
" Jam berapa si sekarang. " gumam Alleta yang melihat arah jendela dengan wajah bantal nya.
" Jam 10:45 gadis kecil. " sahut seorang lelaki yang tampan membuat Alleta terkejut.
Glekk.....
Alleta yang menelan salivanya karena kaget
"..., Kauu siapa kau dan bagaimana bisa kau masuk apartemen ku? " pekik Alleta melotot.
Cih....
" Coba kau perhatikan sekelilingmu apakah sama seperti apartemen mu? " tanya Archan dengan sombong.
Archan Lorenzo De Virgous pengusaha berusia 28 tahun yeng pernah bertengkar dengan Alleta sekaligus menyelamatkan nyawa nya, Archan adalah CEO muda dari perusahan yang ia bangun sejak berusia 18 tahun yaitu Lorenzo Internasional yang cukup terkenal diseluruh Asia maupun diluar Asia.
" Kau ... kau yang membawaku kesini? " tanya Alleta sedikit terbata-bata.
" Siapa lagi kalau bukan aku. " jawab Archan sinis.
" Terima kasih Om. " sahut Alleta dengan wajah memucat.
" Wait, apa aku terlihat seperti Om-om? " tanya Archan dengan nada tinggi.
" Maaf jika membuatmu marah Om eh Pak. " refleks Alleta karena terkejut.
karena melihat Alleta yang gugup Archan kambali mengendalikan emosi nya.
" Panggil aku Archan. " tegur Archan tiba-tiba.
" Baiklah Tuan Archan. " sahut Alleta.
" Apa kau pembantuku? " tanya Archan kesal.
" Haaah .... aku saja baru kenal dengan mu. " celetuk Alleta tak kalah kesal.
" Apa aku terlihat seperti pembantu? " batin Alleta kesal.
" Lalu kenapa memanggilku dengan sebutan Tuan gadis kecil. "
" Apa masalahnya jika aku memanggilnya Tuan. " batin Alleta menciut.
" Kenapa aku tidak suka dia memanggilku Tuan. " batin Archan heran.
" Oke sorry, ohiya aku bukan gadis kecilmu Om Pak Tuan Archan. " celetuk Alleta dan meninggalkan nya keluar ruang tamu.
Cihhh.....
" Berani sekali gadis kecil itu. " gumam Archan sinis.
Alleta yang mengangkat satu alisnya karena heran melihat makanan di atas meja yang sangat banyak, Alleta berjalan kembali ke ruang tamu tempat Archan duduk.
" Tuan apakah makan dimeja itu untuk ku? " tanya Alleta tanpa rasa malu.
" Eemmmm .... " Archan yang tak menoleh dan tetap fokus pada laptop.
" Oke, thank you. " ucap Alleta dengan tulus dan pergi ke meja makan.
Alleta yang tengah asik makan tiba-tiba saja dikagetkan oleh Archan yang melemparkan kunci mobil miliknya dimeja dan menyuruhnya untuk pulang.
" Setelah makan kau bisa pergi dari sini atau aku akan memakanmu nanti. " ancam Archan pada Alleta.
Alleta yang tak mengerti hanya menghela nafas dan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Saat akan pergi Alleta berhenti lalu berbalik, " Apa lagi? " tanya Archan heran dengan Alleta yang berbalik menatapnya.
" Berani sekali dia menatap ku. " Batin Archan.
" Terima kasih Tuan kau sudah menyelamatkanku jika tidak mungkin aku tidak akan selamat. " ucap Alleta dengan tulus.
" Tidak masalah, siapa yang tega melihat gadis kecil pingsan di jalanan. " sahut Archan sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.
" Aku bukan gadis kecil mu. " gerutu Alleta berbisik namun Archan mendengar ocehan nya itu dan di tanggapi dengan senyum gusar.
__ADS_1
" Gadis aneh .... " sarkas Archan yang tersenyum menatap kepergian alleta.
Mansion archan....
" Siapa gadis itu? " tanya Archan penasaran.
