Destiny Chooses

Destiny Chooses
Salah Paham


__ADS_3

" Alleta?! " panggil Archan berdiri diruang tamu menatap kearah Alleta.


" Archan?! " batin Alleta membelalakan matanya lebar-lebar.


Archan sedikit berlari mendekati Alleta, begitu juga dengan Alleta yang ikut berlari tapi ...? Arah yang berbeda yaitu ke dapur.


Glekk..


Glekk..


Glekk..


" Pelan-pelan. " ucap Archan melihat Alleta ngos ngosan saat minum.


Uhukk...


Uhukk....


" Tuh kan ceroboh. " celetuk Archan mengambil cangkir ditangan Alleta.


Tanpa bicara apapun Alleta meninggalkan Archan begitu saja, mungkin dia masih kesal dan marah sehingga Alleta tidak menghiraukan keberadaan Archan.


" All tunggu, please dengarin penjelasan aku dulu. " ucap Archan sedikit berlari mengejar Alleta masuk kamar namun ia kalah cepatnya Alleta masuk dan mengunci pintu kamar.


" Lo ngapain buka pintu buat dia hah? " sengit Alleta pada Anna.


" Kasian kali All dia duduk dilantai dan manggil-manggil nama lo, trus gua harus usir gitu. "


" Ya tapi kan gua .... "


Tok...


Tok...


Tok...


" Alleta buka pintunya All aku mau ngomong sama kamu sebentar sayang. " pekik Archan menggedor pintu kamar terus-menerus.


" Duh berisik tahu All, lo ladeni bentar kenapa si ribet banget. " celetuk Anna.


" Gua nggak mau. "


" All lo dengerin dulu penjelasan dia baru lo marah-marah, kasian All lo buka atau gua yang buka. " ancam Anna berkcak pinggang.

__ADS_1


" Akh awas lo. " Alleta langsung membuka pintu lalu keluar melewati Archan menuju ruang tamu.


" 10 menit. " ucap Alleta sambil duduk.


" Makudnya. " tanya Archan bingung.


Alleta memutar kedua bola matanya karena kesal, " Waktu penjelasan cuma 10 menit. "


" Oke, aku mau minta maaf sayang, kamu benar-benar salah paham All, sebenarnya wanita yang kamu lihat malam itu dia adalah tunangan aku waktu di kanada. "


Deg...


" Nih jantung bisa tenangan dikit napa. " batin Alleta kesal.


" Tepatnya sekarang sudah menjadi mantan tunangan aku. "


" *Udah jadi mantannya jantung kuh ... makanya gak usah bar-baran dulu, harus sabar dengarnya*. " celetuk Alleta dalam hati menenangkan jantungnya yang berdegup kencang.


" Dia menyuruh aku untuk menjauh darimu bahkan meninggalkanmu All dan dia juga meminta aku untuk menikahinya. " ucap Archan lirih.


" Seharusnya kau nikahi dia sekarang. " imbuh Alleta sinis.


" No aku tidak akan menikahinya karena aku mencintaimu sayang. "


" Stop it...! Jangan munaf*k Archan, kau bahkan bercumbu dengannya malam itu. " pekik Alleta menyipitkan matanya dengan tatapan tajam keArchan.


Cihhh.....


" Drama baru apa lagi ini tuhan. " batin Alleta memalingkan wajahnya.


" Anabela tahu tentang dirimu dari beberapa mata-mata yang mengikutimu. Bahkan dia juga tahu kau selalu bersamaku, dia tidak rela saat kau didekatku sayang dan akhirnya dia menculik Alputra adik sepupuku dia menahannya digudang dalam keadaan lemah, dia terus mengancamku akan membunuhnya kalau aku masih berhubungan dengan mu. " ucap Archan meneteskan air mata tapi tidak dilihat oleh Alleta.


" Adikku sedang koma sekarang All aku tidak mungkin menyakitinya demi egoku sendiri, dia bahkan harus melawan kematiannya selama bertahun-tahun All. " lanjut Archan dengan suara berat.


Deg...


Alleta yang melihat Archan menangis membuat hatinya tersentuh dan merasakan kesedih yang dirasakan Archan saat ini.


Brugg....


Alleta memeluk erat tubuh Archan dan meneteskan air mata dipunggunya namun Alleta tidak mengeluarkan suara karena tidak ingin Archan melihatnya, bila Archan melihat mungkin saja hatinya akan semakin sakit. Setelah lima menit berpelukkan Alleta melepas pelukkannya.


" Maaf kan aku Archan, aku mengambil kesimpulan tanpa mencari bukti dan menyebabkanmu terluka. " ucap Alleta mengapus air mata Archan.

__ADS_1


" Tidak sayang aku seharusnya memberi tahukannya padamu sejak awal tapi .... " imbuh Archan sambil menunduk.


" Aku kehilanganmu Alleta, aku sangat kehilanganmu. " lirih Archan.


" Maafkan aku Archan, kau tidak akan kehilanganku lagi. " ucap Alleta sambil memegang kedua pipi Archan.


Alleta merasa sakit melihat kedua mata biru langit Archan yang sembab karena banyak menangis.


" Kenapa hatiku terpukul melihatnya menangis tuhan. " batin Alleta.


" Lihat matamu kau menjadi jelek saat menangis. " ucap Alleta menatap mata Archan.


" Apa selama ini aku tampan dimatamu sayang. " ucap Archan menggoda Alleta.


Cih.....


" Kau ini masih sempat-sempatnya bercanda. " imbuh Alleta mencubit perut kekar Archan.


" Aawww ... sayang. "


" Shut up, kau senang sekali bermain-main denganku tanpa melihat situasi dan kondisi. " pekik Alleta.


" Tapi kau suka bukan. " bisik Archan ketelinga Alleta.


blushhh....


Wajah Alleta merah merona seperti tomat dan Archan sangat menikmati pemandangan itu.


Ehmm ... ehmm....


" Tuan dan Nyonya sekarang langit sudah mulai gelap setelah mengeluarkan banyak air mata apakah kalian tidak lapar. " tegur Anna dari balik dinding.


" Kita makan dulu. " ajak Alleta pada Archan.


" Baiklah. " patuh Archan.


Dimeja makan Anna seperti nyamuk diantara Alleta dan Archan, membuatnya sedikit iri tapi apalah daya nasib LDR tidak bisa dipungkiri.


" Setelah ini kau pulang bersamaku sayang. " titah Archan pada Alleta.


" Tapi aku .... "


" Kau bawa saja dia, sungguh hidupnya yang sangat galau karenamu membuatnya tidak tenang disini. " ucap Anna memotong perkataan Alleta.

__ADS_1


" Anna! " pekik Alleta sambil memelototi Anna.


Archan yang mendengar ucapan Anna tersenyum bahagia, Archan tidak menyangka kalau Alleta juga merasakan kehilangan dirinya.


__ADS_2