
Anna yang bingung dengan tingkah Alleta saat masuk cafe berubah jadi lebih dingin membuat sedikit canggung karena berdiam-diaman. Anna mencoba untuk menenangkan Alleta yang tak kunjung bicara dengannya.
" Ada apa si Alleta? " tanya Anna bingung.
" Clam down All. " Anna.
Alleta hanya diam sembari meminum es jambu favorit nya sejak SD.
" Cerita deh sama gue ada apa, lagian lo aneh tau seharusnya kan gue yang marah sama lo karena lo baru kabar in gue siang ini. " celetuk Anna kesal.
" Hidup gue tu sial banget tau gak An, ini hari pertama gue di Jakarta tapi ada aja masalah dateng tiba-tiba. " celetuk Alleta lebih kesal dari Anna.
" Masalah? Cerita sama gue biar lo tenang dari pada lo marah marah gak jelas mending cerita. " Anna yang mencoba tenang agar Alleta mau cerita.
Anna yang menggeleng kepala dan tertawa terbahak bahak karena cerita Alleta membuat Alleta menghentikkan caritanya karana kesal oleh tingkah Anna.
" So, lo kesel karena buang-buang tenang lo buat marah sama orang asing tadi? "tanya Anna masih dengan tertawa.
" Gue gak tau kenapa harus marah sama dia tapi yang jelas dia yang buat masalah duluan dan dia yang salah bukan gue. " celetuk Alleta dan melipat kedua tangan di dadanya.
" Emang gimana si orang nya sampai buat lo marah-marah kaya gini? " tanya Anna penasaran.
" Orang nya sinis kayanya kejam deh karena dari tatapannya udah bikin takut orang dan badannya agak kekar, ohya satu lagi mata dia biru ke abu abuan gitu kayanya dia bule deh. " jawab Alleta cuek.
" Ganteng dong. " respon Anna pada Alleta.
" Biasa aja menurut gue. " jawab Alleta tidak perduli.
" Terus terus yang nabrak lo di apartemen itu kayak gimana? " tanya Anna penasaran.
" Gue gak lihat mukanya, tapi .... "
" Tapi apa .... " Anna yang memukul meja karena penasaran membuat malu Alleta karena jadi pusat perhatian.
" Tau ahh gue gak tau dia siapa. " Alleta yang tak perduli dan menahan malu oleh sikap Anna yang ceroboh.
" Yaudah kita ganti topik aja. " Anna yang meluruskan suasana panas di meja.
" Ceritain dong tentang teman lo yang cowok itu. " pinta Anna dengan manja.
" Haaaaaaah .... "
__ADS_1
Alleta yang bingung dengan permintaan Anna tak paham apa yang dimaksud nya.
" Duh yang selalu sama lo di Amerika, Jus .... " celetuk Anna yang kesal.
" Justin Romero? " imbuh Alleta dengan cepat.
" Iya Alleta. "
Saat mendengar cerita Anna senyum-senyum aneh dan malu-malu kucing membuat Alleta bingung dan geli melihatnya.
" Kenalin dong All. "
" Ingat pacar woy!! Hahaa ... besok-besok deh lagian dia belum tahu kalau gue udah di Indonesia." Alleta yang merasa tak enak karena belum berpamitan dengan Justin langsung terdiam.
Obrolan yang cukup panjang dan sangat menarik dikedua sahabat yang saling merindukan itu sampai lupa dengan hari yang sudah gelap sehingga Alleta mengajak Anna untuk menginap di rumahnya tapi Anna menolaknya karena ada janji dengan sepupunya.
" Lain kali aja ya All, maaf gak bisa nemenin. " jawab Anna menjelaskan.
" Ya udh gak papa kali besok-besokkan bisa. " ucap Alleta.
Sudah mulai larut malam tapi Alleta yang masih ingin menikmati malam Ibu Kota Jakarta berkeliling kesana kemari.
karena sudah paham dengan Jakarta Alleta tidak akan tersesat lagi seperti dulu waktu SMP yang sering lupa jalan Jakarta bahkan jalan pulang pun kadang tersesat.
Sudah tiga jam Alleta berkeliling tanpa henti dan membuatnya bosan, karena ingin pulang Alleta memutar mobilnya menuju toko kue langganannya sebentar untuk membeli cheese cake kesukaannya.
