Destiny Chooses

Destiny Chooses
Rencana Archan


__ADS_3

" Sayang. " panggil Archan dikamar Alleta


" Iya mas. " sahut Alleta


" Paman tidak menyetujuinya sayang. " ucap Archan jujur.


" Lalu? " tanya Alleta sinis


Ehmmm.....


" Kau mau Mas berhenti bukan? Jadi Mas tidak akan melanjutkan nya lagi sayang. " ucap Archan mencubit kedua pipi Alleta.


" Aawwwww ... sakit Mas. " pekik Alleta memberontak.


" Maaf sayang aku terlalu bahagia karenamu cup ... " ucap Archan mencium punggung tangan Alleta.


" Bahagia karena ku? Apa maksudmu Mas? " tanya Alleta


" Kau merubah hidupku cintaku. " jawab Archan menggigit telinga Alleta


Akhhhh.......


" Dasar nakal. " pekik Alleta menahan sakit ditelinganya.


" Kau bilang apa tadi, coba kau ulangi ditelingaku. " lirih Archan memajukan langkahnya.


Cihh....


" Bukan apa-apa Mas aku hanya bercanda. " ucap alleta Sambil melangkah menghindari Archan tapi Archan melingkarkan tangannya dipinggang Alleta sehingga Alleta tidak bisa menjauh darinya.


" Kau tahu sangat sulit bagi ku untuk mengendalikan diri sayang, jadi kau jangan memancing na .... "


Tok tok.....


" Permisi Tuan diluar ada Tuan Rico yang menunggu. " panggil Bik Mirna yang mengejutkan Archan dan Alleta sehingga mereka saling berjauhan.

__ADS_1


" Mengganggu saja. " celetuk Archan membuat Alleta Cekikikan.


" Ya sudah temui Rico sekarang. " ucap Alleta.


" Denganmu ayo ... " ajak Archan lalu mereka pergi menghampiri Rico.


Diruang belajar Archan dan Rico berbicara lewat bahasa Mexico mungkin karena tidak ingin Alleta tahu.


" Lakukan sesuai rencana jangan ada yang salah, kirim dua mata-mata di perusahaan itu besok. " titah Archan dalam bahasa Mexico.


" Baik bos. " patuh Rico.


" Kita hancurkan perusahan itu secepatnya. " ucap archan santai agar tidak kelihatan mencurigakan didepan Alleta.


" Ehm ... ya sudah kita batalkan semua rencana kita untuk menghancurkan perusahaan itu, kau boleh pulang sekarang. " ucap Archan (bohong) dalam bahasa Indonesia.


Saat Rico sudah pulang Alleta mendekati Archan seakan-akan ingin memakan mangsanya sekarang juga.


" Ada apa sayang. " tanya Archan.


Archan membelalakkan matanya, " Apa Alleta tahu bahasa Mexico? " batin Archan.


" I iya memangnya kenapa kau ingin tahu apa yang kami bicarakan? " tanya Archan berpura-pura menggoda Alleta


" Aku akan belajar bahasa Mexico dengan Anna lihat saja nanti. " lirih Alleta pergi dari ruangan Archan.


" Dia tidak tahu. " batin Archan lega.


" Lucu sekali. " desis Archan tersenyum melihat punggung Alleta yang keluar dari ruangannya.


πŸ₯πŸ₯πŸ₯


Malam hariπŸŒ›πŸŒ›......


Archan menyuruh ketiga kepercayaan nya untuk menginap dirumahnya agar pekerjaan mereka bisa di selesaikan secepatnya.

__ADS_1


Saat semua berkumpul diruang kerja Archan, Rico dan Aldy sibuk dengan bisnis perusahaan, lain halnya dengan Reyhan yang sibuk dengan urusan rumah sakit.


" Mata-mata kita sudah mempersiapkan semuanya dan kita hanya menunggu hasil dari info data mereka Bos. " jelas Rico pada Archan.


" Bagus dengan cara ini kita akan mudah membuat miskin perusahaan itu. " ucap Archan sinis.


Tok tok....


" Mas ayo makan dulu nanti dilanjutin lagi kerjanya. " ucap Alleta.


" Lima menit lagi ya sayang. " sahut Archan.


" Oke. " ucap Alleta pergi ke meja makan.


Empat puluh menit berlalu keempat laki-laki itu tidak juga datang sehingga Alleta kesal menunggu dan menghampiri mereka lagi.


" Mas. " panggil Alleta dari balik pintu.


" Iya sayang. " sahut Archan


" Mas udah jam delapan loh. " ucap Alleta mendekati Archan.


" Iya sayang Mas tahu. " jawab Archan santai.


" Mas ayo makan dulu. " ajak Alleta.


" Lima menit lagi ya sayang. " jawab Archan tanpa menoleh ke Alleta.


" Lima menit masih gak datang, malam ini kalian berempat tidur dengan perut kosong. " pekik Alleta sambil menggertak meja sehingga keempat laki-laki itu terkejut dibuatnya dan Alleta pergi meninggalkan mereka.


Rico, Aldy dan Reyhan menelan salivanya lalu menatap heran wajah Archan dengan penuh banyak pertanyaan.


" Nyonya sangat menakutkan ketika marah Bos. " ucap Rico pada Archan.


" Sutttt ... sudahlah ayo kita makan nanti cintaku itu membuang semua makanannya, kalian tahu dia tidak pernah main-main dengan ucapannya. " bisik Archan menakuti ketiga kepercayaan, sehingga ketiga kepercayaan Archan berlari menuju meja makan.

__ADS_1


__ADS_2