
Bik Mirna disuruh Archan untuk mengajak Alleta makan malam.
Tok...
Tok...
Tok...
" Nyonya, Nyonya Alleta. " panggil Bik Mirna.
" Nyonya Makan malam sudah siap. "
" Tuan sudah menunggu dimeja makan. " ucap Bik Mirna namun tidak direspon oleh Alleta.
" Gimana Bik? " tanya Archan.
" Sudah dipanggil dari tadi tapi gak ada jawaban dari Nyonya Alleta Tuan. " ucap Bik Mirna.
" Biar saya yang panggil. "
" Baik Tuan saya permisi. " pamit Bik Mirna.
Tok... Tok... Tok...
" Alleta. " panggil Archan.
" Alleta buka pintunya. " sentak Archan.
" Alleta buka pintunya atau kau akan menerima akibatnya. " acam Archan.
Ceklek...
Alleta keluar dari kamar mandi lalu melihat seseorang berdiri didepan pintu kamarnya. Alleta membuka gorden kamarnya dan membukakan pintu.
" Ada apa? "
" Kenapa lama sekali? " tanya Archan.
" Aku sedang berendam tadi. " jelas Alleta.
" Huft ... yasudah ayo makan. " ajak Archan.
__ADS_1
" Aku akan menyusul. " balas Alleta.
" Aku akan menunggu, cepat ganti pakaianmu. " titah Archan.
" Dasar keras kepala. " dersis Alleta.
Lima menit berlalu Alleta berjalan mengikuti langkah Archan menuju meja makan.
Alleta tidak terbisa makan sambil bicara makanya dari dulu setiap makan bersama Alleta, Archan tidak pernah mengeluarkan sepatah katapun.
Namun hari ini Archan tidak tahan didiamkan seperti makhluk halus tak terlihat.
" Alleta. " panggil Archan.
Alleta tidak menjawab dan terus menikmati makanannya.
" All aku ingin bicara. "
Alleta menghela nafas lalu menatap tajam wajah Archan setelah itu memalingkan wajahnya sembari mengunyah makanannya.
Archan tidak mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh Alleta hingga ia mengulangi perkataannya, " Apa kau tidak dengar, aku ingin bicara. " ucap Archan.
Karena tidak tahan Alleta langsung menghentikan makan malamnya, " Mari bicara. " ucap Alleta berdiri.
" Aku sudah kenyang karena paksaanmu tadi. " sahut Alleta berjalan menuju ruang perpustakaan Archan.
Ceklek....
Archan membuka pintu lalu melihat sekeliling mencari keberadaan Alleta sampai mata Archan berhenti dibangku paling pojok yang dimana ada Alleta yang sedang membaca buku, " Alleta. " Panggil Archan.
Alleta mendongakkan kepalanya sejenak lalu kembali menatap buku yang dipegangnya.
Archan duduk tepat didepan Alleta. Sejenak susana menjadi hening Alleta tidak menghiraukan Archan yang sedang menatapnya sedangkan Archan menatap Alleta dengan memikirkan kata apa yang harus diucapkan agar tidak menjadi canggung seperti saat ini.
" Alleta. " panggil Archan.
" Ehmm. "
" All aku ingin bicara. " ucap Archan.
" Eehemm. "
__ADS_1
" All. " Panggil Archan lagi.
" Hemm. "
" All aku mohon. "
" Bicaralah aku mendengarnya. " sahut Alleta masih menatap bukunya.
Archan tersenyum getir lalu menarik nafas panjang, " Kau lanjutkan membaca, aku tidak akan menggangumu. " ucap Archan lirih lalu pergi meninggalkan Alleta.
" Apa aku terlalu berlebihan. " lirih Alleta merasa bersalah karena terlalu cuek dengan Archan.
******
Pagi ini Archan mengajak Rico dan Adly untuk datang kemansionnya, " Bos. " sapa Rico dan Aldy.
" Duduk. " titah Archan.
Rico dan Aldy saling menyikut sembari saling memandang heran, " Duduk. " sentak Archan.
Suasana canggung terjadi dimeja makan Aldy sungguh tidak berani untuk menegur Sang Bos yang sedang dalam mood jelek.
" Apa kau menyuruh kami menemanimu sarapan Bos? " tanya Rico tanpa rasa takut.
" Makanlah setelah ini kita berangkat kekantor tidak ada satu detik pekerjaan yang terlewatkan hari ini. " ucap Archan datar.
Glekkk...
Rico dan Aldy menelan ludah dengan susah payah karena mungkin hari ini adalah hari lembur mereka bersama Sang Bos.
" Matilah kita Ric ." bisik Aldy
" Diamlah habiskan makanmu. " Jawab Rico berbisik.
Rico dan Aldy sangat paham bagaimana suasana dikantor nantinya, jika Bos mereka sedang dalam mood jelek maka semua karyawan akan terkena sasarannya bahkan Rico dan Aldy kadang ikut disalahkan.
.
.
Mohon dukungannya semua.
__ADS_1
Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang. 🎉🎉