Destiny Chooses

Destiny Chooses
Teman Lama


__ADS_3

Sudah empat hari berlangaung kedua mata-mata itu memberi sedikit demi sedikit info tentang ICC sehingga rencana Archan mulai berjalan lancar dan hanya menunggu beberapa hari lagi ia akan menghancurkan perusahan ICC.


" Mas. " panggil Alleta mengejutkan Archan, Rico dan Aldy.


" I iya sayang. " jawab Archan sambil menutup laptopnya.


" Kok jadi canggung. " tatap Alleta curiga.


" Kau yang membuat mereka kaku seperti balok es sayang. "


" Ayolah aku hanya memanggil bukan menggigit kalian Mas. " pekik Alleta tidak terima dan itu mengundang tawa bagi mereka bertiga.


" Baiklah ada apa sayang? " tanya Archan.


" Aku ingin menginap tempat Anna beberapa hari saja, aku bosan melihatmu dan dua orang ini bekerja siang malam disini bahkan kalian tidak pergi kekantor. " ucap Alleta malas.


" Anda bosan dengan kami Nyonya, ya ampun Nyonya kami bahkan lebih bosan dengan urusan ini yang entah sampai kapan akan selesai. " ucap Aldy asal-asal membuat Alleta menahan tawa.


" Mas bolehkan aku menginap. " pinta Alleta manja.


" Tapi sayang. "


" Hanya beberapa hari boleh kan. "


" Baiklah. "


" Makasih mas cup. " ucap Alleta sangat bahagia dan mencium kening Archan sampai lupa ada Rico dan Aldy.


" Ups... sorry. " ucap Alleta malu dan meninggalkan mereka keluar lalu pergi ketempat Anna.

__ADS_1


" Maafkan mas sayang atas apa yang mas lakukan sekarang. " batin Archan.


" Bos apa Nyonya punya kepribadian ganda? " tanya Aldy.


" Tidak ada. " jawab Archan.


" What do you mean. " pekik Rico heran.


" Hey berengs*k kau tidak ingat bagaiman tiga hari yang lalu Nyonya membanting laptop bos karena ketahuan masih melanjutkan rencana untuk menghancurkan perusahaan ICC. " ucap Aldy melihat kearah Archan.


" Hahahahaa ... wajah mu memerah bos. " ejek Rico melihat Archan salting.


" Untung kau percaya padaku sayang. " batin Archan senang karena Alleta mempercayai alasan Archan untuk menyembunyikan info ICC yang semata-mata hanya untuk ditujukan pada Pamannya agar Pamannya percaya bahwa Archan masih melanjutkan rencanya.


" Maaf aku berbohong sayang. " batin Archan sedih.


Siang hari...


Archan sangat marah dan kesal karena hari ini ia mendapatkan kabar bahwa kedua mata-mata yang Rico kirim tiba-tiba menghilang entah kemana sekarang.


Rico dan Aldy mencoba untuk melacak keberadaan mereka tapi hasil yang didapat masih tetap nihil.


" Jangan buang waktu lagi sekarang kita datang keperusahaan ICC. " pekik Archan.


" Kau telah membuat kesabaran ku habis FAI akan ku habisi kau sekarang. " batin Archan dengan rahang mengeras.


Saat sampai di kediaman ICC tanpa basa basi Archan langsung masuk kedalam dan diikuti oleh Rico dan Aldy.


Archan menyuruh resepsionis untuk memanggil FAI keluar dari persembunyian nya tapi tak terduga Archan malah bertemu dengan seseorang yang sangat iya kenal bahkan pernah menjadi teman masa SMA Archan dulu keluar dari lift dan diikuti oleh dua bodyguard dibelakangnya.

__ADS_1


" Anggun?! " panggil Archan.


Karena ada yang memanggil namanya nya Anggun menoleh kesumber suara dan mendekati nya, " Anda ... Archan. " sahut Anggun mengingat wajah Archan.


" Kenapa kau kemari, apa kau punya urusan disini. " tanya Anggun heran.


" Apa kau pemilik perushaan ini? " tanya Archan lirih yang hanya dibalas senyuman oleh Anggun.


" Anggun katakan padaku ini perusahaanmu. " tanya Archan ulang.


" Ayolah kenapa kau sangat ingin mengetahui tentang perusahaan ini. " ucap Anggun sedikit menyindir membuat Archan, Rico dan Aldy membelalak mata karena terkejut.


" Apa wanita ini tau rencana kita. " bisik Rico pada Aldy.


" Mana aku tau. "


" Kenapa kalian memandangku seperti itu, apa aku orang asing dimatamu Archan? " tanya Anggun.


" Tidak Anggun kami hanya .... "


" Maaf Archan aku tidak bisa mendengar penjelasanmu sekarang, kita buat perjanjian minggu depan kau datanglah ke sini dan kau bisa mengatakan semuanya nanti sekarang aku tidak punya waktu lagi karena aku harus pergi. " ucap Anggun.


Tanpa di perintah dua kali Archan langsung pulang ke mansionnya dengan perasaan kacau, bingung, heran, kesal, aneh dan lainnya.


" Bos. " panggil Aldy.


" Anggun teman semasa SMA ku, tapi perusahan itu milik Mahendra apa hubungan Anggun dengan Mahendra? " ucap Archan bingung.


Pasalnya Anggun tidak pernah berkomunikasi dengan Archan sejak lulus SMA, jadi Archan tidak tau tentang Anggun sedikit pun.

__ADS_1


__ADS_2