
Lima orang sahabat sedang dihukum berdiri ditiang bendera karena ulah mereka yang telat mengikuti upacara bendera.
" Gara-gara nungguin lo kita jadi kena imbasnya tauk. " pekik Anna pada Vino.
" Eh gua bilang lewat tembok belakang aja biar gak ketauan, lo berempat tuh terlalu patuh sama aturan. " imbuh Vino tak mau disalahkan.
" Eh t*i udah salah mau cari gara-gara baru lo. " gerutu Anna menjitak kepala Vino.
" Kenapa lo tadi gak duluan aja naik taxi. " sahut Vino.
" Kalo gak dijemput ni tiga bocah (Menunjuk Alleta, Alvaro dan Sindi), gua udah berangkat duluan kalik. " pekik Anna kesal.
" Diem. " teriak Alleta dan Alvaro bersamaan.
" Udah kena hukum juga masih aja ribut. " celetuk Alleta kesal.
" Yuhuu ... tauk ih ribut mulu jodoh nanti baru tau rasa kalian, jadi gak sabar liat kalian jadian hi hi hi. " imbuh si centil Sindi.
" Iiih ... najis. " pekik Vino dan Anna bersamaan.
Keakraban yang sangat dekat diantara mereka tidak ada rasa malu lagi malahan mereka berlima sering malu-maluin di skolahan mereka sendiri, seperti saat ini mereka di hukum karena telat upacara.
" Apes banget nj*r, udah tiga kali kita nggak ikut upacara dan sekarang dapat peringatan terakhir males banget akh. " celetuk Alleta mengurut kaki dan tangannya yang pegal karena berjemur empat jam.
" Yuhuu ... hayo Vino tanggung jawab mak tiri lo udah marah. " ucap Sindi dengan nada mengejek.
" I i iya All, maaf ya malam minggu gua terlalu asik bermain game sampai lupa waktu dan akhirnya gua ber .... "
" Bergadang! " pekik Sindi, Anna, dan Alvaro bersamaan.
Ha ha ha.......
Mereka tertawa puas karena mempermalukan Vino, walau habis terkena hukuman itu tidak menjadi beban bagi mereka dan masih tetap ceria, saling menghibur satu sama lain.
" Gua tanggung jawab deh siapa yang mau gua traktir sekarang lari bareng gua kekantin." pekik Vino dan langsung berlari menuju kantin.
" Gua ikutt .... " pekik Anna dan Sindi langsung menyusul Vino.
Alvaro yang berdiri akan ikut malah berhenti dan mengurungkan niatnya, " Lo nggak ikut ibu ketua osis. " tanya Alvaro menarik hidung Alleta.
" Dih apa an si, males tau pegel semua ni badan, dan kenapa iri ya kalah tanding dari gua. " ejek Alleta mengulurkan lidahnya.
" Karena lo cantik jadi lo dipilih deh. " imbuh Alvaro duduk kembali disamping Alleta
Cihh....
" Eh somplak gua kepilih karena materi portofolio gua, dan yang ngvote gua banyak jadi bukan karena gua cantik. " pekik Alleta cuek.
" Iya deh iya ... lo kalo debat ga pernah mau kalah ya, sama kaya dulu waktu kita masih sd. " ucap Alvaro mengingatkan masa kecilnya yang selalu berdebat dengan Alleta dan selalu kalah.
" Rese lo.... makanya cari pengetahuan dan ilmu yang pasti bermanfaat, dengerin apa yang lo dapat dari pengetahuan lo, buktiin kalo itu emang mengandung fakta tanpa dibuat-buat sembarang orang, kalo lo udah bisa baru deh lo sampaiin sama orang lain gituu bolot .... " teriak Alleta keletinga kiri Alvaro
" And one more, kelola fikiran lo buat memuin hal baru, jangan nyontek mulu. " sambung Alleta menjewer telinga Alvaro.