" Namanya Felicia Alleta bos. " Rico asisten Archan sekaligus tangan kanan nya.
" Lanjutkan. " pinta Archan.
Saat mendengar penjelaskan Rico, Archan sangat penasaran dengan Alleta karena tidak ada yang tau identias keluarga atau pribadinya bahkan Aldy pemimpin IT terbaik dan kelompok IT yang lain di perusahaan Archan pun tidak bisa menemukan identitas keluarga Alleta.
" Siapa kau gadis kecil. "
" Apa kau tidak melihat aku gadis kecil. "
" Apa kau cukup mampu hingga tak melihatku. "
" Aku akan mencari tau gadis kecil. "
" Kau akan menjadi gadisku hanya milikku. "
Begitu banyak pertanya yang belum pernah Archan rasakan sebelumnya hingga membuatnya terus-menerus mencari tahu tentang Alleta.
Dua minggu berlalu Alleta yang pergi ke toko kue langganannya bersama Anna kembali melihat Archan dan dua laki-laki yang menggandeng Archan keluar dari barr hingga membuat Alleta penasaran.
" All lihatian apaan si kok serius banget. " tegur Anna penasaran.
" Nggak gak, bukan apa-apa An. " jawab Alleta terbata.
***⊂( ̄(エ) ̄)⊃***
Didalam mobil Archan yang di jemput oleh Rico karena keadaan Archan yang tidak sadarkan diri dengan cepat membawa Archan ke rumah sakit tempat Dokter Reyhan.
" Bagaimana keadaan bos Dok. " tanya Rico khawatir.
" Berapa botol alkohol bosmu itu minum Rico. " tanya Dokter Reyhan dengan raut wajah yang menegangkan.
" Archan mengalami (Perlemakan Hati). Sebagian besar orang tidak memiliki gejala awal. Tapi seiring waktu penderita mengalami kelelahan, sakit, kehilangan nafsu makan atau berat badan turun. Jika tidak segera ditangani bisa memicu peradangan hati yang menimbulkan jaringan parut pada hati atau bisa disebut (Sirosis). Penyakit ini timbul kerena terlalu banyak mengkonsumsi alkohol atau bahkan tidak sama sekali. " jelas Dokter Rey pada Rico.
" Lalu apa yang harus saya lakukan Dok? " tanya Rico yang melemas karena penjelaskan Dokter Reyhan.
" Akan kami atasi semuanya kau urus perusahaan selagi Archan dirawat disini. " imbuh Dokter Reyhan menenangkan Rico.
Rico mengepal tangannya, " Ini semua karena Alleta. " sarkas rico penuh emosi.
Dokter Ray mengerutkan dahinya, "Siapa Alleta? " tanya Dokter Rey bingungan.
**Flashback on ....
Dua minggu yang lalu**.
" Apa tidak ada lagi informasi tentang gadis kecil itu. " tanya Archan penuh emosi.
" Semua IT terbaik sudah kami kerahkan bos dan hanya itu info tentang Alleta. " jawab Aldy pemimpin IT sekaligus teman Archan.
Arghhhh......
" Siapa dia sebenar nya. " emosi Archan meningkat dan menghancurkan seisi kantor lalu pergi meninggalkan Rico dan Aldy yang tertunduk lesu melihat kekacauan yang di buat Archan.
Archan yang memberi waktu satu minggu pada Rico dan Aldy untuk menemukan informasi tentang Alleta hanya bisa pasrah karena semua info yang didapat hanyalah tentang kuliah dan teman-teman Alleta, keluarga ataupun kerabat Alleta tidak pernah Alleta umbar sehingga tidak ada yang tahu.
" Kau kenapa Ric? " tanya Aldy menepuk punggung Rico.
" Aku sedang berfikir kenapa kita tidak bisa menemukan informasi lengkap tentang Alleta. " jawab Rico yang menepuk nepuk buku ditangan nya.
