Destiny Chooses

Destiny Chooses
Berdebat


__ADS_3

Alleta keluar dari mobilnya tapi saat kaki Alleta sudah keluar dari mobil tiba-tiba ada seseorang yang menggageti nya.


" Dari mana? " tanya Archan.


Duagg....


" Aaawwww .... " ringis Alleta kesakitan karena kepalanya kejedot pintu mobil.


" Eh .... " Archan terkejut lalu mendekati Alleta.


Krekk....


" Aaawwww ... Archann .... " pekik Alleta karena kakinya diinjak oleh Archan.


" Maaf maaf. " ucap Archan memegangi kepalanya.


●●●●●●●


Diruang tengah Archan mengambil es batu lalu mengompres kaki Alleta yang memar sebab diinjak oleh nya tadi.


" Bagaimana sudah mulai enakkan? " tanya Archan.


" Eeem. " ketus Alleta.


" Ceroboh sih jadinya kejedotkan. " ucap Archan tanpa rasa bersalah.


" Hei kau yang salah disini. " pekik Alleta tidak terima.


" Jika kau tidak pulang larut malam aku tidak akan membuatmu kaget. " ucap Archan Membela diri.


" Jadi kau sengaja? " tanya Alleta memelotot.


Archan menghembuskan nafasnya dengan kasar, " Tidak. " ucap Archan lalu menarik kepala Alleta dan mengompes bagian belakang kepalanya, hingga Alleta terpejam dan menikmati kelembutan Archan. Tidak terasa kepalanya terjatuh didada bidang Archan.


Archan tesentak, " All?! " panggil Archan mengelus rambut Alleta.

__ADS_1


Alleta bisa merasakan tangan Archan mengelus kepalanya, matanya membulat sembari mengumpati kebodohannya sendiri.


" Sini kompresnya. " pinta Alleta mengangkat kepalanya lalu meminta kompresan ditangan Archan.


" Biar aku saja yang kompres kepalamu sa .... "


" Berisik. " ucap Alleta merampas kompresan ditanggan Archan.


Setelah itu Alleta beranjak kedapur untuk mengambil air hangat, dan kembali keruang tengah untuk mengompes kening Archan yang berdarah.


" Salah bilang salah ... Jangan suka kagetin orang nanti akibatnya fatal. Lihat, kepalaku kejedot, kakiku kau injak, dan aku memukul kepalamu karena kaget. " celoteh Alleta mengompes kening Archan yang berdarah olehnya.


" Aku tidak bermaksud begitu. " jawab Archan dingin, " Kau cerewet sekali sayang, tapi aku merindukannya. " batin Archan senang.


" Menyebalkan. " umpat Alleta menekan luka Archan.


" Aww .... " ringin Archan berpura-pura.


" Eh ... Maaf. "


" Aku tidak bermaksud .... " ucapan Alleta terpotong.


" Kau harus bertanggung jawab. " ucap Archan.


Alleta terbelalak, " Aku? " tanya Alleta menunjuk dirinya sendiri.


" Aku tahu kau adik dari seorang mafia paling kejam, tapi jangan seenaknya saja memukul orang sampai mengeluarkan darah seperti ini ( menunjuk keningnya sendiri). " umpat Archan kesal.


Cih....


" Jika kau tidak melukaiku duluan aku tidak akan bertindak sekejam itu. " balas Alleta geram.


" Aku hanya bertanya kau dari mana, apa itu salah? " tanya Archan sedikit berteriak.


" Itu tidak salah tapi caranya salah. " pekik Alleta

__ADS_1


" Baiklah aku salah ... kau dari mana saja tadi? " tanya Archan geram karena berdebat dengan Alleta.


" Dari kantor. " jawab Alleta singkat.


" Apa pekerjaanmu banyak sampai kau tidak ingat waktu? Atau kau lupa jalan pulang? Tidak lihat kah sekarang jam berapa? Apa masih wajar kau pulang dijam segini? " tanya Archan beruntun.


Alleta membelalakkan matanya sejenak lalu kembali memasang muka datar, " Maaf. " lirih Alleta singkat.


Salah satu sifat Alleta yang akan mengalah jika memang dia benar bersalah, tapi jika menurutnya benar dan orang lain salah maka ia akan menjadi wanita yang banyak bicara dan tidak kenal kata mengalah atau bersalah.


" Berjanjilah kau tidak akan pulang larut malam lagi. " ucap Archan.


" Aku tidak bisa berjanji. "


" All ini demi dirimu. "


" Jangan mengkhawatirkan aku. "


Archan memejamkan matanya sejenak lalu ia menatap intens wajah wanita yang sangat ia cintai itu, merasa risih ditatap terus menerus oleh Archan Alleta langsung beranjak dari duduknya lalu pergi kekamarnya.


" Kenapa kau sangat keras kepala sayang. " dersis Archan menatap punggung Alleta yng beranjak dari temoat duduknya.


Alleta bukan lah risih dengan tatapan Archan tapi sebenarnya ia malu dan tidak tahan jika harus menahan degup jantung yang begitu kencang saat di tatap.


Benarkan Alleta tidak mencintai Archan, benarkah Alleta membenci orang itu, atau Alleta hanya merasa kasian dengannya yang masih mempunyai harapan dengannya.


" Ada apa dengan ku Kenapa aku merasa bersalah dengannya. " dersis Alleta didalam kamarnya.


#


#


Mohon dukungannya semua.


Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang. 😗😗

__ADS_1


__ADS_2