
" All hadiah perpisahan doang sayang gak papakan lagian selama ini aku gak pernah macam-macam sama kamu. " pinta Alvaro mendekati Alleta
" Maksud kamu apa sayang? " tanya Alleta sambil mundur menghindari Alvaro.
" Kenapa Alvaro jadi aneh ya? " batin Alleta
Dalam sekejap Alvaro langsung menarik pinggang Alleta.
" Alvaro apa yang kamu lakukan. " pekik Alleta memelototi matanya karena keget.
" Aku mau kamu sayang. " bisik Alvaro ketelinga kanan Alleta.
" Aku memang milikmu sayang. " jawab Alleta tersenyum kikuk.
" Jadi dunia mu milik ku kan. " bisik Alvaro mengelus mesra rambut Alleta.
Alleta menelan salivanya karena takut Alvaro akan menjadi monster bernafsu, tubuh Alleta tiba-tiba bergetar cepat sehingga Alvaro bisa merasakannya.
" Jangan takut sayang aku cuma minta satu kec*pan saja. " goda Alvaro mendekatkan wajah Alleta dekat dengan wajahnya.
" What? No ... apa maksudmu. " pekik Alleta melepaskan pelukkan Alvaro.
" Jika kau masih meberontak aku akan melahapmu malam ini. " ancam Alvaro pada Alleta.
" Apa maumu lepaskan aku Al, jangan macem-macem Alvaro. " pekik Alleta.
" Aku mau kamu jadi milikku malam ini. " pekik Alvaro lebih keras.
plakkkk.....
Alleta langsung menampar Alvaro dengan penuh emosi.
" Lo kurang ajar Alvaro, keluar dari apartemen gua sekarang. " pekik Alleta menarik tangan Alvaro.
" Nggak ... sebelum aku mendapatkan hadiahku aku nggak akan pulang. " bantah Alvaro menangkis tangan Alleta dan mendekapnya.
" Lepasin Alvaro, jangan coba-coba lakuin apa yang ada difikiran busuk lo sekarang. " pinta Alleta memohon pada Alvaro.
" Ayolah Alleta udah Enam tahun kita pacaran kenapa kamu harus malu sama aku sayang. " bisik Alvaro dengan nafas berat.
Brukkk.....
Dengan cepat Alleta memutar tangan Alvaro dan menendang nya menuju dinding.
" Ternyata lo pacarin gua buat jadi pemuas hidup lo, maaf tapi gua nggak segampangan itu Alvaro. " lirih Alleta menatap tajam Alvaro.
" Keluar dari apartemen gua baji**an. " pekik Alleta memelototi Alvaro.
Tanpa di perintah dua kali Alvaro langsung keluar dan membanting pintu kamar Alleta.
" Baji**an .... " dersis Alleta memandang punggung Alvaro yang keluar.
Brug...
__ADS_1
Brug...
Brug...
" Lo berubah Alvaro. "
" Lo bukan Alvaro yang gua kenal. "
" Lo orang lain, lo bukan Alvaro. "
" Kenapa lo berubah Al. "
" Apa gua sangat murahan dimata lo? "
" Kenapa lo buka kunci koridor hati gua, kalo niat lo cuma buat hancurin isinya doang. "
" Anj*ing lo Alvaro. "
" Gua kecewa sama lo. "
" Gua gak akan maaf in lo. "
Aaaaaaaahhh ... amarah Alleta terluapkan dengan memukul foto Alvaro yang ditempel disamsak kesayangan Alleta.
๐๐Prom night...
" Alleta sini. " panggil Vino dan Anna bersamaan.
" Wih ... bidadari nyasar dari mananih, cantik banget mak tiri gua. " ucap Vino pada Alleta
" Siapa bilang gua sedih? " tanya Alleta berpura-pura tegar didepan Anna dan Vino.
Beberapa jam saat Anna dan Alleta ingin mengmbil minuman mereka tiba-tiba melihat pandangan yang tidak bisa.
" A a a Alvaro. " lirih Alleta melihat Alvaro dan perempuan asing bersamanya.
" Hay. " sapa Alvaro pada Alleta dan Anna
" Nih siapa sepupu lo Al? " tanya Anna santai.
" Kenalin Dhita tuangan gua, cantikkan. " jawab Alvaro tanpa memikirkan perasaan Alleta yang masih menjadi pacarnya.
