Destiny Chooses

Destiny Chooses
Menghilangnya Sang Kekasih


__ADS_3

Selama beberapa hari dirumah Archan terus disibukkan dengan laptopnya bahkan saat ini sudah tiga hari Archan disibukkan dengan urusan kantor sampai tidak pulang ke rumah dan itu membuat Rico dan Aldy sangat tidak tahan karena mereka harus ikut kemanapun Archan pergi jadi mereka juga tidak pulang disaat Archan tidak pulang.


" Bos apa Nyonya tidak khawatir denganmu. " tanya Aldy lirih dan Archan menatap tajam wajah Aldy seperti tidak ingin diganggu.


" Damai Bos aku hanya bertanya. "


" Dimana ponsel ku? Ponsel ponsel kenapa aku sampai lupa dengan Alleta. " pekik Archan mencari-cari keberadaan ponselnya.


" Akh ... Bos lupa ternyata. "


" Cih ... wanita ku bahkan selalu menghubungi ku karena aku tidak pulang. " celektuk Rico melihat ponsel penuh dengan notif.


" Jala*g barumu? " tanya Aldy.


" Dia sangat pandai dalam bercinta. " ucap Rico membayangkan wanitanya.


" Dasar bajin*gan. " celetuk Aldy


" Kau tau body nya sangat sulit ku lupakan, dari rambut sampai ujung kakinya .... "


" Unyu unyu se*sinya " potong Aldy memanyunkan bibir sambil mencubit pipi Rico.


" Awww... sakit baji .... "


" Akh ... kenapa teleponku tidak diangkat. " pekik Archan mengejutkan Rico dan Aldy yang sedang berbincang.


" Jangan dilihat. " bisik Aldy menutup mata Rico dengan sangat kasar hingga Rico kesakitan.

__ADS_1


" Lepasakan baji*gan. " bisik Rico memberontak


" Hey bos sedang marah ja .... "


" Kita pulang sekarang. " ucap Archan berdiri didepan mereka.


" Akhirnya. " pekik Rico dan Aldy semangat.


" Kalian meninap malam ini. " titah Archan karena hari sudah larut malam Rico dan Aldy hanya menurut pada bosnya itu.


🍃🍃🍃


Dimansion Archan terus menghubungi Alleta karena Anna bilang pada Archan kalau Alleta sudah pulang tapi saat diperiksa deseluruh tempat Alleta tidak ada dimana-mana.


" Kau pergi kemana sayang. " guman Archan khawatir.


" Seperti nya Nyonya tidak pulang kesini Bos. " ucap Rico menunjukkan CCTV dimana Alleta turun dari mobil didepan gerbang mansion Archan lalu meletakkan setangkai bunga kuning setelah itu pergi dari sana.


" Bunga ini penuh duri Bos tapi kenapa Nyonya meletakkan didepan. " ucap Aldy memberikan bungan penuh duri itu.


" Apa maksdumu sayang. " batin Archan


" Bos pasti bertengkar lagi dengan Nyonya. " ucap rico.


" Jelas, wajah murung Nyonya terlihat sekali disini. " sahut Aldy.


" Kita ke apartemen Alleta sekarang. " ucap Archan.

__ADS_1


" Harus kah sekarang. " protes Rico dan Aldy.


Archan yang menatap tajam wajah mereka berdua satu persatu sehingga mereka berlari menuju mobil masing-masing yang diikuti oleh dua mobil dari belakang, karena kemungkinan besar resikonya kalau Archan keluar tanpa pengawal.


" Alleta. " panggil Archan.


" Sayang kau ada didalam. "


" Alleta. " panggil Archan menyala kan lampu tengah.


" Tidak ada disini. " batin Archan.


Karena tidak menemukan keberadaan Alleta, Archan sangat emosi yang bercampur khawatir.


" Kemana kamu sayang. " batin Archan sesak.


" Bos Nyonya pergi meninggalkan mobilnya dimall lalu di naik taxi. " ucap Aldy menunjuk rekaman CCTV pada Archan.


" Cari terus keberadaan Alleta sekarang kita pulang karena besok ada pertemuan dengan Anggun. " ucap Archan dengan nada rendah.


Didalam kamar Archan tidak bisa tidur. Banyak fikiran yang terus berputar dikepala Archan, mencari Alleta dikota jakarta bukanlah mudah bagi orang luar seperti Archan apalagi Archan hanya tahu sahabat Alleta yaitu Anna. Bahkan Anna sekarang ikut khawatir saat Archan mengatakan bahwa Alleta tidak di rumahnya ataupun di apartemen nya.


" Dimana kamu sayang. "


" Maafkan aku yang terus sibuk. "


" Maaf kan aku yang lupa akan dirimu. "

__ADS_1


" Mas janji gak akan nyakitin kamu lagi sayang, Mas mohon kembalilah Alleta. " gumam Archan terus menerus sambil memeluk foto Alleta.


__ADS_2