Destiny Chooses

Destiny Chooses
Kekecewaan Alleta


__ADS_3

" Sudahlah Mas kau bahakan tidak mengerti maksud dari perkataan wanita itu. " ucap Alleta .


" Apa maksudmu ..., mereka menantang ku sayang jadi aku harus melandeni nya bukan? " sahut Archan kesal


" Dia bukan menantangmu tapi dia mencoba untuk menjelaskan padamu bahwa kau hanya salah paham atas kejadian yang menimpamu Mas. " jelas Alleta kesal.


Yang Alleta dengar adalah Pamannya Archan yang memberi tahu, Pamannya yang menujukkan bukti, Pamannya yang menceritakan sedangkan Archan hanya duduk manis dirumah tanpa membukatikan sendiri apakah Pamannya benar atau tidak.


" Salah paham bagaimana lagi sayang bahkan .... "


" Kau masih keras kepala Mas terserah kau saja apapun yang aku katakan tidak satupun kau akan mengikutinya. "


" Anggun adalah sahabat lama ku jadi aku tahu bagaimana dia sayang, dia akan sangat dendam jika ada orang yang mengusiknya. Aku semakin yakin bahwa keluarga angkatnya lah yang merusak ketenangan keluarga ku. " ucap Archan penuh dendam.


" Apakah sulit bagimu untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah Mas. " batin Alleta.


" Ya ... itu wajar karena kau mengusik hidupnya jadi kau seharusnya kau meminta maaf bukan malah semakin menyalahkannya. " bentak Alleta kesal.


" Keluarga nya lah yang duluan mengusik kehidupan ku sayang. "


" Baiklah lanjutkan semua niatmu itu. " pekik Alleta menepis tangan Archan yang sejak tadi menggenggam nya dengan sangat erat.


••••••

__ADS_1


Empat hari berlalu karena perdebatan dikantor waktu itu Alleta dan Archan masih perang dingin dirumah sampai-sampai Alleta menyuruh Rico, Aldy dan Reyhan untuk menginap kala itu menemani Archan sendirian.


" Bos apa Nyonya tidak bicara padamu sedikit pun? " tanya Reyhan melirik Alleta yang sedang duduk di pinggir kolam.


" Rey kau menginap disini selama empat hari, apa kau mendengar suara Nyonya dari hari pertama kita menginap? " tanya Aldy.


Reyhan menggeleng kepala.


" Dan seharusnya kau .... "


" Kalian tahu wanitaku pergi dari apartemen ku karena aku tidak pulang menemuinya. " ucap Rico memotong perkataan Aldy.


" Kau habiskan saja semua uangmu untuk semua wanita jala*g itu. " pekik Rey kesal.


" Dasar bajin*gan. " pekik Aldy dan Reyhan bersamaan.


Rico yang melihat Archan menatapi Alleta sejak tadi tiba-tiba terdiam dan menghela nafas. " huft ... bos kami akan kekamar sekarang. Kau selesaikan dengan Nyonya malam ini, bicara lah baik-baik kau tau jika singa betina sudah mengamuk akan sangat sulit untuk menjinakkan nya lagi. " ucap Rico menepuk punggung Archan lalu meninggalkannya disusul oleh Aldy dan Reyhan.


" Aku merindukan mu sayang. " batin Archan lirih dan langsung mendekati Alleta tanpa ada suara langkah kaki Archan sudah berada tepat dibelakang Alleta.


" Tidak tau siapa yang benar ... kau fikir aku yang salah begitu juga dengan Anggun yang hanya menyalahkan aku tapi kalian tidak melihat apa yang aku lihat, kalian tidak tahu apa yang aku tahu, kalian tidak mendengar apa yang aku dengar dan kalian tidak merasakan apa yang aku rasakan. " ucap Archan panjang × lebar × tinggi.


" Satu yang kurang ... yaitu pembuktian. "

__ADS_1


" Bukti sudah didepan mata ku sayang. " Archan duduk disamping Alleta.


" Kau hanya melihat satu foto, kau hanya tahu tentang keburukan orang lain, kau mendengar dari satu sumber suara yaitu Paman mu dan yang kau rasakan adalah amarah yang besar hingga muncullah pembalasan dendam terhadap orang yang belum tentu bersalah. " sentak Alleta menatap sendu wajah Archan.


" Semua sudah jelas sayang lalu apalagi yang harus kucari? " pekik Archan bertanya.


" Jika aku yang difitnah dengan satu foto, satu kali kau melihat, satu kali kau mendengar dan satu kali kau marah padaku. Apa kau juga akan menghancurkan ku? " tanya Alleta lirih.


Archan menunduk tanpa menjawab.


" Lihat kau tidak bisa menjelaskannya bukan lalu sekarang kau masih berfikir untuk menghancurkan ICC. Aku kecewa dengan mu, sangat kecewa kau melangkah lebih jauh sekarang tanpa berfikir ulang. "


" Sayang .... " ucapan Archan terpotong karena Alleta mengangkat tangannya kearah wajah Archan menandakan cukup jangan bicara lagi.


" Aku tau besok adalah hari yang kau tunggu -tunggu untuk menghancurkan ICC, jangan bertengkar denganku karena itu akan menguras tenaga mu. " ucap Alleta memalingkan wajahnya.


" Aku minta maaf sayang kau jadi kecewa karena aku. " lirih Archan berdiri dari tempat duduknya ingin pergi meninggalkan Alleta.


Tapi baru dua langkah Archan barjalan tiba - tiba Archan membalikkan badannya dan memeluk Alleta.


" Kau boleh marah pada ku sayang, tapi jangan menyiksa dirimu disini masuklah kekamar mu aku mohon alleta disini tidak baik untuk kesehatan mu. " Bisik Archan lalu melepaskan pelukkannya dari Alleta dan pergi kekamarnya tanpa menoleh lagi kearah Alleta.


" Sudah cukup aku harus menghukum mu Mas. " batin Alleta menatap punggung Archan yang mulai menghilang.

__ADS_1


__ADS_2