Destiny Chooses

Destiny Chooses
Jadikan Aku Tunanganmu


__ADS_3

Malam pun tiba, Archan benar-benar pulang telat, Alleta yang sudah selesai makan langsung pergi ke ruang perpustakaan.


" Al, dia memenuhi fikiranku lagi. " gumam Alleta duduk memeluk lututnya sembari menenggelamkan wajahnya.


" Kembali lah, Al. Bantu aku melupakannya lagi. " lanjut Alleta.


" Alleta. " tiba-tiba Archan memanggil Alleta.


Alleta mencoba menghapus air matanya namun telat, Archan sudah berada didepannya, " Kau menangis? " tanya Archan menghapus air mata Alleta.


" Tidak, mataku hanya kelilipan. " elak Alleta tersenyum.


" Jangan membohongiku. " sengit Archan.


" Aku tidak sedang berbohong, Arc." ucap Alleta meyakinkan Archan.


" Baiklah, apa kau sudah makan? " tanya Archan.


" Sudah. "


" Alvaro tadi menghubungiku, dia bilang satu minggu kedepan .... "


" Aku sudah tahu. " potong Alleta.


" Apa kau tidak apa-apa? " tanya Archan.


" Aku baik-baik saja. " jawab Alleta.


" Sedang apa kau di sini? Aku tidak melihat mu sedang membaca." tanya Archan curiga.


" Aku hanya duduk saja. " jawab Alleta lemas.


" Aku mungkin tidak bisa memiliki mu, tapi aku mohon jadikan aku tempat mu melimpahkan semua keluh kesahmu, All. " pinta Archan bersimpuh.


Alleta tersenyum getir, " Apa pertemauanmu dengan rekanmu berjalan lancar? " tanya Alleta lembut.


Archan menghela napas, " Lancar, tapi ...." Archan menggantung perkataannya.


" Tapi apa? " Tanya Alleta.


" Dia menginap di sini untuk dua malam. " ucap Archan lirih.


Alleta kembali tersenyum, " Kenapa jika ia menginap di sini? Kalian bisa lebih leluasa untuk mengobrol bersama bukan. " ucap Alleta


" Aku takut ada ketidak nyamanan atas keberadaan orang lain. " ucap Archan.


" Jangan berfikir begitu. "


" Baiklah, mari aku kenalkan denganmu. " tawar Archan mengulurkan tangannya dan di balas oleh Alleta.


Archan dan Alleta menghampiri orang itu di ruang keluarga, " Tuan Dholkan. " panggil Archan membuat Alleta berhenti berjalan.


Tangan Archan terlepas dari tangan Alleta, " Ada apa, All? " tanya Archan.


Orang yang di panggil Tuan Dholkan itu berdiri dan menatap mereka berdua.


" Kau menyebut nama siapa tadi? " tadi Alleta.


" Tuan Dholkan. " ucap Archan lagi.


" Selamat malam, Nyonya. " sapa tuan Dholkan.


Archan membalikan badannya untuk menghadap tuan Dholkan sehingga Alleta bisa melihat jelas wajah tuan Dholkan. Mata Alleta dan mata tuan Dholkan saling bertemu.


Mata keduanya saling melebar tanpa berkedip, " Bizura?! " gumam tuan Dholkan.

__ADS_1


" Palkan?! " gumam Alleta tanpa sadar menyebut nama orang yang membuat Alleta gelisah tadi.


Archan tediam saat mendengar nama 'Palkan' di sebut oleh Alleta.


" Tuan Dholkan ...."


" Archan, bisakah kita bicara sebentar. " pinta Alleta.


Archan menatap Alleta, " Baiklah. " ucap Archan.


" Tuan Dholkan anda .... "


" Tidak masalah saya akan menunggu di sini. " ucap Tuan Dholkan cepat.


Alleta menarik tangan Archan ke ruang perpustakaan lagi, " Ada apa, All? " tanya Archan heran.


" Tidak, aku tidak bisa mengatakan semuanya dengan Archan. " ucap Alleta dalam hati.


" Tunggu sebentar. " ucap Alleta merogoh ponselnya.


Alleta menempelkan ponselnya di telinga kanannya, " Halo. "


" .................... "


" Dia kembali. " ucap Alleta.


"....................."


" Dia di rumah ini sekarang. "


"....................."


" Apa kamu tidak akan kembali dan menolongku? " pekik Alleta.


"....................."


Alleta menatap Archan, " Bantu aku. " lirih Alleta.


" Untuk? "


Alleta menghela napas panjang, " Menjadikan aku sebagai tunanganmu. " ucap Alleta.


Degg ....


Archan speechlees mendengar ucapan Alleta tadi, " Apa kau bercanda? " tanya Archan.


" Perkenalkan aku sebagai tunanganmu, perkenalkan aku sebagai calon Nyonya De Virgous. " lantang Alleta.


" Kenapa kau tiba-tiba .... "


" Ayolah Archan jangan bertele-tele dalam berfikir, kau mau atau tidak? " ucap Alleta.


