Destiny Chooses

Destiny Chooses
Antara Mengejar Atau Merelakan


__ADS_3

Dua cinta yang harus terpilih cinta adik biarkan dia bahagia atau cinta ku yang berbahagia.


Archan Lorenzo De Virgous.


Archan pov...


Aku ingin menarik tangannya dengan sangat lembut tapi karena emosi yang tidak terkendali aku menariknya dengan sangat kasar. Iya, aku tahu itu pasti sakit aku memang sangat kasar dengannya tapi aku tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak kasar dengannya.


Aku menghempas kasar tubuh Alleta dikasur, " Alleta apa tidak ada kesempatan untukku dihatimu. " gertakku sembari duduk dikasur membelakanginya.


Dia tidak menjawab pertanyaanku sampai aku mengulangi pertanyaan yang sama hingga empat kali dan jika Kelima kalinya dia tidak menjawab entah apa yang akan terjadi dengannya malam ini.


" Alleta jawab aku, apa tidak ada kesempatan untukku dihatimu? " tanyaku ulang.


" Tidak. " tekan Alleta singkat.


Deg...


Ketika dia berkata tidak aku terdiam tanpa merespon lagi. Aku akan pergi meninggalkannya tapi ketika aku bangun dari dudukku tiba-tiba tanganku ditahan olehnya.


" Kau jahat padaku dihari terakhir kita bertemu Archan. " ucap Alleta dingin.


" Aku tahu aku salah All pamanku terlalu dalam menghasut .... "


" Bukan hanya tentang pamanmu tapi dihari terkhir kita bertemu. " ucap Alleta memotong perkataanku.


Aku menatapnya lama sembari mencari jawaban apa kesalahan lainku.


Aku membelalak kan mataku, " Maaf All aku sudah lancang. Aku pantas dihukum atas perbuatanku. " ucapku mengingat kesalahanku yang pernah menciumnya dengan sangat agresif.


" Aku marah saat itu dan tidak mau menemuimu lagi tapi sudahlah semua sudah menjadi masa lalu dan sekarang aku bertemu denganmu sebagai calon kakak iparku. Aku sudah memaafkan mu. " sahut Alleta mengingatkan bahwa aku adalah masa lalunya.


" All .... "


" Aku mencintai Alvaro. "


Deggg....

__ADS_1


Rasanya tidak terima jika Alleta dimiliki oleh orang lain " Kau bohong sayang. " ucapku menahan amarah.


" Jangan egois Archan aku milik adikmu bukan milikmu. " tekan Alleta.


Aku pergi begitu saja dari kamar Alleta. Rasanya tidak ingin berdebat lagi dengannya kerena aku tidak mau merasa sesak lebih dalam lagi.


Author pov


Semua orang sudah bangun sejak pagi namun tidak dengan Alleta yang masih setia dengan kasur empuknya.


Alvaro yang menatap sang kekasih yang tidak kunjung bangun dari tadi sudah mulai geram melihat gerak gerik Alleta yang hanya berputar kekiri dan kekanan tanpa mau bangun dan menbuka matanya.


" Hey apa kamu tidak ingin bangun. " ucap Alvaro mengelus rambut panjang Alleta.


" Eeehhmmmm " Alleta malah menepis tangan Alvaro lalu berbalik membelakanginya.


" Baiklah tidur yang nyenyak tuan putri aku akan mengambil pakaian kita hari ini cup. " ucap Alvaro mencuum rambut Alleta.


Alvaro pergi dari kamar Alleta dan menghampiri Rico " Kak dimana kak Archan? " tanya Alvaro.


" Kau tidak kekantor? "


" Aku disuruh mengambil berkas ini lalu akan pergi kekantor sekarang. "


" Baiklah. " ucap Alvaro meranjak pergi.


" Kau mau kemana? " tanya Rico.


" Mengambil pakaian ditempat Mama. " ucap Alvaro pergi meninggalkan Rico.


✏✏


Perubahan sikap Archan semakin aneh dikantor setiap karyawan pasti terkena amukan dari Archan. Tidak ada yang berani masuk keruangan Sang Bos karena mereka tahu mood Bos mereka sedang tidak baik.


" Kau aneh Bos semua orang kau marahi tanpa sebab. " ucap Aldy heran.


" Bukannya bahagia tapi malah semakin menyedihkan. " imbuh Rico yang baru masuk keruangan Archan.

__ADS_1


" Enyahlah dari hadapanku. " timpal Archan.


" Hari ini sangat sibuk dikantor tapi biar aku dan Aldy yang mengatasinya Bos. " tawar Rico.


" What!!! " pekik Aldy.


" Bos perlu istirahat. " pelotot Rico.


" Tidak perlu. " sahut Archan.


" Benarkah? " tanya Rico.


" Baiklah tidak memaksa. "


Archan tidak suka mengulang setiap perkataannya dua kali karena apapun keputusan nya akan tetap mutlak tidak bisa diganggu gugat.


" Huft ... padahal Nyonya sendirian dirumah. " ucap Rico sengaja menggoda Archan.


Bola mata archan melirik Rico " Maksudmu? " tanya Archan.


" Alputra pulang kerumahnya untuk mengambil semua barang dan pakaiannya. " ucap Rico, mendengar itu Archan tersenyum getir dan beranjak dari tempatnya untuk pulang menemui Alleta. Ini adalah kesempatan untuk Archan berbicara dengan Alleta.


Aldy terperangah melihat Sang Bos pergi dari ruangan kantor.


" Kau lihat bagaimana Bos melanggar ucapannya. "


" Aku sampai tidak percaya. " imbuh Aldy, Sang Bos tidak pernah mentarik ulur ucapannya jika dia berkata tidak selamanya akan tidak sebaliknya jika iya berkata baiklah atau iya maka selamanya akan iya. Namun lihat lah sekarang mendengar nama Alleta Sang Bos tidak berfikir dua kali untuk pergi menemuinya.


" Aku mohon bicara lah denganku hari ini. Aku ingin mendengar kejujuranmu sayang. " dersis Archan.


,,


,,


Jangan lupa like and comment.


Silahkan bantu kasih Saran dan kritiknya kakak-kakak, biar Author cici koreksi ulang.😉😉

__ADS_1


__ADS_2