Destiny Chooses

Destiny Chooses
Lembur


__ADS_3

Alleta tersenyum getir ketika melihat Archan pergi kekantor bersama kedua kepercayaannya itu.


" Nyonya mau kemana?. " tanya salah satu bodyguard Archan.


" Saya mau kekantor. " jawab Alleta.


" Mari saya antar Nyonya. " ucap Pak Agus, supir pribadi Archan.


" Tidak saya akan pergi sendiri. " tolak Alleta.


" Tapi Nyonya Tuan sudah menyuruh saya untuk menemani Nyonya kemanapun Nyonya akan pergi. " jelas Pak Agus.


" Tidak Pak, saya akan pergi sendiri. "


" Tapi Nyonya .... "


" Jangan khawatir saya yang akan bicara dengan Tuan anda. " ucap Alleta masuk kedalam mobilnya.


******


Dikantor Archan mengadakan meeting dadakan sehingga semua karyawan tidak sempat mempersiapkan diri.


Diruang meeting semua orang tidak berani mengeluarkan suara kecuali Sofi dan Rico yang terus menjawab dan bertanya kepada Archan.


Rico telah mempercayai Sofi dan mengajarkannya banyak hal hingga pada akhirnya Sofi bisa seprofesional Rico. Sebenarnya tanpa di ajari juga Sofi memang sudah sangat hebat itu di karena kan Sofi adalah salah satu sekertaris Archan di Australia yang kemudian dipindahkan keperusahaan Archan di Indonesia. Karena Rico lebih memadai maka Sofi masih tetap jadi bawahan Rico.


Sungguh melelahkan Archan mengadakan meeting yang durasinya sangat lama, ini kali pertama Archan mengadakan meeting selama empat jam. Biasanya Archan akan melanjutkan pembahasannya di pertemukan berikutnya namun hari ini Archan benar-benar menyelesaikannya tanpa mau mendengarkan ajuan Rico untuk mencari ide lain dan melanjutkan pembahasan mereka dipertemukan berikutnya.


Diruangan kerja Rico ...


" Arghhh ... sangat melelahkan. " ringis Aldy merenggangkan kepalanya kekiri dan kekanan.


" Kau benar-benar membuatku patah tulang Bos. " timpal Rico.

__ADS_1


Aldy menoleh kearah Rico, " Bos benar-benar menepati perkataan Ric. " ucap Aldy.


Rico mengerutkan dahinya lalu memutar bola matanya, mengingat apa yang dikatakan oleh Sang Bos.


" Tidak ada satu detik pekerjaan yang terlewatkan hari ini. Kau ingat itu? " jelas Aldy sembari bertanya.


" Benar, aku baru mengingatnya. " sahut Rico.


*******


Perusahaan ICC.


Seperti biasa Alleta melangkah masuk kekantor dengan menggunakan topeng emas dibagian matanya sehingga tidak ada yang bisa melihat wajahnya dengan sempurna namun semua karyawan tahu pemilik topeng itu adalah CEO mereka.



" Pagi Buk FAI. "


" Pagi Buk. "


Hari ini tidak ada hal penting yang akan di lakukan Alleta hanya saja tanggannya sangat berguna untuk menanda tanganni semua berkas penting diperusahannya.


Tok...


Tok...


Tok...


" Masuk. "


" Permisi Buk, ini lembaran berkas yang anda minta dua hari yang lalu. Dan ini ada beberapa berkas yang harus Ibuk tanda tangani juga. " ucap Anna.


" Apakah sebanyak ini? " tanya Alleta mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


" Ini belum sebagian dari ... " ucapan Anna terpotong.


" Bawa semuanya keruanganku sekarang. " titah Alleta.


" Baik Bu, saya permisi. " pamit Anna.


Alleta dan Anna memanglah sahabat tapi jika menyangkut pekerjaan Anna akan tetap hormat pada Alleta sebagai atasannya. Begitu juga Alleta yang selalu profesional dalam pekerjaan jika Anna melakukan kesalahan Alleta tidak akan segan-segan untuk memarahinya. Tapi untungnya Anna selalu memberikan hasil yang sempurna sehingga Alleta tidak harus buang tenaga untuk menasihatinya ataupun memarahinya.


Semua tumpukkan berkas sudah Alleta tanda tangani bahkan Alleta ikut turun tangan mambantu Anna yang kesulitan dalam pekerjaannya sampai akhirnya Alleta keluar dari kantor jam 22:40 malam.


Tin...


Tin...


Tin...


Setelah gerbang dibuka Alleta langsung memasukkan mobilnya kegarasi mansion Archan.


Alleta keluar dari mobilnya tapi saat kaki Alleta sudah keluar dari mobil tiba-tiba ada seseorang yang menggageti nya.


" Dari mana? " tanya Archan.


Duagg....


" Aaawwww .... " ringis Alleta kesakitan.


🍪


🍪


🍪


Mohon dukungannya semua.

__ADS_1


Silahkan beri saran dan kritiknya biar Author Cici bisa koreksi ulang. 😗😗


__ADS_2