Destiny Chooses

Destiny Chooses
Kau Milikku


__ADS_3

Tiga puluh menit Alleta selesai dengan makannya, seorang suster masuk membawa makan malam untuk Archan dan disambut Alleta dengan ramah.


" Apa kau mau menyuapi ku. " tegur Archan tiba-tiba.


" Tentu, apa kau tidak mau? " tanya Alleta balik.


" Dengan senang hati gadis kecil. " imbuh Archan cepat.


Alleta duduk tepat di atas kasur, dan langsung menyuapi Archan dengan telaten sampai habis tak tersisa.


" Oke sudah selesai makannya tuan. " ucap Alleta menaruh mangkuk di meja.


Dan duduk kembali diatas kasur Archan.


" Apa aku boleh bertanya sesuatu. " Alleta membuka percakapan sambil memberi minum pada Archan.


" Yes please. " jawab Archan cepat.


" Mengapa kau bisa sakit dan itu karena diriku? " tanya Alleta to the point.


Glekkk....


Archan menelan kasar air putih dimulutnya dan menarik nafas panjang lalu menjelaskan semuanya pada Alleta.


" Apa aku membuat mu bingung? " tanya Archan.


" Kau menolongku malam itu apa aku harus membalas budi pada mu? " Alleta yang malah menjawab dengan pertanyaan.


" Pertama kali aku melihatmu dibandara beberapa waktu lalu. " ucap Archan.


" Gadis kecil yang memeluk seorang wanita seperti sedang menenangkan ibu yang akan berpisah dari anaknya membuat pertahanan hatiku retak. " lanjut Archan melirik Alleta.


" Maksudmu .... " tanya Alleta bingung.


" Gadis kecil yang menangis saat akan menaiki taxi, apa kau tau dia siapa? " tanya Archan mengedipkan mata.


Deggg...


Alleta langsung menunduk karena tidak menyangka Archan melihatnya menangis saat berpisah dengan Bik Mira pembantunya.


" Kau seolah sangat kuat dihadapan wanita itu sayang tapi nyatanya kau juga merasakan perih bukan? " tanya Archan menarik dagu Alleta untuk menatapnya.


Alleta hanya membulatkan matanya dan terus bergeming.


" Dan setelah itu aku pergi menemui rekanku di hotel miliknya karena dia memutar jam pertemuan dicafe aku langsung berlari dengan cepat keluar hotel menuju cafe dan saat aku keluar dari lift tanpa sengaja aku menabrak mu. " imbuh Archan senyum simpul.


Alleta memutar kedua bola matanya mengingat ingat kejadian dua minggu silam.


" What ... jadi kau yang menabrak ku. " pekik Alleta.


Archan mengangguk dan melanjutkan ceritanya.


" Dan saat aku keluar dari lift entah kenapa aku harus bertemu denganmu lagi di cafe. " sahut Archan.


" Cafe ....? "


Alleta yang baru ingat orang yang bertemu dengannya dicafe dua minggu yang lalu langsung meminta maaf karena menyadari kalau dia adalah Archan.


" Maaf Tuan jika aku membuat kesalahan, tapi ... tunggu kau yang menyandarkan tubuhmu di pintu mobilku dan kau menatapku seperti mangsa yang ingin kau terkam. " sahut Alleta kesal.

__ADS_1


" Hahaha ... maafkan aku gadis kecil, aku sedang dalam mood yang tak enak waktu itu. " lirih Archan memegang kedua telinganya.


" Bukankah kau mengikuti ku? " tanya Alleta seperti mengintimidasi.


" Aku tidak pernah tertarik mengejar wanita. " sahut Archan sambil meyilang kedua tangan didadanya.


Cihhh....


" Lalu kenapa kau bisa ada saat aku diburu oleh pereman jalanan waktu itu Tuan Archan Lorenzo. " tanya Alleta sambil menyunggingkan senyumannya.


" Mungkin aku mulai penasaran dengan gadis kecil itu yang selalu ku temui dimana-mana yang tidak pernah melirikku sama sekali. " jawab Archan sambil senyum penuh arti.


" Melirikmu? Untuk apa aku melakukan itu? "


" Aku mulai tertarik denganmu apa kau tidak tertarik padaku. " bisik Archan lembut.


Wajah alleta tiba-tiba merasakan panas karena memerah membuat Archan tidak tahan melihatnya dan langsung memeluknya.


" Lepaskan aku. " jerit Alleta.


" Sebentar saja Alleta aku mohon. " pinta Archan dan mengencangkan pelukkannya.


Alleta hanya bisa diam tanpa membalas pelukkan Archan, lima menit kemudian Archan melepas pelukkannya dari Alleta.


" Tetap lah bersamaku Alleta hari ini ataupun nanti. " ucap Archan memohon.


Alleta tetap bungkam tidak menjawab Archan yang terus memohon seperti anak kecil.


" Jangan lakukan itu. " pekik Alleta karena malu ditatap penuh perasaan oleh Archan.


" Why? Aku hanya ingin melihatmu lebih lama All. " imbuh Archan.


Wajah Alleta merah merona dan Archan melihatnya dengan jelas.