Jalanan yang sepi membuat Alleta ragu tapi tetap melajukkan mobilnya dengan sedikit gugup dan terus berdo'a pada tuhan.
Dan untung nya Alleta selamat sampai ke tempat toko kesukaannya itu. saat sudah membeli dua bungkus cheese cake kesukaannya Alleta tidak sengaja melihat laki-laki yang tak asing baginya ... benar saja Alleta melihat laki-laki yang tadi siang membuatnya marah keluar dari club didekat toko kue langganan Alleta. Tak sadar laki-laki itu menatap Alleta dengan sinis sehingga Alleta harus cepat-cepat masuk mobil dan melajukkan mobilnya.
Alleta yang pergi dengan selamat namun tidak dengan pulang Alleta harus bertemu tiga pereman yang berbadan besar yang menghalanginya dengan motor-motor mereka hal yang ditakutkan Alleta benar-benar terjadi tapi Alleta berusaha tenang dan membuka pintu mobil yang di gedor terus-menerus oleh mereka bertiga.
" Hay anak manis kenalan dulu dong sama abang. " rayu pereman itu dan memegang rambut Alleta.
" Noo ... don't touch me. Apa mau kalian. " pekik Alleta sinis.
" Kami hanya ingin kau sayang .... " pereman itu membanting minuman beralkohol di samping Alleta membuat Alleta kaget dan geram.
" Ayolahh ... kita bisa menikmati indahnya dunia bersama-sama sayang. " goda laki-laki paruh baya yang bernafsu terhadap Alleta.
" Jangan dekati aku Tuan-tuan atau kalian akan menjadi mayat malam ini juga. " ancam Alleta dengan berteriak.
__ADS_1
" Ohhhooho ... kami takut sayang hahahaa .... jangan macam-macam gadis manis. " acam pereman itu mengeluarkan pisau kecil ditanggannya.
"Kalian fikir gue takut. " batin Alleta
" Baiklah Tuan kemarilah. " tantang Alleta.
Alleta yang pandai karate tidak pernah takut untuk melawan penjahat jalanan seperti mereka.
Dengan mahir Alleta menghantam dua pereman itu sampai tak berdaya hanya satu lagi yang Alleta harus tangan ni namun Alleta tak melihat bahwa pereman itu membawa pistol ditangannya saat pistol di tujukan ke arah Alleta, Alleta hanya bisa bungkam dan kaku dia tak bisa melawan karena dia tidak bisa menghindari pistol itu nantinya.
" Mendekatlah gadis manis. " pinta preman itu pada Alleta.
" Apa kau takut sayang, maka dari itu jangan coba-coba mengancamku sayang hahahaa .... " preman itu terus menakuti Alleta sampai Alleta benar-benar tidak bisa berkutip sedikit pun.
"Akkhh sial !! Gimana cara lawan nih orang kalo jaraknya jauh bangs*t." batin Alleta bingung.
..........
Dari kejauhan ada sepasang mata melihat aksi Alleta. Tanpa berniat membantu, laki-laki itu hanya memandangi Alleta dari kejauhan.
" Mengapa dia tidak bertindak lagi, ayolah tinggal satu lagi gadis kecil. " gumam laki-laki itu yang keheranan.
" Apa dia takut dengan postol. " senyum smirk dilontarkannya karena meremehkan Alleta yang terdiam.
" Astaga menyusahkan saja. " umpatnya karena melihat Alleta mulai kaku dan mundur membuat laki-laki itu terkejut dan langsung lari menolong Alleta.
Dengan cekatan laki-laki itu menghabisi pereman itu tanpa sengaja pistol yang di pegang oleh preman itu tertembak dengan kasar.
Dhoorrrr.........
Alleta yang mendengar tembakan pistol itu langsung pingsan karena terkaget.
" Hey gadis kecil bangunlah sudah lama kau tertidur ayo bangunlah jangan membuatku sengsara. "seorang laki-laki yang mencoba membangunkan Alleta tidak membuat Alleta bangun juga, karena kesal laki-laki itu pergi kedapur untuk membuat sarapan.
tak lama dari itu Alleta keluar dari kamar dengan sedikit acak-acakan.
" Jam berapa si sekarang. " gumam Alleta yang melihat arah jendela.
" Jam 10:45 gadis kecil. " sahut seorang laki-laki yang membuat Alleta terkejut.
"Kaauuuuu....... "
__ADS_1
________________________________
Like And Comment