
Delapan bulan kemudian semua yang dilakukan Archan bisa dibilang sia-sia, perusahaan yang diminta oleh pamannya tidak berhasil dihancurkan, bahkan rencana pernikahan Archan dan Alleta harus ditunda lebih lama lagi.
Mansion archan.... ππ
" Mengapa perusahan itu tidak kunjung punah. " pekik Archan marah.
" Perusahaan (Itazura Cripto Crishtopus) mempunyai perketatan yang sama kuatnya Bos sehingga tidak mudah bagi kita untuk menghancurkannya. " ucap Rico menjelaskan.
" Aku ingin bertemu dengan si bajing*n FAI Crishtopus besok. " ucap Archan melirik Rico.
" Baik bos akan kami urus jadwalmu dengan nya. " ucap Rico meminta izin untuk pergi bersama Aldy.
Tok tok tok....
" Boleh aku masuk? " tanya Alleta
" Tentu sayang masuk lah. " jawab Archan pelan
" Ini teh mu Tuanku, tenangkan dirimu dulu. " ucap Alleta.
" Makasih sayang. " ucap Archan mendekati Alleta dan duduk di samping sofa.
" Archan apa aku boleh bertanya sesuatu? " tanya Alleta
" Tentu sayang katakan apa yang ingin kau tanyakan. " jawab Archan memeluk perut Alleta sambil menyandarkan dagu kepundak Alleta.
" Ini memang bukan urusanku tapi saat aku pulang dari berlibur selama beberapa bulan ini, aku melihatmu sangat sibuk akan pekerjaan yang entah sampai kapan kau akan menyudahi nya Archan, apa masalah hal yang sama? " tanya Alleta lembut.
Alleta sempat meminta izin berlibur ke Singapura dengan Anna karena ingin mencari ketenangan disana, sempat ditolak oleh Archan tapi karena pekerjaan yang mungkin akan menyibukkannya sehingga tidak punya waktu untuk menemani Alleta maka Archan mengizinkan Alleta untuk pergi selama tiga bulan.
" Eemmm ... masih sama, aku tidak tahu sayang. Akupun merasa sedikit aneh karena baru kali ini aku kesulitan menghacurkan perusahan orang lain biasanya hanya dengan hitungan jam aku bisa menyentil perusahaan siapa pun yang aku mau. " ucap Archan sombong.
" Apa motivasimu mengancurkan perusahan yang tidak pernah berurusan denganmu, Archan kalau mereka tidak mengusikmu kenapa kau harus hancurkan mereka. " ucap Alleta kesal karena berkali-kali Alleta menyuruh Archan untuk berdamai tapi tak pernah ia dengarkan perkataan Alleta sedikitpun.
" Mereka memang tidak salah, tapi paman bram yang memintanya. "
" Kenapa pamanmu meminta kehancuran perusahaan itu terus. " tanya Alleta semakin gereget.
" Mungkin perusahaan itu sama bandingnya denganku maka dari itu paman ingin menghancurkannya. " ucap Archan masih dengan keadaan santai.
" Jika sama banding kenapa tidak kerja sama saja, kalian bisa menjadi rekan yang baik tanpa harus menindas satu sama lain. " saran Alleta.
" No ... aku sudah terlanjur penasaran dengan perusahaan itu sayang, bahkan bukan paman saja sekarang aku juga menginginkan kehancuran perusahaan itu setelah itu aku akan merekrut semua karyawan dan IT terbaik dari perusahaan itu. sepertinya mereka semua sangat hebat sayang. " ucap Archan melepaskan pelukkannya.
" Lagian bukannya popularitas perusahaanmu sekarang meningkat bahkan perusahaan ICC masih dibawahmu kan. "
__ADS_1
" Iya aku tahu sayang tapi tetap akan mengancurkan perusahaan ICC. " ucap Archan sambil meminum tehnya.
" Jangan keras kepala nanti kau menyesal Mas. " ucap Alleta lembut.
Uhuk...
Uhuk...
" Kau bilang apa? " tanya Archan bingung.
" Apa? aku bilang nanti kau menyesal. " sahut Alleta mengulangi ucapannya.
" Bukan itu tapi kata terakhir yang kau ucapkan? " tanya Archan.
" Mas Archan? " tanya Alleta
" What? kedengarannya sangat aneh tapi cukup menarik. " ucap Archan kikuk.
" Berapa lama kau di Indonesia? " tanya Alleta cekikikan.
" Lima tahun mungkin karena aku tinggal di Kanada sejak kecil lalu aku tinggal selama 2 tahun di Australia setelah itu aku pergi ke Indonesia untuk mengembangkan perusahan Lorenzo Internasional. " jelas Archan mengingat masa dimana ia ke Indonesia.