" Bukan masalah besar untuk kita mencari informasi orang asing tapi entah lah aku juga bingung Ric kenapa bisa sesusah ini. Lebih baik kita pulang sekarang besok kita fikirkan lagi masalah ini. " sahut Aldy.
Tringg....
" Datanglah ke apartemen ku. " ucap Archan sinis.
" Baik bos. " jawab Rico.
__ADS_1
Sambungan terputus.....
" Ada apa? " tanya Aldy penasaran.
" Bos menyuruh ku datang kerumahnya. " jawab Rico.
" Baik nya kau pergi sekarang atau kau terkena masalah nanti. " ejek Aldy penuh kemenangan
" Berengsek kau. " umpat Rico.
•••••
Sesampai nya Rico di mansion Archan, tanpa basa–basi Archan melempar kunci mobil milik nya pada Rico dan mengajak nya pergi ke barr milik Archan.
" Kita lupa kan gadis kecil itu dan jangan pernah membahasnya lagi, kita ke tempat yang tenang sekarang. " tegur Archan tegas pada Rico
.
" Baik bos laksanakan aku juga sudah lama tidak ke barr dan bersenang-senang bos. " ucap Rico semangat.
" Dasar bajing*n tengik. " balas Archan.
Dibarr seperti biasa Archan akan jadi toko utama yang di incar wanita-wanita seksi begitu juga dengan Rico yang sangat menyukai dunia malam nya.
Setelah 8 jam mereka dibarr Archan mengajak pulang Rico karena sudah larut malam Rico menginap dirumah Archan, saat diperjalanan Archan tertidur dimobil dan bergumam.
" Alleta All... Alletaaa. " gumam Archan.
" Seperti nya hatimu mulai terbuka bos. " sahut Rico yang sedang menyetir.
Flashback off.....
" Aku bahkan rela tidak mabuk karena harus menyetir mobil Rey. " akhir cerita Rico yang masih dalam keadaan kacau.
" Setelah itu. " tanya dokter Rey lagi.
" Bos tidak datang ke kantor lagi selama satu minggu dan menyuruh ku untuk datang dan pergi kerumahnya. " imbuh Rico sedikit kesal.
Saat menjelaskan semuanya Dokter Rey menelan salivanya karena hampir tidak percaya.
" Sejak kapan kau bisa segila ini karena wanita bos, apa sebegitu penasarannya kau dengan wanita itu sampai kau menggila seperti ini. " gumam Dokter Rey dan meninggalkan Rico didepan ruang perawatan Archan.
Malam itu Rico menyuruh Aldy untuk menjaga Archan karena Rico akan pergi ke tempat yang bisa menolong keadaan Archan saat ini.
***⊂( ̄(エ) ̄)⊃***
Di apartemen Alleta terus-menerus memikirkan Archan yang dia lihat dibarr tadi sampai lupa dan tak menghiraukan Anna yang mengoceh didepan nya.
" Ngapain gue mikirin laki-laki itu males banget sumpah. " batin Alleta
" Gimana gak kesel kan gue All. " celetuk Anna yang sedang curhat dengan nya.
" All lo denger gak sih. " pekik Anna menyadarkan lamunan Alleta.
" Ah ... iya kenapa An. " tanya Alleta kebingungan.
" Heh ... gak, gak jadi. " sahut Anna kesal.
Alleta yang merasa bersalah karena tak menghiraukan Anna pun meminta maaf.
" Sorry An fikiran gue lagi gak tenang, maka nya gue gak fokus. " ucap Alleta berpose sedih.
" Mikirin apa ayo. " tanya Anna yang menggoda Alleta.
" Masalah lama. " sahut Alleta.
" Yaudah lo istirahat aja kalo gitu gue juga mau pulang udah malem, oke. " sahut Anna dengan senyum.
" Oke, gue anter ke depan sekarang. " imbuh Alleta lalu bangun dari duduk nya.
setelah Anna masuk lift ada seseorang yang keluar dari lift dan menarik tangan Alleta.
" Aw...... Anda siapa ? "
__ADS_1