
Sesampainya dirumah Archan, mereka pergi kekamar masing-masing karena Archan sudah membujuk Alleta untuk tinggal dirumahnya untuk sementara waktu. Archan tidak mau mengambil resiko sekecil apapun karena keluarga Anabela bisa melukai Alleta kapan saja.
" Ada masalah apa? " tanya Alleta dalam telepon.
"......................."
" Cari tahu siapa orangnya dan jangan .... "
" Sayang?! " panggil Archan dari balik pintu kamar Alleta.
Alleta langsung mematikan telepon dan menoleh kearah Archan, " Eemm i iya ada apa? " tanya Alleta terbata.
" Telepon dari siapa serius banget. " tanya Archan pada Alleta.
" Oh ini masalah Anna dia disakiti lagi sama cowok gila harta. "
" Oh gitu, " imbuh Archan.
" Kok berdiri aja sini masuk. " ajak Alleta
" Boleh nih masuk. "
" Ini rumah siapa? " tanya Alleta.
" Ini rumahku sayang masa iya rumah para bodyguardku. " jawab Archan.
" Silahkan masuk Tuan Archan ini rumahmu dan ini kamarmu aku hanya menginap disini. " ucap Alleta sembari duduk.
Archan hanya tersenyum dan berjalan mendekati Alleta lalu duduk didepannya.
" Emm adik sepupu ... mu. " ucap Alleta lirih.
" Dia sekarang sedang dirawat dirumah sakit Singapura. " jawab Archan.
" Bagaimana dengan Bela, kau tidak apa-apa kan. " tanya Alleta lirih.
" Tentu sayang. " jawab Archan.
" Katakan padaku kejadian malam itu. " ucap Alleta sambil tersenyum penuh goda.
__ADS_1
" Cihhh gadis ini. "
" Sebenarnya aku sudah diancam seminggu sebelum dia datang malam itu dan aku menyusun rencana untuk membuatnya menyesal, malam itu kami berencana membuatnya mabuk lalu kami bisa menyekapnya dan kami membawanya ke Singapura untuk mengancam dia agar menukarkan dirinya dengan Alputra dan semua berhasil. Tapi aku harus menetap di Singapura selama dua minggu karena harus memastikan keadaan Alputa. " jawab archan sedih.
" Maafkan aku sayang aku membuatmu kecewa, aku hanya berfikir semua akan baik-baik saja dan kau tidak perlu mengetahui nya. " ucap Archan mengepal kedua tanggannya.
" Aku bukan siapa-siapamu Archan." batin Alleta.
" Emm maaf, aku menemukan fotomu di laci tempatmu bekerja dan banyak sekali foto wanita yang bersanding denganmu. Siapa wanita-wanita itu, dan Bela apa kau sangat mencintai nya? " tanya Alleta mengalihkan pembicaraan.
Deg.....
Archan menelan salivanya dan menatap nanar wajah Alleta dengan rasa takut dan bingung, " Apa aku harus katakan semuanya. " batin Archan bimbang
" Katakan padaku semuanya. " ucap Alleta sinis.
Archan membelalakkan matanya seakan-akan Alleta tahu apa yang ia pikirkan sekarang. dengan nafas panjang Archan mulai bercerita tentangnya.
" Jessika anabela taosaky dia wanita yang baik dan penyayang, dia menemaniku berjuang dikanada selama bertahun-tahun dia juga perempuan kedua setelah iubuku yang hinggap dihatiku. Bela berkuliah di Amerika selama setahun, lalu dia berhenti karena diriku lah alasannya dan dari situlah Bela memperjuangan semua hidupnya demi diriku, empat tahun kami menjalin kasih dan kami menyusun rencana enam bulan kedepan kami akan menikah tapi takdir berkata lain Bela meninggalkanku bersama laki-laki yang lebih kaya dariku, bahkan dia memberikan mahkota yang pernah aku rasakan itu kepada laki-laki brengs*k itu. "ucap Archan menjelaskan semua kepada Alleta.
