
Archan menelan salivanya dan menutup kedua matanya karena merasa bersalah dengan semua perlakuannya pada Alleta. Archan merasa bersalah karena menyamakan Alleta dengan wanita lain.
" Kau sama kan aku dengan wanita lain Archan, aku sangat murahan rupanya. " lirih Alleta menatap kosong kedepan.
Bruggg.......
Archan langsung memeluk Alleta dengan sangat erat, " Maafkan aku yang sangat bodoh ini Alleta, aku mohon maafkan aku. " ucap Archan meneteskan air mata lalu mengapusnya secara kasar agar tidak terlihat oleh Alleta.
" Apa kau akan meninggalkan aku? " tanya Alleta masih dalam tatapan kosong.
" No ... sejak pertama aku mengenal mu aku sudah mencintaimu Alleta dan aku tidak akan meninggalkan mu. " ucap Archan melepaskan pelukkannya dan menatap sayu wajah Alleta yang tidak merespon nya.
" Aku mengingat mu lagi Alvaro. " batin Alleta penuh rasa kacau.
Pagi hari Alleta dan Archan sarapan bersama tanpa ada suara mereka menikmati makan nya dalam diam.
" Alleta kau harus ikut denganku ke Australia besok. " ucap Archan to the point.
" What ... kenapa aku harus ikut? " tanya Alleta bingung.
" Kita akan bahagia disana sayang. " jawab Archan.
" A a aku belum siap, apa aku bisa memikirkannya dulu nanti? " tanya Alleta terbata.
__ADS_1
" Baiklah aku harap kau setuju. " sahut Archan mengelus rambut Alleta.
Karena Alleta menolak permintaan Archan untuk ikut kekantor jadi Archan mengantar Alleta ke apartemennya, Dua jam kemudian Archan dan Alleta sampai di apartemen Alleta.
" Thank you. " ucap Alleta pada Archan yang dibalas belaian rambut dan anggukkan saja.
" Ikut jangan? "
" Jangan ikut. "
" Ikut jangan? "
" Jangn ikut. "
" *Gua aja belum tahu tentang dia masa iya gua harus ikut sama orang asing yang baru gua kenal, lagian gua masih bimbang antara percaya gak percaya sama tuh orang*. " batin Alleta bingung.
" Akh ... ya udah lah All lo ikut aja semoga lo nggak salah kali ini. " akhirnya Alleta menyetujui permintaan Archan dan melanjutkan aktivitas gymnya.
Jam 09:50 malam Alleta pergi ke apartemen Archan tapi sepertinya Archan sedang tidak ada disana lalu Alleta melajukan mobilnya pergi ke mansion Archan.
Alleta disambut ramah oleh para bodyguard Archan karena Alleta sudah diperkenalkan sebagai kekasih Archan, padahal Alleta sendiri belum menerima bahwa dirinya milik Archan.
" Masuk jangan? " batin Alleta ragu.
__ADS_1
Alleta langsung membuka pintu tanpa memencet bell.
" Nyonya Alleta. " sapa Bik Sri pada Alleta.
" Bik Tuan nya ada? " tanya Alleta to the point.
" A a anu Nyonya itu ... tu tu tuan sedang ada tamu. " jawab Bik Seri terbata.
" Siapa tamunya? " tanya Alleta menatap curiga Bik Sri yang gagu saat bicara.
Lama Bik Sri tidak menjawab pertanyaan Alleta membuat Alleta semakin curiga dan naik keatas menuju kamar Archan.
Saat didepan pintu Alleta mendengar tawaan banyak orang karena penasaran Alleta membuka sedikit pintu untuk melihat siapa saja yang ada didalam.
" Archan?! " lirih Alleta melihat pemandangan yang mengejutkan.
" Archan kau harus berjanji padaku sayang, wanita itu harus kau hempaskan secepatnya karena hanya aku milikmu sayang. " ucap perempuan asing itu sambil duduk dipangkuan Archan dan merangkul leher Archan.
" Ayolah Bela kita harus bersenang-senang bukan malam ini. " ucap Archan pada gadis itu dan membalas pelukkannya.
" Baiklah sayang. " perempuan itu menci*m manja bib*r Archan membuat Alleta membelalakkan matanya.
" Breng*ek " dersis Alleta kesal dan langsung enyah dari tempatnya.
__ADS_1