" Ahk ... i iya ya ya lepasin, telinga gua belum tuli kali All. " ringis Alvaro memegangi telinga kirinya yang panas.
Empat puluh lima menit kemudian jam kelas kedua dimulai Alleta dan empat sahabatnya masuk keruang musik.
" Baik anak-anak we are start or jangan kelasnya atau kita ganti pelajaran sejarah dan bapak bercerita semua tentang sejarah tapi sejarahnya tentang musik. " tanya Pak Doyo yang baru masuk dengan khas suara roma iramanya, guru seni musik dan ya guru yang paling mudah akrab karana tingkah konyol yang selalu membuat tertawa semua murid.
Hahaha .... (Semua murid tertawa karena suara khas roma Pak Doyo).
" Mulai Pak. " pekik sekelas.
" Why toh nggak ada satu kelaspun yang answer jangan. " tanya Pak Doyo lagi.
" Karena udah masuk jam pelajaran Bapak, jadi ya harus belajar atuh Pak. " pekik Vino
" Ya ya ya ... Bapak mengalah, if want to belajar let's begin sekarang. " ucap Pak Doyo memulai kelas.
Sampai diakhir pelajaran kebiasaan yang Pak Doyo buat mengakhiri pelajaran dengan menyanyi.
" So, akhir jam pelajaran kita seperti biasa. " ucap Pak Doyo melirik Alleta.
Dan mulai satu kelas mengikuti arah mata Pak Doyo.
" Alleta .... " pekik sekelas mengagetkan Alleta.
" Oh my gosh... me again. " pekik Alleta yang tidak terima dipilih teman sekelas terus menerus.
" Ya udah aku temen in. " ucap Alvaro menawarkan diri menemani Alleta menyanyi.
" Ciee ... " sorak semua murid cowok.
" Rese lo semua .... " ucap Alleta menatap tajam semua temannya.
" Oke mau lagu apa Alleta? " tanya Pak Doyo pada Alleta.
__ADS_1
" Biar Alvaro aja yang nentuin dan nyanyi Pak Alleta temenin main gitarnya, bolehkan Pak. " rengek Alleta meminta persetujuan.
" If Alvaro doesn't mind. " ucap Pak Doyo melihat Alvaro.
" Oke. " jawab Alvaro singkat.
" Ready with song Beautiful In White? " tanya Alvaro pada Alleta.
" Yes. " jawab Alleta singkat.
~~
~~
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Oohhh... You look so beautiful in white
Na na na na.... so beautiful in white tonight.
~~
Prokkk...
Prokkk...
Prokkk...
Semua tepuk tangan meriah diseluruh penjuru ruangan begitu Alvaro berhenti bernyanyi, semua siswa cewek terkesima karena penampilan Alvaro.
" Omg merdu banget. "
" Banget banget indah deh. "
" Yaampun yayang ku tampannya. "
" Lagunya buat gua ya beb. "
__ADS_1
" Masa depan kuh .... "
" Meleleh jantungku beb. "
Pujian semua murid cewek pada idola sekolah yaitu Alvaro.
" Sang idola sekolah sedang dapat banyak pujian. " bisik Alleta ketelinga Alvaro.
Alvaro hanya membalas senyum ramah menatap cewek-cewek didepan nya.
" Kelas seni musik selesai, Bapak get out or jangan? Ada yang gak rela Bapak pergi kah? " tanya Pak Doyo pada muridnya.
" Please, get out now Pak. " pekik semua murid.
" Oke good bye semuanya. " pamit Pak Doyo keluar ruangan.
Semua murid bubar menuju kelas mereka dan tiba-tiba Alvaro menutup ruangan bersama Alleta hanya berdua membuat Alleta menaikkan satu alisnya karena heran.
" Ngapain ditutup gua mau keluar. " ucap Alleta mengerutkan dahinya.