Alvaro langsung masuk kedalam acara tanpa melirik Alleta sedikit pun.
" Hem... lo udah putus? " tanya Anna
" Iya kali, tau diri tu baji*gan udah maluin gua makannya cari pasangan yang bisa diajak main hahaha .... " tawa Alleta lepas dan melirik punggung Alvaro sinis.
Saat acara akan berakhir Alleta berpamitan dengan temannya ingin pulang duluan karena lelah tapi saat akan keluar gedung tangan Alleta ditarik oleh seseorang.
" Lo ngapain lo bawa gua kesini. " tanya Alleta sinis.
" Gimana rasanya dibuang sama pacar sendiri? " tanya Alvaro tak kalah sinis.
__ADS_1
Cih.....
" Pacar? gua nggak punya pacar. " jawab Alleta mengepal tangan nya.
" Marah nih ceritanya, karena aku bawa pacar baru ya. " ucap Alvaro senyum penuh arti.
" Buang-buang waktu. " ucap Alleta dan beranjak dari tempatnya tapi di tahan oleh Alvaro.
" Katanya lo sayang tapi masa iya pacar minta kec*pan malah dimarah-marahin. So, aku cari yang baru buat puasiin keinginan aku sayang. " ucap Alvaro menarik tangan Alleta.
Plakk....
Alleta langsung berbalik dan menampar pipi kiri Alvaro, " Gua emang pernah bilang sayang tapi gua gak pernah bilang buta sama cinta, dan jal*ng yang lo bawa tadi puas-puas in deh lo sama dia gua nggak perduli. " pekik Alleta senyum sinis dan meninggalkan Alvaro.
Diparkiran Alleta kesal sekesal kesalnya menendang ban mobil memukul kaca dan sebagainya untuk diluapkan amarahnya. Bohong jika Alleta tidak sakit hari, kekasih yang sudah menemaninya selama 6 tahun tiba-tiba berubah dengan sekejap mata.
" Gua emang sayang sama lo Al, tapi kenapa lo jadi berubah apa emang sifat asli lo kayak gini, berapa cewek yang lo pernah tidurin anji*g, gua kecewa sama lo gua fikir malam itu lo cuma ngeprank gua tapi nyatanya lo benar-benar punya niatan semenjijikkan itu. Kenapa lo lakuin ini sama gua? Apa motivasi lo nyakitin gua Al." tangis Alleta pecah diparkiran.
Siang hari... ๐
" Aww ... Kepala gua kok sakit ya. " ucap Alleta memegangi kepalanya.
" Udah bangun? " tanya Anna mengejutkan Alleta.
" Lo kenapa bisa disini? " tanya Alleta bingung.
" Lo lupa ya semalam abis pingsan, ohiya otang pingsan mana inget ya. " imbuh Anna sambil meminum teh chamomile.
" Pingsan .... " pekik Alleta dan dibalas anggukan oleh Anna.
" Terus lo yang ngaterin gua? " tanya Alleta.
" Anak tiri lo yang anterin lo pulang dan nungguin lo sampai pagi. And gua, baru datang pagi ini karena baru dikabarin. " jawab Anna cepat.
Ya, Alleta hanya mengizinkan Anna Vino dan Alvaro yang boleh menginap di rumahnya karena dia percaya dengan ketiga sahabatnya itu dari pada yang lainnya.
" Sekarang mana tuh anaknya. " tanya Alleta.
" Dia pamit pulang tuh. " jawab Anna santuy.
" Kok gua nggak inget apa-apa ya. " ucap Alleta memutar kedua bola matanya.
" Orang pingsan mana ada yang sadar Alleta. " pekik Anna cekikikan.
Dua minggu kemudian๐๐ ...
Alleta pamit pada Anna untuk pergi ke Amerika melanjutkan pendidikannya karena satu minggu yang lalu Vino sudah duluan pamit ke Jepang untuk menyusul Ayahnya jadi Alleta tidak bisa berpamitan dengan Vino.
Bagaimana dengan Alvaro?
Setelah kejadian prom night waktu itu Alvaro tiba-tiba mengilang tanpa jejak tidak ada kabar satu pun dari Alvaro sampai saat ini.
.
__ADS_1
BANTU LIKE AND COMMENT ๐