Destiny Chooses

Destiny Chooses
Pamit Pergi


__ADS_3

" Akh ... ternyata itu bukan mimpi. " dersis Alleta memalingkan wajahnya.


" Alleta. " panggil Archan.


" Gua harus bilang apa kalo kayak gini? " batin Alleta


" Maaf aku tidak sengaja. " ucap Alleta tanpa menatap Archan.


" Alleta. " panggil Archan lagi.


" Apa masih kurang jelas? " batin Alleta geram.


" Oke aku salah maaf. "


" Alleta. " lagi-lagi archan memanggil namanya.


" Gilak budek nih orang. "


" Kenap .... " Alleta terbungkam ketika melihat tatapan Archan yang sangat dalam.


" Ck ... apa maksud dari tatapan ini. "


Alleta hendak memalingkan wajahnya " Jangan lepasakan padangamu atau kau akan merasakan akibatnya. " ancam Archan.


" Hanya memandang? Lo kira gua gak bisa balas. " batin Alleta jengkel.


Archan pernah mengancam Alleta dan hampir menyetubuhinya maka dari itu Alleta hanya menurut dan membiarkan Archan menatapnya. Jika tidak mungkin Alleta akan mendapatkan perlakuan kasar dari Archan.


Setelah 15 menit saling bertatapan Archan tersenyum sejenak " Aku mencintaimu Alleta. " ucap Archan tulus.


Deggg....


" Apa dia sudah gila. "


Semakin dalam Archan menatap Alleta " Aku sangat mencintaimu. " ucap Archan lagi.


" A ... Archan. " lirih Alleta dalam hati.


" A ... a ... aku aku ... aku sudah mempunyai kekasih. " ucap Alleta memejamkan matanya.


Ketika sudah cukup lama Alleta membuka matanya perlahan Alleta mencari keberadaan Archan.

__ADS_1


" Dia sudah pergi. " dersis Alleta.


•••


(Tanggal 3).


Archan melihat Alvaro dan Alleta saling besuapan dengan sangat mesra.


(Tanggal 14).


Kembali dari kantor Archan menemukan Alvaro dan Alleta yang sedang bermain kejar-kejaran sampai Alvaro menangkap Alleta dari belakang dan mengeratkan pelukkannya.


(Tanggal 20).


Turun dari tangga Archan melihat Alvaro menemani dan memandang Alleta yang sedang masak didapur begitu juga dengan Alleta yang terus tersenyum kepada Alvaro.


(Tanggal 26).


Ketika ingin keluar rumah Archan melirik kearah ruang keluarga disana Archan melihat Alvaro tidur dipangkuan Alleta sembari memakan jeruk yang disuapi oleh Alleta.


(Tanggal 4).


Dibalkon archan tersenyum melihat Alleta bermain stacko uno bersama Alvaro dan dia selalu menang dan Alvaro menjitak kepala Alleta terus-menerus hingga tiba Alleta kalah dalam permainan dan Deggg ... Alleta mencium kening Alvaro.


" Aku pergi hanya untuk menjenguk Mama sayang aku akan kembali setelah selesai oke. " ucap Alvaro


" Mama sakit sayang jadi aku harus ikut Al. " protes Alleta.


" Mama dirawat di Singapura sayang. Mana mungkin aku membawamu disaat pekerjaanmu di indonesia masih menumpuk. "


" Berapa lama kamu disana? "


" Tidak lama. "


" Bisakah aku menginap tempat Anna saja? "


Alvaro menggeleng kepala tanda tidak setuju.


" Please sayang. " rayu Alleta.


" All jika aku bukan adik kak Archan dan kamu bukan kekasihku maka aku tidak akan melarangnya sayang. "

__ADS_1


" Kau ingat Roky mati ditanganku sayang. "


" Aku tahu kau hebat tapi ...Terserah aku tidak mau menerima penolakkan. "


" Cihhh ... adik kakak sama saja tidak ada bedanya. " decakkan malas Alleta.


" Karena kami saudara sayang. " sahut Alvaro memeluk Alleta.


" Apa aku bisa bertahan menginap disini sendirian tanpamu Al? " batin Alleta menciut.


....


Alvaro pergi berpamitan dengan Archan dan yang lainnya awalnya Archan berbasa basi mengatakan ingin menemani Alvaro pergi tapi Alvaro menolaknya karena percuma jika Archan pergi bersamanya itu artinya Alleta akan sendirian tanpa ada yang menjaganya.


" Aku serahkah kekasihku padamu kak. " ucap Alvaro.


" Kau yakin. " goda Archan.


" Aku memintamu untuk menjaganya bukan mengambilnya dariku. Jangan kau mempersulit hidupnya, dia bukan wanita sembarangan. " ucap Alvaro seakan mengerti akan perkataan sang kakak.


" Kau ini ... dia kekasihmu dan itu artinya dia juga calon adik iparku. " sahut Archan.


" Bertingkahlah seperti adik ipar dan kakak ipar jangan kau samakan dia dengan semua wanita jala*gmu yang lain. " sindir Alvaro.


" Hei .... " pekik Archan.


" Hahahaaa kau bahkan belum bisa mencintai wanita dengan sungguh-sungguh. " ejek Alvaro.


" Pergilah jangan memperlambat waktu. " sengit Archan.


" Baiklah aku pergi. "


" Sayang aku pergi dulu jaga dirimu baik-baik. Oke!!! " pamit Alvaro.


Alleta melontarkan senyuman yang dipaksakan, " Salam buat Mama. " ucap Alleta.


Setelah berpamitan dan mencium kening Sang kekasih Alvaro pergi diantar oleh Rico dan Aldy kebandara sedangkan Alleta dia berjalan mundur menjauhi Archan lalu sedikit berlari menuju kamarnya.


...


...

__ADS_1


Mohon dukungannya semua.


Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang.😙


__ADS_2