Archan terdiam sejenak lalu ia mengangguk pelan, " Baiklah kita keluar sekarang. " ucap Alleta menarik tangan Archan untuk keluar menemui tamu mereka.


............


Di ruang tamu Archan memperkenalkan Alleta sebagai tunangannya membuat Dholkan terpaksa memberi selamat kepada mereka berdua.


Suasana malam yang cukup memegangkan pun berakhir. Tadi Alleta sampai menahan amarah saat tuan Dholkan menceritakan masa lalunya dengan seorang wanita cantik yang ia beri nama Bizura.


Alleta tahu tuan Dholkan menceritakan kisah masa lalunya dengan Alleta.


Ya, Bizura adalah Alleta dan Palkan adalah tuan Dholkan.


Di balkon Alleta berdiri menatap langit tiada bintang satupun, " Panas sekali rasanya. " sentak Alleta mengipas wajahnya dengan tangan, padahal angin sangat kencang menerpa wajahnya.

__ADS_1


Grebb ....


Archan memeluk Alleta dari belakang membuat Alleta tersentak kaget, " Kau sedang apa di sini, Sayang? " tanya Archan lembut.


Alleta melepas pelukkan Archan, " Jangan macam-macam Archan, kita hanya berpura-pura sudah tuangan. " tegas Alleta.


" Walau hanya pura-pura bukankah kita harus terlihat romantis, Sayang? " ucap Archan menggoda Alleta.


Alleta membelakangi Archan, " Hal yang romantis hanya akan aku lakukan dengan suamiku kelak. " ucap Alleta.


Archan kembali memeluk Alleta dari belakang, " Archan .... "


" Tuan Dholkan ada di balik pintu, Sayang. " bisik Archan membuat Alleta speechlees.


" Aku tahu kau mau bersandiwara menjadi tunanganku, itu karena kau tidak mau tuan Dholkan punya kesempatan untuk dekat denganmu lagi kan. " bisik Archan pelan di telinga kanan Alleta.


" Apa maksudmu aku tidak mengerti. " ucap Alleta pura-pura bodoh.


" Bizura, aku tahu Tuan Dholkan tadi membicarakan dirimu sebagai Bizura, Sayang. " bisik Archan lagi.


" Archan ...."


" Jangan mengelak lagi, gerak-gerik, kepalan tangan bahkan matamu sudah membutikan bahwa kau sedang memendam amarah besar tadi. " ucap Archan.


" Aku bukan orang bodoh, Sayang. " bisik Archan meniup telinga Alleta hingga Alleta menggeliat geli.


Archan sangat bahagia bisa sedekat ini dengan orang yang ia cintai, Archan tahu Alleta adalah tuangan Alvaro tapi rasanya Archan menduga bahwa Alleta tidak mempunyai perasaan kepada Alvaro.


Tidak tahu dugaannya benar atau salah, tapi di lihat dari Alleta menelepon seseorang tadi di ruang perpustakaan, Archan langsung menebak bahwa orang itu adalah alvaro.


Dari nada bicara Alleta yang mengatakan 'Dia kembali dan Dia di rumah ini sekarang' lalu kata terakhir yang Alleta ucapkan 'Apa kamu tidak akan kembali dan menolongku?' Archan yakin ada hal yang di sembunyikan Alvaro dan Alleta darinya dan mungkin itu ada kaitannya dengan tuan Dholkan.


" Apa dia sudah pergi? " tanya Alleta membuyarkan lamunan Archan.


" Em, siapa? " tanya Archan.


" Tamumu itu. " ucap Alleta tidak mau menyebut nama tuan Dholkan.


" Sepertinya belum. " ucap Archan mengeratkan pelukkannya.


" Jangan bohong Archan, kau hanya mempermainkan aku bukan. " sengit Alleta.


" Kau tidak percaya denganku? " tanya Archan.


Alleta bingung harus percaya atau tidak dengan Archan, " Aku membohongimu, Sayang. " bisik Archan melepaskan pelukkannya.


Alleta melebarkan matanya lalu berbalik menatap Archan, " Kau berbohong denganku? " sengit Alleta.


" Aku melihatnya lewat saja tapi karena aku kira mungkin saja dia menguping kita jadi ...."


" Ahh'haaaa, mencari kesempatan dalam kesempitan rupanya. " kesal Alleta.


" Maafkan aku, Sayang. " ucap Archan memegangi kedua telinganya.


" Ingin aku maafkan? Kejar aku dulu. " sahut Alleta berlari meninggalkan Archan.


Archan menyusul Alleta dengan berlari mengejarnya, " Jadilah macam yang jinak, Sayang. " ucap Archan terus mengejar Alleta.


" Bukankah singa lebih berkuasa? Ayo kejar aku jika kau bisa. " ejek Alleta.


" Singa ya, baiklah kau akan lihat bagaimana singa memburu mangsanya, Sayang. " ucap Archan terus mengejar Alleta yang tidak kunjung ia dapatkan.


.


.

__ADS_1


..... Bersambung .....


__ADS_2