu banyak.
" Jangan bersedih Bos kami bersamamu. " timpal Rico turut bersedih.
" Astaga kenapa kalian selalu menyusahkan aku dengan kelakuan kalian yang menyedihkan ini. " sengit Rey pasrah melihat ketiga sahabatnya yang sedang mabuk berat.
Atas perintah Archan sebelumnya semua ponsel mereka tinggalkan dimanson Archan sehingga Reyhan harus keluar dari ruangan VIP untuk memanggil bodyguard Archan.
" Aawwww ... " Jerit seorang wanita.
" Hey Nona apa kau tidak melihat jalan. " ucap Rey kesal pasalnya wanita itu menabraknya.
Wanita itu menghentikkan jalannya lalu membalik kan badan, " Jelas kau yang menabrak .... "
•••
🌞...🌞
" Aaggghhh. " Archan memegangi kepalanya yang terasa berat.
" Kau sudah bangun Bos. " sapa Rey dari balik pintu.
__ADS_1
Byurrr....
Reyhan menyiram air dingin kewajah Rico dan Aldy karena terus terlelap dalam tidurnya.
" Hey breng**k apa yang kau lakukan. " pekik Rico marah.
" Arggg kepala ku. " ringis Adly memegangi kepalanya.
" Jam berapa sekarang. " tanya Archan.
" Sekarang sudah jam 11:45 Bos kalian begitu menikmati tidur kalian sampai lupa untuk bangun. " ucap Ray.
" Ini hari minggu Bos untuk apa kau menanyakan jam, apa kau akan bekerja dihari minggu? " tanya Rey menyodorkan tek hangat dimeja.
" Apa selama itu kami tertidur? " tanya aldy
" Yes. "
" Lebih baik kalian mandi dulu sangat tak enak mencium bau badan kalian. yang sangat menyengat. " ejek Rey sembari pergi meninggalkan mereka dikamar.
Setelah selesai mandi mereka berempat pergi untuk makan siang bersama tanpa sepatah katapun mereka makan dalam keheningan.
" Huft ... Bos aku tidak bisa lama-lama menemani kalian karena aku ada urusan dirumah sakit. " ucap Ray.
" Eemmm pergilah. " sahut Archan.
Rayhan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan untuk pergi kerumah sakit tapi seketika Rayhan terpaku dan tiba-tiba dia kembali duduk membuat Archan, Rico dan Aldy saling berpandangan karena heran melihat tingkah Rayhan yang kembali duduk.
" Tidak jadi? " tanya Aldy.
" Akh ... Aku ingat sesuatu. " ucap Ray.
" Apa? " tanya Rico.
" Aku ingin menceritakan masalah semalam. " ucap Ray serius.
" Hadeh untuk apa?" tanya Rico malas.
" Huft ... semalam aku menabrak seorang wanita, apa kalian tau? " ucap Ray mencoba untuk bercerita tapi menggantung ceritanya dengan pertanyaan.
__ADS_1
" Tidak tahu, pergilah. " sahut Archan mengusir Rayhan.
" Wanita itu .... " Archan menatap intens kerah Rayhan sehingga Ray menghentikkan ceritanya lalu beranjak pergi dari sana.
Rayhan tidak mau merusak mood Archan lebih dalam karena mungkin hari ini Archan sedang tidak baik diajak bicara maka Ray pergi kerumah sakit tanpa mau berdebat dengan Archan.
Diperjalanan Rayhan terlihat gelisah fikirannya terus memutar kejadian semalam yang entah kenapa Rayhan terus memikirkan wanita yang menabraknya semalam, Rayhan mengingat wajah wanita yang ia tabrak semalam sampai Rayhan tidak fokus dalam mengemudi hingga Ray menghentikkan mobilnya dipinggir jalan untuk menetralkan fikiran nya yang tak karuan.
" Lama-lama bisa gila nih. " gumam Rayhan memijat pelan pelipisnya.
Dua puluh menit kemudian Rayhan melanjutkan perjalanan nya dengan kecepatan penuh Rayhan memecahkan jalanan yang basah karena hujan deras.
•••
Rico dan Aldy kembali di perintah oleh Archan untuk mencari keberadaan Alleta mulai dari menelpon suruhan mereka, mengecek sosial media sampai kesemua orang yang mengenal Alleta pun ikut diminta Rico dan Aldy untuk mencari keberadaan Alleta.
" Sudah satu tahun tapi hasil kita tetap nihil. " umpat Rico.
" Kau lupa nyonya FAI lebih hebat dari kita jadi tidak akan mudah bagi kita untuk menemukan keberadaan nya sekarang. " sahut Aldy menepuk pelan pundak Rico.
Archan mendengar apa yang dibicarakan kedua kepercayaannya hati Archan semakin sakit saat Rico dan Aldy gagal menemukan Alleta. Betapa menyesalnya Archan dulu yang mengabaikan perkataan Alleta yang terus menasihatinya sepanjang hari. Archan sudah berusaha untuk melupakan Alleta tapi hatinya terus mencari dimana Alleta sekarang.
Takdir yang membuat Archan kembali didekatkan dengan cinta sekarang takdir juga menjauhkan Archan dengan cintanya.
" Aku merindukanmu sayang. " lirih Archan mencengkeram cangkir ditangan.
Tarrr...
Cangkir ditangan Archan pacah sehingga Rico dan Aldy terkejut dan berlari mendekati Archan karena tangan Archan terluka oleh pecahan-pecahan beling gelas.
" Bos tangan .... "
Brakkk...
,
,
Jangan lupa like and comment.
__ADS_1
Bantu memberi saran dan kritiknya semua.😁