" Lo nggak mau muji gua ...? Lo nggak pernah muji gua loh sekalipun semua orang tertarik dan terkesima sama gua lo masih aja enjoy kaya gak ada rasa apa gitu, bahkan lo biarin gua ditempelin terus sama cewek-cewek disekolahan ini. " ucap Alvaro membuka percakapan dan menyilang kedua tangannya didada.
" Lo itu idola sekolah Alvaro jadi wajar di tempel in kayak lem. " sahut Alleta mencubit hidung Alvaro.
" Dan pacar gua sendiri malah ngebiarin hal itu terjadi. " imbuh Alvaro memalingkan wajahnya kesamping.
" So, what should I do? " tanya Alleta.
" Alleta lo paham maksud gua. " ucap Alvaro mencubuit pipi Alleta.
" Hadiah ranking lima besar gua publikasikan hubungan kita. " ucap Alleta percaya diri karena Alvaro selalu dapat yang terbawah.
" Maksud lo? " tanya Alvaro tidak paham dengan perkataan Alleta.
" Gua nantangin elo be*o. " jawab Alleta kesal dan mendorong Alvaro ke samping lalu keluar ruangan.
Alvaro langsung mengejar Alleta menuju kelasnya.
" Yuhuu ... lo berdua dari mana si. " tanya Sindi pada Alleta dan Alvaro
" Biasalah abis pa .... "
Semua orang menatap tajam kearah Vino yang sedang berbicara
Plakkk. ....
Vino yang terkejut mendengar hentakkan meja yang dipukul Anna dan juga pelototan keempat temannya langsung tersadar atas ucapannya.
" Abis pargi kekantin iyakan iyadong, kan abis nyanyi jadi tenggorokan nya kering kan iya itu maksud gua tadi, bener kan. " sahut Vino terbata-bata.
Seluruh kelas heran dengan tingkah kelima orang itu ada rasa aneh saat melihat perlakuan mereka yang tiba-tiba gagu.
" I Iyalah dari mana lagi klo bukan cari minuman. " imbuh Alleta dengan keras dan langsung duduk disamping Sindi.
''''''''''''''''''''''''''''''
Semester dua sudah mulai masuk ujian kenaikan kelas, semua sangat fokus belajar begitu juga dengan Alvaro yang sangat bersemangat untuk menggapai keinginan nya.
" Gimana udah belajar si bolot. " tanya Alleta pada Alvaro.
" We see the results later. " sahut Alvaro sinis.
Beberapa hari melaksanakan ujian semua dalam perasaan yang sama, menunggu hasil dan bagaimana hasilnya nanti semua murid tampak pucat karena khawatir dengan hasil yang akan mereka lihat nantinya. Sampai akhirnya raport semua murid tiba akan dibagikan hari ini.
Dipodium pengumuman Pringkat di ucapkan mulai dari kesal 10 sampai kelas 12 hari yang sangat menegangkan bagi para murid saat menunggu hasil. Saat pengumuman peringkat kelas 11 Alleta maupun yang lain sudah menunggu hasil yang akan diumumkan oleh Buk Nira.
" Peringkat pertama jatuh pada Falicia Alleta. " ucap Buk Nira.
Alleta berjalan melewati teman-temannya kepodium.
" Peringkat kedua jatuh kepala Alvaro Radiana Putra. " ucap Buk Nira.
" What ... Alvaro dibawah gua satu langkah. " batin Alleta terkejut. Bahkan semua murid terperangah saat nama Alvaro disebut.
" Peringkat ketiga jatuh pada Sifia Annaya. " lanjut buk Nira lagi.
" Aha ... gua dapat. " ucap Anna berjalan ke podium.
Setelah selesai mengumkan Buk Nira membagikan sertifikat ranking pada murid yang ada di podium.
" Selamat atas keberhasilan kalian semua dan selamat hari liburan semester. " ucap Buk Nira meninggalkan kelas.
.
.
LIKE AND COMMENT
__ADS_1