
Padang aku jika tidak ada cinta dan pejamkan matamu jika kau tidak sanggup menahan kebohongan.
Archan Lorenzo De Virgous.
.
.
.
.
Sesampainya dimansion Archan mencari Alleta dimana-mana biasanya Alleta duduk di balkon sembari baca buku tapi anehnya Archan tidak menemukan Alleta disana.
" Kemana Alleta. "
" Bik apakah Alleta sudah keluar rumah? " tanya Archan pada Bik Mirna.
" Nyonya tidak keluar Tuan. " sahut Bik Mirna.
" Itu artinya .... " Archan tersenyum nakal ketika menduga Alleta belum keluar dari kamarnya.
Archan berjalan pelan kekamar Alleta sampai didepan pintu Archan kembali melangkah mendekati Alleta yang masih berbalut selimut.
" Kau semakin cantik sayang. " bisik Archan menyibakkan beberapa rambut yang menutup wajah Alleta.
" Aku merindukanmu. " lanjut Archan mengelus pipi kiri Alleta.
Sepuluh menit berlalu Archan masih setia duduk menatap Alleta yang masih menutup matanya sampai akhirnya Archan gemas dan ingin mencium kening Alleta tapi tiba-tiba tengkuk Archan ditarik hingga bibir Archan bertemu dengan bibir Alleta.
Archan terbelalak saat Alleta menarik dan menempelkan bibirnya dengan Archan bahkan Alleta melu*** bibir Archan sampai Archan memejamkan matanya dan ikut membalas lumu*** alleta. Archan menunggu tidakkan Alleta selajutnya sampai 5 menit Archan tidak merasakan aksi selanjutnya bahkan sekarang Alleta tidak membalas lumu*** dari Archan lagi.
Ketika Archan membuka matanya yang benar saja Alleta masih dalam keadaan tertidur dan itu artinya ciuman yang diberikan oleh Alleta tidak ia sadari sama sekali.
Archan menarik ciumannya nafas Archan sampai tidak teratur dibuatnya, " Apa kau bermimpi mencium seseorang sayang. " dersis Archan mengelus rambut Alleta.
" All bangun lah sayang. " ucap Archan menurunkan belaiannya kepipi Alleta.
" Eehhmmmm. " Alleta menangkap tangan Archan lalu menindih tangannya dipipi kanan Alleta.
__ADS_1
" Hey gadis manis bangun lah jangan membuatku menunggu sayang. " ucap Archan.
" Bisakah kau biarkan aku tertidur sebentar. " gumam Alleta masih menutup matanya.
Archan terkejut mendengar sahutan Alleta " Apa dia tahu ini aku. " Batin Archan.
" Sayang kau tahu ini aku. " tanya Archan
cukup lama Archan menunggu tapi Alleta tidak menjawab pertanyaannya.
" Alleta bangun sayang. "
" Ayolah! Apa kau sangat lelah sampai tidak mau bangun. " lajut Archan.
" Kau berisik sekali Sayang. " sahut Alleta bangun dari tidurnya dan langsung terduduk.
Sungguh mengejutkan bagi Archan melihat respon Alleta, " Apa aku mengganggumu? " tanya Archan mengelus rambut Alleta.
Alleta membuka matanya lebar-lebar sejenak Alleta menurunkan bola matanya kebawah lalu membalikkan padangannya kesebalah kanan terlihat disamping Alleta ada Archan yang sedang tersenyum memandanginya.
Mata Alleta melebar ketika tahu bahwa disampingnya adalah Archan bukanlah Alvaro. " A Archan .... "
" Kau enggan menatapku, kenapa...? Takut kejujuran akan terbongkar. " sarkas Archan dingin.
" Pergi dari kamarku. " sahut Alleta.
" Tatap aku jika kau tidak mencintaiku. " tantang Archan.
Deggg....
" Jangan mimpi. "
" Bukan aku yang bermimpi tapi kau yang bermimpi. "
" Memutar balikkan fakta. "
" Kec****mu sangat manis sayang. " bisik Archan.
" Kau ... jangan kurang ajar denganku. " sengit Alleta menjauh dari Archan.
__ADS_1
" Jika aku katakan kau menciumku duluan apa masih aku yang salah? " tanya Archan.
" Jangan harap .... " Perkataan Alleta terhenti karena menatap video yang ditunjuk oleh Archan padanya. Sungguh nakal Archan memvideo momen mesranya dengan Alleta tadi.
" Archan Kau .... " Alleta langsung menutup mulutnya sembari memelotot kearah Archan.
" Jelas kau yang menarikku sayang. " sahut Archan menggoda Alleta.
" Akh ... ternyata itu bukan mimpi. " dersis Alleta memalingkan wajahnya.
" Alleta. " panggil Archan.
" Maaf aku tidak sengaja. " ucap Alleta tanpa menatap Archan.
" Alleta. " panggil Archan lagi.
" Oke! aku salah maaf. "
" Alleta. " lagi - lagi archan memanggil namanya.
" Kenapa .... " Alleta terbungkam ketika melihat tatapan Archan yang sangat mendalam.
Alleta hendak memalingkan wajahnya " Jangan lepasakan padangamu atau kau akan merasakan akibatnya. " ancam Archan.
Archan pernah mengancam Alleta dan hampir menyetubuhinya maka dari itu Alleta hanya menurut dan membiarkan Archan menatapnya. Jika tidak mungkin Alleta akan mendapatkan perilakuan kasar dari Archan.
Setelah 15 menit saling bertatapan Archan tersenyum sejenak " Aku mencintaimu Alleta. " ucap Archan tulus.
Semakin dalam Archan menatap Alleta " Aku sangat mencintaimu. " ucap Archan lagi.
" A ... a ... aku .... "
..
..
Mohon dukungannya semua.
Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang. 😘
__ADS_1