" Panggilan Mas itu sama seperti panggilan sayang untuk seorang wanita yang mencintai lelakinya. Didalam rumah tangga Istri akan memanggil Suaminya dengan sebutan itu. " ucap Alleta menjelaskan.
Alleta tidak lagi melarang Archan untuk memeluk atau menciumnya asal jangan sampai ke hubungan Suami Istri karena mereka belum menikah dan Archan menyetujui itu ia akan menunggu dimana saat Alleta akan menjadi miliknya sepenuhnya nanti.
" Kau bahkan perduli dengan perusahaan yang kau anggap tidak bersalah itu sayang, aku sangat beruntung mendapatkanmu tapi maaf sayang ini sudah terlanjur jauh aku tidak bisa berhenti sampai disini**. " batin Archan senang tapi sedikit khawatir.
πSiang hari...
" Sayang aku pergi dulu ingin bertemu dengan CEO FAI setelah itu kit .... "
" Bos huft .... " panggil Rico dari luar pintu memotong perkatan Archan.
" Ada apa? " tanya Archan mendekati Rico
" Kami sudah berusaha meminta jadwal pertemuan dengan CEO FAI tapi FAI Crishtopus menyerahkan semua pertemuan ini kepada asisten pribadinya Bos. " ucap Rico.
" Tidak berani muncul rupanya, aku tidak akan mau bertemu dengan asistennya cari cara lain untuk memancing FAI muncul dihadapanku. " sarkas Archan penuh emosi.
" Baik bos. " patuh Rico meninggalkan Archan.
" Tenang Mas jangan emosi. " tegur Alleta mendekati Archan.
" Mereka hanya berani melawanku dari belakang sayang bagaimana aku tidak marah. " jawab Archan kesal.
__ADS_1
" Kendalikan marahmu Mas. " ucap Alleta menepuk bahu Archan.
" Aku tidak terima sayang mereka itu pecundang hanya bisa bersembunyi dibalik topeng. " sengit Archan tanpa sadar menepis tangan Alleta.
" Aawwwe .... " rintih Alleta tanpa didengar oleh Archan.
" Mas?! " panggil Alleta lembut tapi Archan mengabaikannya.
Cihh...
" Sudah ku katakan kenapa kau harus menghancurkan perusahan yang tidak pernah ada sangkut pautnya dengan perusahanmu, apa karena kau menjujung tinggi pamanmu itu sampai kau rela mengahancurkan hidup orang lain. " pekik Alleta meninggalkan Archan karena tidak tahan lagi.
Alleta sangat kecewa dengan Archan yang selalu marah kerena kegagalannya, dia sangat mementingan kehancuran perusahaan itu dari pada perasaan orang lain bahkan Archan hampir pernah hilang kendali saat berdekatan dengan Alleta itu semua disebabkan oleh amarah yang tidak bisa ia kendalikan.
" Sayang tunggu, maafkan Mas. " pekik Archan mengejar Alleta menuju ruang perpustakaan milik Archan.
Ceklek......
" Sayang?! " panggil Archan membuka pintu tapi tidak dijawab Alleta.
" Sayang Mas minta maaf Mas memang salah. " lirih Archan mendekati Alleta tapi Alleta tak bicara.
" Sebenarnya mas hanya penasaran dengan mereka, tapi paman malah meminta perusahaan ICC untuk dihancurkan sayang. " jelas Archan pada Alleta tapi Alleta masih membungkam mulut nya.
" Sayang Mas tahu Mas salah kerena berniat buruk, tapi kasian paman sayang. "
" Mas sudah menjelaskan padamu paman meminta satu hal dari Mas yaitu kehancuran ICC saja sayang dan Mas harus melakukannya. "
" Apa Mas harus membantah paman Mas sendiri? "
" Tidak kan sayang, Mas mohon maafkan Mas ya. " ucap Archan terus-menerus tapi masih didiamkan oleh Alleta.
" Alleta. " pekik Archan menghentak meja.
" Jangan pernah meminta maaf kalo masih mengulangi kesalahan yang sama. " bentak Alleta lebih keras.
" Apa kau tidak mau mendukungku? " tanya Archan emosi.
" Ya, apakah aku harus mendukung orang yang berani menindas perusahaan lain karena ingin membalas budi tanpa memikirkan apa tujuan pamanmu itu hah. " pekik Alleta
" Sayang kau tidak ta .... "
" Diam .... " bentak Alleta
" Kali ini aku yang bicara. " teriak Alleta
__ADS_1