" Yang pernah kau rasakan? " batin Alleta terbelalak.
" Aku sangat hancur saat itu sayang, Bela datang dengan kekasihnya didepan mataku dia menghujat dan merendahkan aku didepan semua orang, dia berkata laki-lakinya lah yang pantas untuknya karena derajat kami sangatlah berbeda dia juga berkata aku hanya memanfaatkan nya sebagai pembantu kesuksesanku padahal dia yang merebut setengah uangku untuk kesenangannya dari sana aku sangat membenci wanita tepatnya bagiku wanita adalah pemuas bagi laki-laki karena mereka lebih memilih uang dari pada cinta. " jawab Archan.
" Dan sekarang dia muncul dihadapanku lalu mengancamku ingin membunuh adikku yang sedang tak berdaya, aku tidak akan pernah memaafkan wanita jal*ng itu sampai kapan pun. " pekik Archan penuh rasa dendam.
" Kenapa perasaanku tidak enak ya. " batin Alleta
Deg....
Alleta langsung pergi meninggalkan Archan keluar kamar dan berdiri menghadap kolam.
" Sayang?! " panggil Archan mengejar Alleta dan menghampirinya.
" Kau kenapa sayang? " tanya Archan memegangi pundak Alleta dari belakang.
" Aku harus pergi Archan. " ucap Alleta membuat Archan speechless dan membalikkan tubuh Alleta untuk berhadapan dengannya.
" Apa maksudmu sayang? Emm! Kenapa kau ingin meninggalkan aku? Apa aku salah bicara? Apa aku menyinggung mu? Apa kau marah karena masalaluku? Atau karena aku apa sayang aku tidak mengerti. jangan tinggalkan aku bukankah kau berjanji tidak akan pergi dariku. " tanya Archan beruntun.
__ADS_1
Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan Archan tapi tak kunjuk mendapatkan jawaban entah terlalu cepat atau terlalu banyak Alleta tidak membuka mulutnya.
Ehmm ... ehmm....
" Nanti kita lanjutkan lagi ceritanya Archan aku ada urusan, look at this. " ucap Alleta memberikan handphonenya dan Archan melihat ada pesan dari Anna yang menyuruhnya kerumah karena ada urusan penting.
Archan membuang nafas lega karena Alleta pergi bukan karena masalah dirinya.
" Dia menyuruhku membawamu pulang tapi sekarang dia mau kau kembali kerumahnya dasar sahabatmu ini menyusahkan saja. " umpat Archan kesal.
" Yasudah aku antar sekarang. " ucap Archan menarik tangan Alleta.
" Tidak usah, aku akan pulang tengah malam jadi ka .... "
" What? Tengah malam. " pekik Archan kaget.
" Wanita kalau curhat itu lama bahkan mungkin bisa sampai dua hari. " bisik Alleta ketelinga Archan.
"Huft ... baiklah aku antar dan kau menginap saja disana aku tidak mau kau pergi dan pulang sendirian. " ucap Archan ketus.
" Tidak apa aku menginap lagi disana. " tanya Alleta yang dibalas anggukan oleh Archan.
#Skip.
Rumah Anna...
" Kau pulang saja aku akan masuk sekarang. " ucap Alleta dalam mobil.
" Tunggu. " pekik Archan.
Cup...
Archan mencium kening Alleta membuat Alleta membelalakkan mata dan tentu dilihat jelas oleh Archan.
" Ups sorry. " ucap Archan memegangi kedua tilinganya dengan wajah masam.
" Aku tidak bisa menahannya sayang. "
Alleta tersenyum kecut lalu menepuk-nepuk kepala Archan dengan manja, " Pulanglah hati-hati dijalan. " ucap Alleta dan langsung keluar dari mobil.
__ADS_1
" Hah ... dia tidak marah." batin Archan bingung tapi bahagia.