Destiny Chooses

Destiny Chooses
Mengejek dan Memuji


__ADS_3

Archan masuk kedalam kamar Alleta dengan membawa sup ayam buatannya dengan Bik Mirna, " All?! " panggil Archan


Alleta kembali sadar dari lamunannya lalu mendongakkan kepalanya kearah Archan.


" Ini sup ayam yang aku janji kan semalam. " ucap Archan meletakkan mangkuk di atas nakas.


" Aku tidak m .... "


" Jangan menolak hanya karena kau sedang tidak mood lagi, perut mu butuh diisi agar tenagamu bisa kembali lagi. " potong Archan.


Alleta mendengus sebal karena Archan memaksanya.


" Maaf ... hari ini aku ada janji dengan rekan bisnis dari turki jadi aku .... "


" Tidak masalah aku sudah mulai baikkan, kau bisa bekerja hari ini ... jangan cemas. " seru Alleta meyakinkan Archan.


Archan mengangguk, " Pergila kekamar mandi, Aku akan menunggumu. " titah Archan


"Baiklah."


Atas perintah Archan setelah selesai mandi Alleta kembali duduk diatas kasur lalu Archan mengambil mangkuk sup ayamnya dan menyuapi Alleta dengan sangat telaten.


Disaat sedang menyuapi Alleta, tersirat dipikiran Archan ingin menanyakan masalah Alleta. Entah itu tentang kegelisahannya sekarang ataupun amarahnya sampai melempar ponselnya hingga tidak berbentuk lagi.


beberapa kali Archan mengumpat didalam hatinya agar menahan rasa penasaran namun sungguh nakal mulutnya tidak bisa berkompromi dengan hatinya.


" All kenapa handphonemu ada disana? Dan kenapa bentuknya seperti habis dibanting? " tanya Archan dengan hati-hati. Sungguh rasa penasarannya tidak bisa ditahan.


Alleta mengalihkan pandangannya kesamping kanan, dilihatnya ponsel yang tergeletak dilantai lalu ia menghela nafas panjang sembari menutup mata ia membatin, " Kau tidak bersalah tapi aku malah menghancurkan mu " Alleta merasa bersalah dengan benda pipih kesayangannya itu.


" Aku lepas kendali. " sahut Alleta singkat.


" Sudah habis, ini yang kau namakan tidak mood makan? " tanya Archan mengalihkan pembicaraan ke sup ayam yang habis oleh Alleta.


" Ini sangat enak dilidahku, jadi ...."


" Siapa dulu yang buat. " potong Archan cepat.


" Bik Mirna. " jawab Alleta.


" Dan? " tanya Archan gantung, Alleta masih diam tidak merespon.


Dua detik kemudian, " Herh ... tangan ku juga ikut serta dalam masakan ini All. " lanjut Archan.

__ADS_1


" Pftt ... kau juga ikut memasak? " beo Alleta.


" Jangan tertawa itu tidak lucu. " balas Archan mengerucutkan bibirnya.


" Bhahahaaa .... " tawa Alleta semakin pecah ketika melihat raut wajah Archan yang memerah.


" Ini sungguh tidak lucu. " ucap Archan menyilang kedua tangannya didada.


" Bahahaaa ... huh ... huh ... huft .... " Alleta mencoba untuk menghentikan tawanya walau sebenarnya Alleta ingin terus tertawa namun dirinya mencoba menahannya.


" Baiklah aku tidak tertawa lagi. Tapi tunggu, kenapa kau mau memasak masakkan indonesia, bukankah masakkan Indonesia mu sangat rendah bahkan waktu itu kau membuat nasi goreng yang warnanya berubah menjadi hitam dan rasanya pun seperti arang. " ejek Alleta.


" Kedua kau membuat tumis kangkung yang dimana nasib kangkung itu harus hangus dikotak sampah karena rasanya yang sangat asin. "


" Tiga kau membuat ... " Seketika Alleta menutup mulutnya karena menyadari ucapannya sudah membuat Archan semakin terpojokkan, " Aku tidak akan mengejekmu ataupun tertawa lagi. Aku janji. " ucap Alleta.