" Kau hanya akan menjadi milikku Alleta. " batin Archan.


Sudah hampir tangah malam Alleta masih menatap dalam wajah Archan yang terlelap sejak tadi.


" Aku belum tahu latar belakangmu begitu juga dengan kau Arc tapi kau mengungkapkan perasaanmu dengan mudah tanpa takut salah orang. " batin Alleta yang mulai mengantuk dan tertidur disamping ranjang Archan.


Sudah empat hari archan dirawat dirumah sakit dan pagi ini Archan akan pulang ditemani oleh Alleta.


" Kita kerumahku sekarang. " ucap Archan pada alleta.


" No ... aku tidak mau ikut aku takut bertemu orang tuamu. " imbuh Alleta ragu.


" Orang tuaku sudah meninggal saat aku masih kecil. " ucap Archan cepat.


" Maaf tapi .... "


Belum sempat Alleta berbicara Archan sudah menarik tangannya masuk kedalam mobil mewah anti peluru Marcedes benz GL-class miliknya diikuti oleh dua mobil dibelakang Archan.


Archan pengusaha ternama dan terkenal seasia membutuhkan banyak pengawal untuk menjaganya karena musuh-musuh bisnisnya atau orang yang tak suka pada Archan bisa membahayakan nyawanya.


" Lorenzo Internasional. " dersis Alleta melihat perusahaan Archan.


" Untuk apa dia membawaku kesini. " batin Alleta heran.


" Ada beberapa dokumen yang harus ku tangani dan kami akan mengadakan meeting jadi kau tunggu sebentar diruanganku. " tegur Archan.

__ADS_1


" Akan ku antar kau keruangan ku sekarang. " ucap Archan menuju lift pribadinya.


" Dia bahkan baru saja keluar rumah sakit tapi masih menyempatkan diri untuk bekerja. " batin Alleta heran.


karena bosan menunggu Alleta membuka buku majalah diatas meja Archan dan membaca satu persatu.


" Pak masih ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani. " ucap Sofi asisten Archan.


" Masuk keruangan ku sekarang. " titah Archan membuka pintu ruangn nya.


Saat masuk Archan menghentikkan jalannya begitu juga dengan Sofi yang mendadak berhenti di belakang Archan karena melihat Alleta yang tertidur dimeja kerjanya dengan penuh tumpukan buku-buku.


" Berikan berkas itu padaku nanti ku tanda tanganni setelah urusan ku selesai. " sarkas Archan tegas.


" Baik pak. " jawab Sofi sambil memberikan berkas-berkas penting ditangannya.


Perlahan Archan mendekati Alleta dan duduk jongkok sambil mengelus rambut panjang Alleta.


" Maaf kan aku membuatmu lelah karena mengurusku beberapa hari ini sayang. " dersis Archan sambil mencium kening Alleta.


" Hey princess bangunlah kau selalu saja tertidur tanpa memilih tempat. " Archan membangunkan dengan mengelus pipi tirus Alleta.


" Eeemm ... Kau sibuk dengan pekerjaanmu dari tadi karena aku bosan menunggu jadi aku mencari kesibukan juga diruanganmu ini, tidak salah bukan. " ucap Alleta kesal.


" Maaf membuat mu menunggu princess selama dua minggu aku tidak masuk, jadi pekerjaanku menumpuk dan harus menyelesaikannya hari ini karena urusanku sudah clear jadi kita bisa pulang sekarang, selebihnya nanti akan diurus oleh Rico dan Aldy yang sedang menuju bandara untuk berangkat ke Amerika. " jelas Archan pada Alleta.


Archan langsung mengajak Alleta menuju basement melalui lift pribadinya.


" Kita mau kemana? " tanya Alleta melihat arah mobil yang belum pernah Alleta telusuri.


" Kita kerumahku dan kau harus menginap di rumahku malam ini. " jawab Archan cepat.


" Tidak tidak aku tidak bisa menginap di tempat orang lain. " tolak Alleta.


" Apa aku yang harus menginap di apartemen mu? " tanya Archan sedikit menggoda.


" No ... aku tidak akan membawa seorang laki-laki ke tempat ku. " pekik Alleta memelotot ke arah Archan.


" Hahahaa ... maka dari itu menginap lah di rumah ku. " jawab Archan.


" Tapi .... "


Archan menginjak rem dengan mendadak membuat Alleta terkejut.


" Apa kau tidak dengar kau menginap dirumahku malam ini, aku tidak mau mendengar penolakanmu. " pekik Archan memukul setirnya.


" Maafkan aku membuatmu marah, aku hanya tidak terbiasa menginap tempat orang lain." jawab Alleta dengan badan gemetar.


Melihat alleta ketakutan membuat Archan lesu menatapnya.


" Kau milikku sekarang alleta. " bisik Archan. menyentuh kepala Alleta.


Alleta mengangkat wajahnya dan menatap sepasang mata biru Archan.


" Aa ... aaku milikmu? " lirih Alleta terbata-bata.


Archan melihat wajah tomat Alleta langsung memeluknya.


" Forever sayang. " bisik Archan ditelinga Alleta.

__ADS_1


__ADS_2