Senyum kecut Alleta tidak lepas dari sudut bibirnya, " Jangan membelakangiku terus menerus. " ucap Alleta menepuk punggung Archan.


" Masakkan buatan campur tanganmu kali ini sangat lezat, aku jadi ingin tambah. Bisakah lain kali kau buatkan lagi untukku. " bisik Alleta memuji sekaligus menginginkan lagi sup ayam buatan Bik Mirna dan Archan.


Archan tersenyum getir lalu membalikkan tubuhnya yang langsung melihat wajah Alleta yang terus tersenyum kepadanya, " Jangan berubah lagi All. " ucap Archan membalas senyuman Alleta.


" Hemm ... maksudnya? " tanya Alleta.


" Jangan cuek dan terus tersenyum. "


" em em " gumam Archan menggeleng kepala kekanan dan kekiri (one shot).


" Aku yang harusnya berterima kasih karena kau sudah memaafkan ku dan tidak marah lagi denganku. Makasih All. " lirih Archan.


" Jangan lagi aku mohon. " batin Alleta mulai gelisah.


" Sama-sama. "


" Ohiya jam berapa kau bertemu rekanmu? " tanya Alleta.


Archan melihat arloji di pergelangan tangannya, " Setikar jam sembilanan nanti. Masih punya waktu satu jam. " jawab Archan mendongak.


" Seperti nya perjalananku akan telat jika tidak berangkat sekarang. " ucap Archan menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal.


Alleta tersenyum getir, " Pergilah sekarang. " titah Alleta.


" Kau mengusirku? " tanya Archan.

__ADS_1


" Bukan hanya mengusir, aku juga akan menendang mu dari sini. " canda Alleta.


" Aku lebih hebat dari dirimu Miss mafia. " ejek Archan.


" Dan aku lebih pintar darimu Bos jagoan. " balas Alleta.


" Ck kau bahkan sangat teledor karena menanda tangani berkas pemindahan saham perusahaan mu di New York ke perusahaanku. " remeh Archan.


Dua hari yang lalu Archan sudah menceritakan semuanya pada Alleta bagaimana seorang Archan mendapatkan persetujuan tanda tangan Alleta yang seumur hidup Alleta tidak pernah sembarangan dalam memberi tanda tangannya.


Ternyata Alleta menanda tangani berkas itu di cafe yang sering ia kunjungi di Spanyol, dimana setiap pengunjung cafe La Blankist harus memberikan nomor HP dan juga tanda tangan mereka. Suruhan Archan dan Aldy mengambil kesempatan untuk mencuri tanda tangan Alleta disana.


Cerobohnya Alleta yang menanda tangani kertasnya tanpa mengecek kertas yang ditutup map coklat itu. Sampai akhirnya suruhan Archan dan Aldy berhasil mengambil tanda tangan Nyonya FAI.


" Suruhanmu saja tahu wajah FAI tapi kenapa kau begitu bodoh tidak mengenal diriku. " ejek Alleta.


" Aku tidak penasaran dengan wajah FAI. "


" Tanganmu yang terus memerah setelah menggertak meja karena tidak bisa bertemu dengan FAI, apa itu tidak mengundang penasaran? " lagi-lagi Alleta mengeluarkan semua kebodohan Archan.


" Huft ... aku tidak akan pernah menang jika berurusan denganmu. " ucap Archan mengalah.


" Tentu kau bahkan bisa aku kalahkan dalam permainan mu sendiri. " bukannya berhenti Alleta malah terus-terusan menggoda kebodohan Archan.


" Bisa kita tidak berdebat sekarang. " ucap Archan menunjuk arloji ditanggannya.


" Baiklah kau bisa pergi sekarang. " ucap Alleta menahan tawa.


" Aku akan pulang jam delapan malam jangan menunggu ku, kau harus makan sebelum aku pulang. " ucap Archan lembut.


" Semua makanan akan aku habiskan sampai tidak ada sisa untukmu. " ucap Alleta.


" Tentu ... itu karena kau induk dari The Liger Hercules. " ejek Archan berlari keluar kamar.


" What induk harimau. " pekik Alleta menunjuk tubuhnya sendiri.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungannya Kakak-kakak.


Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang.


__ADS_2